iklan

POLITIK

Bulan ini, Timor-Leste dan Indonesia mulai negosiasi pembahasan perbatasan laut

Bulan ini, Timor-Leste dan Indonesia mulai negosiasi pembahasan perbatasan laut

Presiden Republik, José Ramos-Horta. Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 08 Agustus 2025 (TATOLI) — Presiden Republik, José Ramos-Horta, menginformasikan bahwa Pemerintah Indonesia telah menerima permintaan resmi dari Timor-Leste untuk memulai negosiasi pembahasan perbatasan laut antara kedua negara, yang dijadwalkan dimulai pada bulan Agustus ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Horta saat menjadi pembicara utama dalam seminar nasional bertema “Konsep Negara dan Visi Strategis untuk Pembangunan Nasional”, yang diselenggarakan di kampus IOB, Fomento II.

“Perbatasan laut antara Timor-Leste dan Australia telah diselesaikan, begitu pula perbatasan darat dengan Indonesia, khususnya di wilayah Oé-Cusse. Hanya perbatasan laut antara Timor-Leste dan Indonesia yang masih belum selesai. Namun, Indonesia telah menerima usulan untuk memulai negosiasi bulan ini,” ungkap Presiden Ramos-Horta.

Berita terkait : Pembahasan perbatasan darat dan laut antara TL – Indonesia belum bisa dilakukan

Sebelumnya, pada 15 Mei 2025, Duta Besar Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus, menyatakan bahwa Indonesia menyambut baik niat Timor-Leste untuk membahas perbatasan laut dan bahwa komunikasi informal antara kedua negara telah dilakukan.

“Tahun ini, kami membuka ruang untuk mulai membahas masalah perbatasan laut. Memang baru tahap awal, dan beberapa hal perlu dipersiapkan. Meski belum ada pertemuan resmi, komunikasi berjalan dan direncanakan akan dimulai tahun ini,” ujar Duta Besar Okto saat konferensi internasional tentang Hukum Maritim dan Penyelesaian Sengketa Laut.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Kantor Perbatasan Darat dan Maritim (GFTM), Elizabeth Exposto, menegaskan bahwa Timor-Leste memiliki pengalaman penting dalam menyelesaikan sengketa maritim dengan Australia melalui Proses Konsiliasi Wajib berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).

“Meski Timor-Leste dan Australia telah menyelesaikan dan menandatangani perjanjian perbatasan maritim pada 2018, prosesnya panjang dan kompleks. Kini, dengan Indonesia, kedua pihak siap duduk bersama. Setelah pertemuan eksplorasi pertama pada 2015, negosiasi formal dijadwalkan dimulai tahun ini,” jelas Elizabeth Exposto dalam sebuah forum internasional di JL World.

Negosiasi perbatasan laut ini diharapkan akan memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara dan membuka peluang baru dalam kerja sama ekonomi serta pemanfaatan sumber daya maritim secara adil dan berkelanjutan. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz  

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!