Global Hunger Index 2026: Membaca Data, Menguji Narasi Publik, dan Menilai Kebijakan di Timor-Leste

Oleh: Santana Martins, L.DC., M.SP.
Mahasiswa Program Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
Instituto Nacional de Saúde Pública de Timor-Leste (INSP-TL)
Associação dos Enfermeiros de Timor-Leste (AETL)
Email: santanamartins66@gmail.com | WhatsApp: +670 7786 6666
Pendahuluan
Publikasi angka kemiskinan Timor-Leste oleh Bank Dunia pada 2026 telah memicu polemik di media sosial, media nasional, hingga tingkat politik dan Parlemen Nasional, yang kemudian diikuti klarifikasi kepada publik oleh Bank Dunia dan pemerintah (World Bank, 2026; TATOLI, 2026; Pemerintah Timor-Leste, 2026). Di tengah perdebatan tersebut, publikasi Global Hunger Index (GHI) 2026 kembali memunculkan polemik mengenai kondisi kelaparan di Timor-Leste. Situasi ini menjadi titik awal untuk menelaah secara lebih mendalam apa sebenarnya GHI 2026, siapa yang menyusunnya, dari mana dan kapan data diperoleh, bagaimana indeks dihitung, serta apa makna hasilnya bagi kondisi pangan, gizi, dan kesehatan masyarakat Timor-Leste. Artikel ini bertujuan mengajak masyarakat melihat dan memahami bersama bagaimana GHI 2026 disusun, metode pengukuran yang digunakan, serta cara menafsirkan hasilnya secara tepat.
Global Hunger Index merupakan indeks yang mengukur kelaparan melalui empat indikator, bukan sekadar menghitung jumlah orang yang tidak memiliki makanan. Indikator tersebut meliputi kekurangan asupan energi makanan (undernourishment), anak dengan tinggi badan rendah menurut umur (stunting), anak dengan berat badan rendah menurut tinggi badan (wasting), serta kematian anak sebelum usia lima tahun (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 43). Keempat indikator mencerminkan persoalan kekurangan pangan, gangguan pertumbuhan, kekurangan gizi akut, dan risiko kesehatan anak. Penggabungannya dimaksudkan untuk memberikan gambaran kelaparan yang lebih luas daripada satu ukuran konsumsi makanan (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 43–44). Dengan demikian, GHI bukan hasil survei langsung mengenai jumlah penduduk yang merasa lapar. Perbedaan pengertian ini penting karena istilah kelaparan dalam indeks mempunyai cakupan pengukuran yang lebih luas daripada pemahaman sehari-hari.
Laporan GHI 2026 diterbitkan oleh Welthungerhilfe, Institute for International Law of Peace and Armed Conflict (IFHV), dan Helvetas (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 63). Ketiga lembaga tersebut menyusun indeks dengan memanfaatkan data yang disediakan institusi internasional. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization/FAO) menyediakan data kekurangan asupan energi makanan, sedangkan indikator pertumbuhan anak menggunakan sumber yang melibatkan UNICEF, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dan Bank Dunia. Data kematian anak berasal dari estimasi kelompok antarlembaga PBB (United Nations Inter-agency Group for Child Mortality Estimation) (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 45–46). Dengan demikian, perlu dibedakan antara lembaga yang menerbitkan indeks dan lembaga yang menyediakan data. GHI merupakan hasil pengolahan statistik dari berbagai sumber, bukan satu survei yang dilakukan langsung oleh ketiga lembaga penerbit di Timor-Leste.
Waktu pengukuran menjadi aspek penting dalam membaca hasil GHI 2026. Laporan menjelaskan bahwa skor tahun 2026 terutama menggunakan data dari periode 2021–2025, meskipun tahun rujukan setiap indikator tidak sama (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 9). Data kekurangan asupan energi makanan menggunakan periode 2023–2025, sedangkan angka kematian anak mengacu pada tahun 2024. Indikator pertumbuhan anak menggunakan pengamatan terbaru yang tersedia menurut ketentuan penghitungan GHI (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 45–46). Khusus Timor-Leste, laporan mencantumkan penanda penggunaan nilai survei tahun 2026 untuk indikator stunting dan wasting (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 49–51). Artinya, tidak semua data yang membentuk skor GHI berasal dari tahun pengukuran yang sama. Oleh karena itu, GHI 2026 perlu dipahami sebagai gabungan informasi dari beberapa periode, bukan hasil pengamatan serentak terhadap seluruh kondisi pangan dan gizi masyarakat pada tahun 2026.
