Lebih dari 820 relawan Australia berkontribusi bagi pembangunan Timor-Leste sejak 1995

DILI, 27 Oktober 2026 (TATOLI) – Lebih dari 820 relawan asal Australia telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan Timor-Leste sejak 1995 melalui kerja sama dengan lebih dari 197 organisasi mitra yang bergerak di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, masyarakat sipil, dan pembangunan komunitas.
Kontribusi tersebut disampaikan dalam perayaan 75 tahun Program Relawan Australia (Australian Volunteers Program) yang diselenggarakan Pemerintah Australia di Dili, Selasa (27/10), dengan mengusung tema “75 Tahun Relawan Membangun Kemitraan yang Berkelanjutan.”
Berdasarkan siaran pers resmi Kedutaan Besar Australia di Timor-Leste, perayaan tersebut mempertemukan perwakilan Pemerintah Timor-Leste, Kedutaan Besar Australia, organisasi mitra, mitra pembangunan, serta para relawan yang masih aktif maupun yang telah menyelesaikan masa tugasnya.
Kegiatan ini sekaligus memperingati lebih dari tiga dekade kerja sama kerelawanan Australia di Timor-Leste serta mengakui kontribusi program relawan internasional Australia yang telah berlangsung selama 75 tahun.
Duta Besar Australia untuk Timor-Leste, Caitlin Wilson, menegaskan bahwa program kerelawanan merupakan salah satu bentuk nyata hubungan antarmasyarakat yang telah memperkuat kemitraan pembangunan antara kedua negara selama puluhan tahun.
“Sejak awal 1990-an, lebih dari 820 relawan Australia bersama keluarga mereka telah mendukung lebih dari 197 organisasi mitra di Timor-Leste. Inti dari program ini adalah manusia dan hubungan kemitraan. Ini merupakan wujud nyata dari kerja sama pembangunan Australia,” kata Caitlin Wilson dalam perayaan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan relawan Australia tidak hanya memberikan kontribusi dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan organisasi, tetapi juga mempererat hubungan persahabatan serta saling pengertian antara masyarakat Australia dan Timor-Leste.
Ia meyakini bahwa semangat pelayanan, solidaritas, dan penghormatan timbal balik yang menjadi dasar program kerelawanan akan terus memperkuat hubungan kedua negara pada masa mendatang.
“Saya yakin semangat pelayanan, solidaritas, dan saling menghormati yang telah menjadi ciri perjalanan ini akan terus memperkuat kemitraan antara Australia dan Timor-Leste selama bertahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Selama lebih dari tiga dekade, para relawan Australia telah bekerja bersama berbagai lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, serta komunitas lokal di seluruh wilayah Timor-Leste.

Melalui kerja sama tersebut, para relawan turut mendukung penguatan kelembagaan, peningkatan keterampilan tenaga kerja, pengembangan kepemimpinan, serta pelaksanaan berbagai inisiatif pembangunan berkelanjutan yang dipimpin oleh organisasi dan masyarakat setempat.
Relawan Australia perkuat kapasitas dan kemitraan lokal
Sementara itu, Direktur Regional Asia-Pasifik dan Papua Nugini pada Australian Volunteers International (AVI), Jonathan Hunter, menilai keberhasilan program kerelawanan di Timor-Leste tidak hanya diukur dari kontribusi teknis dan profesional, tetapi juga dari hubungan jangka panjang yang terbangun antara relawan dan masyarakat setempat.
Menurutnya, pengalaman pelaksanaan program di Timor-Leste menunjukkan bahwa kemitraan yang kuat dapat menghasilkan perubahan bermakna dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Program di Timor-Leste telah lama menunjukkan bagaimana kemitraan yang kuat dapat menghasilkan pembangunan berkelanjutan dan perubahan yang signifikan. Meskipun relawan Australia memberikan kontribusi melalui kemampuan teknis dan profesional yang berharga, pekerjaan mereka melengkapi pengetahuan serta kapasitas yang telah dimiliki organisasi mitra,” jelas Jonathan Hunter.
Ia menekankan bahwa kontribusi para relawan merupakan bentuk kerja sama yang saling melengkapi, dengan tetap menghargai pengalaman, pengetahuan, serta kemampuan organisasi dan masyarakat lokal.
Jonathan menambahkan bahwa salah satu hasil terpenting dari program tersebut adalah terbangunnya hubungan persahabatan dan kolaborasi yang terus berlangsung meskipun para relawan telah menyelesaikan masa tugas mereka.
“Sering kali, hasil yang paling bertahan lama adalah hubungan yang dibangun relawan dengan rekan-rekan lokal, organisasi, dan masyarakat. Hubungan antarmasyarakat kedua negara ini mendorong pembelajaran dan pemahaman bersama, meningkatkan kapasitas lokal, serta meninggalkan warisan persahabatan yang terus berlanjut,” katanya.
Menurutnya, hubungan tersebut menjadi landasan penting bagi keberlanjutan kerja sama antara komunitas dan institusi di Australia maupun Timor-Leste.
Perayaan 75 tahun program kerelawanan Australia juga diisi dengan sambutan resmi, penyampaian pengalaman relawan dan organisasi mitra, pemutaran video, serta pameran foto yang menggambarkan sejarah dan pencapaian para relawan Australia di Timor-Leste.
Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengenang kontribusi relawan dalam memperkuat organisasi, mentransfer keterampilan, mengembangkan kepemimpinan, dan mendukung berbagai program pembangunan di tingkat nasional maupun komunitas.
Program Relawan Australia merupakan inisiatif Pemerintah Australia yang memberikan kesempatan kepada warga Australia dengan keterampilan dan pengalaman profesional untuk bekerja bersama organisasi di negara-negara mitra sesuai dengan prioritas pembangunan yang ditentukan secara lokal.
Di Timor-Leste, program tersebut dilaksanakan oleh Australian Volunteers International (AVI) melalui kerja sama dengan lembaga pemerintah, organisasi masyarakat sipil, institusi pendidikan, sektor kesehatan, dan organisasi pembangunan komunitas.
Melalui kemitraan ini, Pemerintah Australia berupaya terus mendukung penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia, sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

