Top

Timor-Leste dan Rusia perkuat kerja sama, bahas bebas visa hingga dukungan Keketuaan ASEAN 2029

Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito dos Santos Freitas, bertemu Menteri Luar Negeri Federasi Rusia, Sergey Lavrov, di Moskow. Foto MNEC

DILI, 07 Oktober 2026 (TATOLI) – Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC) Timor-Leste, Bendito dos Santos Freitas, bertemu Menteri Luar Negeri Federasi Rusia, Sergey Lavrov, di Moskow untuk memperkuat hubungan bilateral dan mendorong kerja sama konkret antara kedua negara.

Pertemuan yang dilakukan pada 05 oktober tersebut menjadi kunjungan resmi pertama seorang Menteri Luar Negeri Timor-Leste ke Moskow dan menandai babak baru dalam hubungan persahabatan kedua negara.

Melansir Laman MNEC disebutkan bahwa pertemuan Menteri Bendito dan Menteri Lavrov juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di sela-sela KTT Peringatan ASEAN–Rusia di Kazan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua Menteri membahas perkembangan hubungan bilateral serta langkah untuk memperdalam keterlibatan politik dan diplomatik.

Menteri Bendito mengingat kembali dukungan Rusia selama perjuangan kemerdekaan Timor-Leste, termasuk pengakuan awal Rusia terhadap restorasi kemerdekaan Timor-Leste pada 2002 dan pembentukan hubungan diplomatik setelahnya.

Kedua pihak sepakat memperkuat dialog politik melalui konsultasi yang lebih rutin antara Kementerian Luar Negeri kedua negara.

Timor-Leste dan Rusia juga membahas perkembangan usulan Perjanjian Bebas Visa (Visa Waiver Agreement) serta penguatan perwakilan diplomatik, termasuk pembahasan mengenai kemungkinan pembentukan misi diplomatik tetap di Moskow dan Dili.

Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito dos Santos Freitas, dan Menteri Luar Negeri Federasi Rusia, Sergey Lavrov. Foto MNEC

Perluas beasiswa dan kerja sama teknis

Pengembangan sumber daya manusia dan kerja sama teknis turut menjadi bagian penting dalam pertemuan tersebut.

Timor-Leste menyambut peluang untuk memperluas pemberian beasiswa, pelatihan diplomatik, peningkatan kapasitas dan pertukaran teknis dengan Rusia.

Kedua negara mengidentifikasi sejumlah sektor potensial untuk kerja sama praktis, antara lain pertanian dan perikanan, energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pembangunan digital, pariwisata, keamanan, penanggulangan bencana, perdagangan serta investasi.

Menteri Bendito juga mendorong keterlibatan lebih besar perusahaan dan investor Rusia di Timor-Leste, sejalan dengan upaya negara untuk mendiversifikasi ekonomi, memperkuat sektor produktif dan memperluas kemitraan ekonomi internasional.

Bahas ASEAN dan persiapan keketuaan 2029

Selain hubungan bilateral, kedua Menteri bertukar pandangan mengenai ASEAN dan kerja sama regional.

Menyusul keanggotaan Timor-Leste di ASEAN, Menteri Bendito menilai hubungan Timor-Leste–Rusia kini memiliki dimensi regional yang semakin penting. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kemitraan jangka panjang Rusia dengan ASEAN.

Dalam kesempatan itu, Menteri Bendito menjelaskan kepada Lavrov mengenai persiapan Timor-Leste untuk mengambil alih Keketuaan ASEAN pada 2029.

Timor-Leste menyambut kerja sama dan dukungan teknis Rusia untuk memperkuat kapasitas institusi dan sumber daya manusia sebagai bagian dari persiapan menjalankan tanggung jawab tersebut.


Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito dos Santos Freitas, bertemu Menteri Luar Negeri Federasi Rusia, Sergey Lavrov. Foto MNEC

Pada tingkat multilateral, kedua Menteri turut bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan internasional.

Bendito menegaskan kembali komitmen Timor-Leste terhadap multilateralisme, Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hukum internasional, kedaulatan, penyelesaian sengketa secara damai dan dialog sebagai fondasi penting dalam menghadapi berbagai tantangan regional dan global.

Menuju 25 tahun hubungan diplomatik

Menjelang peringatan 25 tahun hubungan diplomatik Timor-Leste dan Rusia pada 2027, Bendito menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan sejumlah kemajuan konkret dalam hubungan kedua negara.

Prioritas tersebut meliputi penyelesaian Perjanjian Bebas Visa, pembentukan konsultasi politik secara rutin, kelanjutan pembahasan mengenai misi diplomatik tetap di Moskow dan Dili, perluasan beasiswa dan pengembangan sumber daya manusia, penentuan sektor prioritas kerja sama teknis, serta peningkatan perdagangan dan investasi.

“Timor-Leste melihat Rusia sebagai sahabat lama dan mitra penting. Kami berharap dapat membangun kemitraan yang berorientasi ke masa depan, yang menerjemahkan persahabatan politik kita menjadi kerja sama konkret dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” kata Menteri Bendito, dikutip dari siaran pers Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!