Dari mana angka Timor-Leste diperoleh? Laporan GHI menggunakan data statistik internasional dan nilai survei yang tersedia untuk masing-masing indikator. Dalam Lampiran B, kekurangan asupan energi makanan Timor-Leste tercatat sebesar 16,9%, sedangkan wasting pada anak di bawah lima tahun mencapai 18,5% (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 50). Pada bagian berikutnya, stunting tercatat 44,9% dan kematian anak sebelum usia lima tahun sebesar 4,8% (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 51). Keempat angka tersebut memiliki dasar pengukuran dan kelompok sasaran berbeda. Undernourishment mengacu pada penduduk secara keseluruhan, sementara tiga indikator lainnya berhubungan dengan anak. Oleh sebab itu, angka-angka tersebut tidak boleh dijumlahkan sebagai persentase penduduk yang mengalami kelaparan. Penjelasan mengenai asal data membantu masyarakat memahami bahwa skor GHI merupakan hasil penggabungan beberapa ukuran, bukan satu angka yang diperoleh langsung dari seluruh penduduk Timor-Leste.
Mengapa GHI menggunakan empat indikator dan memberikan bobot berbeda? Laporan menjelaskan bahwa kekurangan asupan energi makanan menggambarkan kondisi kecukupan pangan penduduk, sedangkan stunting dan wasting menunjukkan dampak kekurangan gizi kronis dan akut pada anak. Kematian anak digunakan untuk melengkapi pengukuran karena menggambarkan konsekuensi paling serius dari kekurangan gizi dan lingkungan kesehatan yang tidak memadai (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 43–44). Dalam formula GHI, undernourishment dan kematian anak masing-masing memperoleh bobot sepertiga, sedangkan stunting dan wasting masing-masing seperenam (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 44). Pembobotan tersebut merupakan ketentuan metodologis untuk menggabungkan indikator menjadi satu indeks. Dengan memahami alasan pemilihan dan pembobotannya, masyarakat dapat mengetahui mengapa setiap persentase tidak memberikan kontribusi yang sama terhadap skor akhir GHI.
Bagaimana angka GHI Timor-Leste dihitung? Laporan menjelaskan tiga tahap, yaitu menentukan nilai empat indikator, melakukan standardisasi, kemudian menjumlahkan nilai yang telah diberi bobot. Standardisasi menggunakan angka pembagi 80 untuk undernourishment, 70 untuk stunting, 30 untuk wasting, dan 35 untuk kematian anak, kemudian setiap hasil dikalikan 100 (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 44). Setelah seluruh komponen digabungkan, Timor-Leste memperoleh skor GHI sebesar 32,5, menempati peringkat ke-114, dan termasuk kategori kelaparan serius (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 14). Skor 32,5 bukan berarti 32,5% penduduk Timor-Leste mengalami kelaparan, melainkan nilai indeks gabungan dari empat indikator. Laporan juga mencatat skor Timor-Leste meningkat dari 27,3 pada periode pembanding 2018 menjadi 32,5 pada 2026 (Welthungerhilfe et al., 2026, hlm. 52). Perbandingan tersebut harus menggunakan angka historis yang dihitung ulang dalam edisi laporan yang sama, sehingga perubahan skor tidak ditafsirkan secara keliru.
Kesimpulan dan Rekomendasi
Global Hunger Index 2026 perlu menjadi bahan pembelajaran bersama untuk memahami kondisi pangan, gizi, dan kesehatan masyarakat Timor-Leste, bukan sekadar memicu perdebatan politik. Masyarakat perlu diberi kesempatan memahami data dan memberikan umpan balik berdasarkan kenyataan di lapangan. Pemerintah juga perlu membuka ruang lebih luas bagi akademisi dan peneliti nasional melalui penguatan dukungan kelembagaan, penyediaan sumber daya yang memadai, serta pengembangan kerja sama penelitian yang berkelanjutan. Dengan demikian, Timor-Leste dapat menghasilkan bukti ilmiah nasional secara mandiri untuk mendukung perumusan dan evaluasi kebijakan, sehingga respons terhadap persoalan pangan dan gizi tidak hanya muncul setelah laporan internasional dipublikasikan, tetapi dibangun melalui penelitian dan pemantauan nasional yang berkesinambungan.
Daftar Pustaka
Governo da República Democrática de Timor-Leste. (2026, 22 September). Governu klarifika dadus pobreza iha Parlamentu Nasional. Portal GVMAP. https://vmap.gov.tl/2026/09/22/governu-klarifika-dadus-pobreza-iha-parlamentu-nasional/
Rosário, A. do. (2026, 22 September). Banco Mundial esclarece que estimativa de 71,7% de pobreza resulta de dados de 2014. TATOLI Agência Noticiosa de Timor-Leste. https://pt.tatoli.tl/2026/09/22/banco-mundial-esclarece-que-estimativa-de-717-de-pobreza-resulta-de-dados-de-2014/
Welthungerhilfe, Institute for International Law of Peace and Armed Conflict, & Helvetas. (2026). 2026 Global Hunger Index: No security without food security. Welthungerhilfe. https://www.globalhungerindex.org/pdf/en/2026.pdf
World Bank. (2026). Macro poverty outlook: Timor-Leste. https://documents.worldbank.org/en/publication/documents-reports/documentdetail/099454210142618424

