Top

Timor-Leste dorong akses pendanaan iklim bagi negara-negara rentan

Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Jesuína Maria Ferreira Gomes, berpidato dalam forum internasional Xingu Finance Talks edisi pertama yang diselenggarakan di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Thailand. Foto Media MNEC

DILI, 15 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste menyerukan peningkatan akses terhadap pendanaan iklim bagi negara-negara paling rentan, khususnya negara kurang berkembang, guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim serta mendukung pembangunan berkelanjutan tanpa menambah beban utang.

Seruan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC) , Jesuína Maria Ferreira Gomes yang mewakili Timor-Leste, dalam forum internasional Xingu Finance Talks edisi pertama yang diselenggarakan di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Thailand, pada 13 Oktober 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Jesuína mewakili Kelompok Negara-Negara Kurang Berkembang (Least Developed Countries/LDC Group) untuk menyampaikan sejumlah prioritas terkait pembiayaan aksi iklim, terutama bagi negara-negara yang memiliki keterbatasan sumber daya keuangan dan menghadapi risiko tinggi akibat perubahan iklim.

Ia menegaskan bahwa mekanisme pendanaan iklim internasional harus dirancang untuk mengurangi kerentanan negara-negara berkembang, bukan justru memperburuk kondisi ekonomi mereka melalui peningkatan beban utang.

Menurutnya, dukungan keuangan internasional harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kapasitas adaptasi, serta membuka peluang pembangunan yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim.

Jesuína juga menekankan pentingnya memastikan pendanaan iklim dapat diakses dengan mudah, memiliki biaya yang terjangkau, dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing negara penerima, khususnya negara-negara kurang berkembang.

Forum Xingu Finance Talks merupakan inisiatif Presidensi Konferensi Para Pihak ke-30 (COP30) dalam kerangka Veredas Dialogue, yang mempertemukan perwakilan pemerintah, lembaga keuangan internasional, sektor swasta, dan kalangan akademisi untuk mencari solusi terhadap berbagai tantangan pembiayaan aksi iklim global.

Pembentukan forum tersebut merupakan hasil keputusan sesi ketujuh Konferensi Para Pihak yang bertindak sebagai Pertemuan Para Pihak Perjanjian Paris (CMA 7), yang berlangsung pada November 2025 di Belém, Brasil.

Forum tahunan tingkat tinggi itu bertujuan mendorong pertukaran pandangan sekaligus mengidentifikasi solusi praktis bagi pelaksanaan Pasal 2 Ayat 1 Huruf C dan Pasal 9 Perjanjian Paris.

Pasal 2 Ayat 1 Huruf C menekankan pentingnya menyelaraskan aliran keuangan dengan pembangunan rendah emisi gas rumah kaca dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Sementara itu, Pasal 9 mengatur dukungan pendanaan iklim bagi negara-negara berkembang.

Dalam penyelenggaraan perdananya, forum tersebut memusatkan pembahasan pada dua prioritas utama, yakni memperluas ruang fiskal pemerintah untuk membiayai investasi aksi iklim serta menurunkan biaya modal melalui mekanisme pembagian risiko dan pemberian jaminan keuangan.

Sebelum pertemuan tingkat tinggi berlangsung, sebuah lokakarya teknis telah diselenggarakan pada 11 Oktober 2026 untuk mengidentifikasi solusi praktis dalam kedua bidang prioritas tersebut.

Hasil pembahasan Xingu Finance Talks diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap proses Veredas Dialogue, khususnya dalam mendukung implementasi ketentuan pembiayaan berdasarkan Perjanjian Paris.

Sementara itu, posisi yang disampaikan Timor-Leste dalam forum tersebut sejalan dengan sikap pemerintah dalam berbagai pertemuan internasional mengenai perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Pada 13 Oktober 2026, dalam sidang Komite Kedua Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Timor-Leste juga mendorong penguatan pendanaan iklim, transfer teknologi, peningkatan kapasitas nasional, serta dukungan internasional yang disesuaikan dengan kebutuhan negara-negara paling rentan.

Melalui partisipasinya dalam kedua forum internasional tersebut, Timor-Leste kembali menegaskan pentingnya kerja sama global untuk memastikan negara-negara yang paling terdampak perubahan iklim memperoleh akses terhadap sumber pendanaan yang adil, terjangkau, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!