Cedelízia : Pengawasan APBN Timor-Leste tidak boleh hanya berfokus pada angka

DILI, 14 Oktober 2026 (TATOLI) – Ketua Komisi C Parlemen Nasional Timor-Leste, Cedelízia Faria dos Santos, menegaskan bahwa pengawasan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak boleh hanya berfokus pada besarnya angka yang tercantum dalam dokumen anggaran, tetapi juga harus memperhatikan hasil, dampak, serta kemampuan Pemerintah melaksanakan program pembangunan.
Pernyataan tersebut disampaikan Cedelízia dalam sambutannya pada Seminar Panorama Orçamental 2027 yang berlangsung di Auditorium Kay Rala Xanana Gusmão, Kementerian Keuangan, Dili, Rabu ini.
“Komisi Keuangan Publik menyadari bahwa pengawasan anggaran yang efektif tidak dapat dibatasi hanya pada analisis angka-angka yang tercantum dalam anggaran. Kita juga perlu memahami asumsi yang mendasarinya, hasil yang ingin dicapai, dampaknya, serta kemampuan nyata untuk melaksanakannya,” kata Cedelízia.
Menurutnya, APBN merupakan instrumen utama kebijakan negara yang digunakan untuk melaksanakan berbagai program Pemerintah dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa dokumen anggaran mencerminkan prioritas nasional, arah pembangunan, serta keputusan mengenai pembagian sumber daya publik kepada setiap sektor.
Karena itu, pembahasan APBN harus dilakukan secara mendalam untuk memastikan setiap alokasi anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pembahasan anggaran tidak boleh hanya menjawab pertanyaan tentang berapa banyak uang yang akan dibelanjakan negara, tetapi juga ke mana anggaran dialokasikan, mengapa harus dibelanjakan, hasil apa yang ingin dicapai, bagaimana keberlanjutannya, dan bagaimana mekanisme pertanggungjawabannya,” tegasnya.
Cedelízia mengatakan tanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan publik harus dijalankan bersama oleh Pemerintah dan Parlemen Nasional sesuai kewenangan masing-masing.
Pemerintah, lanjutnya, bertanggung jawab menetapkan serta melaksanakan kebijakan publik dan menyerahkan rancangan anggaran yang konsisten, realistis, serta memiliki dasar perencanaan yang kuat.
Sementara itu, Parlemen Nasional memiliki tanggung jawab untuk melakukan analisis, mengajukan pertanyaan, memperbaiki, dan mengawasi pelaksanaan anggaran negara.
Ia berharap pembahasan APBN 2027 dapat berlangsung secara terbuka dan konstruktif, sehingga setiap keputusan mengenai penggunaan sumber daya publik didasarkan pada kebutuhan dan prioritas pembangunan nasional.
Cedelízia juga menekankan bahwa keberhasilan anggaran tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya dana yang disediakan, tetapi juga oleh kemampuan institusi negara dalam melaksanakan program serta mencapai tujuan yang telah direncanakan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

