Peringati Hari PBB ke-81, Antonio Guterres soroti tantangan besar dunia hadapi konflik dan krisis iklim

DILI, 26 Oktober 2026 (TATOLI) – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia saat ini, termasuk masalah konflik dan krisis iklim.
“Tantangan besar yang dihadapi dunia saat ini, termasuk konflik, krisis iklim, serta meningkatnya ketidaksetaraan, dan kemajuan teknologi yang melampaui kemampuan untuk mengaturnya,” ujar Guterrrs dikutip dari laman resmi PBB.
Guterres dalam pesannya pada Peringatan Hari PBB ke – 81 itu mengatakan bahwa hari itu melambangkan gagasan bahwa “ masa depan umat manusia bergantung pada kemampuan semuanya untuk bekerja sama dalam memajukan perdamaian, pembangunan, dan hak asasi manusia.
“PBB adalah bagian penting dari tatanan dunia kita. Dan PBB dibutuhkan lebih dari sebelumnya,” katanya.
Selain itu, Guterres juga menyoroti lebih dari delapan dekade kerja untuk memajukan perdamaian, hak asasi manusia, dan pembangunan di seluruh dunia.
Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa menandai berlakunya Piagam PBB pada tahun 1945. Badan global ini secara resmi terbentuk setelah dokumen pendiriannya diratifikasi oleh mayoritas penandatangannya, termasuk lima anggota tetap Dewan Keamanan.
Hari tersebut telah dirayakan setiap tahun pada tanggal 24 Oktober sejak tahun 1948.
Agenda tersebut tetap tidak berubah yaitu, menyelesaikan perselisihan melalui diplomasi, memerangi kemiskinan dan kelaparan, mempromosikan hak asasi manusia, dan memberikan bantuan penyelamatan jiwa kepada orang-orang yang terkena dampak konflik, bencana, dan pengungsian.
Untuk diketahui bahwa, Hari PBB adalah peringatan tahunan yang diperingati setiap 24 Oktober untuk mengenang berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1945. Pada tahun 2026, peringatan ini menjadi momentum untuk mengenal peran PBB dalam menjaga perdamaian dunia, mendorong kerja sama antarnegara, serta memperjuangkan hak asasi manusia. Peringatan ini juga mengingatkan masyarakat bahwa berbagai tantangan global membutuhkan kepedulian dan kolaborasi dari banyak pihak.
Hari PBB diperingati untuk mengenang mulai berlakunya Piagam PBB pada 24 Oktober 1945. Melalui peringatan ini, masyarakat dapat memahami pentingnya dialog, solidaritas, dan kerja sama dalam menciptakan kehidupan yang lebih damai dan berkelanjutan.
Tim TATOLI

