PM Xanana prioritaskan pembangunan sekolah, klinik dan rumah dinas di pedesaan

DILI, 14 Oktober 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menegaskan bahwa Pemerintah akan terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan, khususnya sekolah, klinik kesehatan, serta rumah dinas bagi guru dan tenaga kesehatan, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pernyataan tersebut disampaikan Xanana dalam Seminar Panorama Orçamental 2027 yang diselenggarakan Komisi C Parlemen Nasional di Auditorium Kay Rala Xanana Gusmão, Kementerian Keuangan, Dili, Rabu ini.
PM Xanana mengatakan pembangunan infrastruktur sosial merupakan bagian penting dari upaya Pemerintah meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dan kesehatan, terutama bagi penduduk yang tinggal di wilayah terpencil.
“Melalui APBN, kami akan terus mendorong pembangunan infrastruktur dasar. Dalam sektor sosial, kita membutuhkan sekolah serta rumah bagi para guru di wilayah pedesaan. Begitu juga dengan sektor kesehatan, kita memerlukan klinik dan rumah bagi tenaga kesehatan,” kata PM Xanana.
Menurutnya, pembangunan fasilitas pendidikan harus memperhitungkan kondisi geografis Timor-Leste, mengingat banyak masyarakat masih tinggal di wilayah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
Ia menjelaskan bahwa sebagian anak-anak menghadapi kesulitan untuk bersekolah karena jarak yang jauh dan kondisi jalan yang belum memadai.
Karena itu, pembangunan jalan pedesaan juga memiliki hubungan langsung dengan peningkatan akses pendidikan dan pelayanan dasar lainnya.
Berita terkait : Parlemen dan Pemerintah TL mulai bahas keberlanjutan Keuangan Negara dalam APBN 2027
Perdana Menteri menegaskan bahwa penyediaan rumah bagi guru di daerah terpencil menjadi kebutuhan yang perlu diperhatikan bersama pembangunan fasilitas sekolah.
Di sektor kesehatan, PM Xanana menyoroti kesulitan masyarakat pedesaan dalam memperoleh pelayanan medis akibat keterbatasan fasilitas dan jauhnya lokasi rumah sakit.
Ia menilai keberadaan klinik yang dilengkapi tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung di daerah dapat membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus selalu melakukan perjalanan jauh ke pusat layanan kesehatan.
“Sering kali masyarakat datang ke rumah sakit dalam kondisi sulit, sementara mereka tidak memiliki cukup uang dan akses terhadap obat-obatan. Ini merupakan persoalan besar yang harus kita tangani,” ujarnya.
Xanana juga menekankan perlunya penyediaan tempat tinggal bagi tenaga kesehatan yang ditugaskan di wilayah pedesaan agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih baik.
Ia mengatakan pembangunan infrastruktur dasar telah menjadi salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Strategis Nasional 2011–2030, yang mencakup jalan, jembatan, listrik, air bersih, pendidikan, dan kesehatan.
Sebelumnya, dalam usulan APBN 2027, Pemerintah mengalokasikan US$194,2 juta untuk penguatan layanan pendidikan dan kesehatan, sebagaimana tercantum dalam dokumen anggaran yang disetujui Dewan Menteri pada 30 September 2026.
Namun, alokasi tersebut merupakan anggaran penguatan layanan kedua sektor secara keseluruhan, bukan nilai khusus untuk pembangunan sekolah, klinik, atau rumah dinas yang disebutkan Perdana Menteri.
PM Xanana menegaskan bahwa Pemerintah akan terus mendorong pembangunan infrastruktur sosial, sekaligus meningkatkan koordinasi antarinstitusi agar pelayanan publik dapat menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

