Lebih dari 5.700 Mahasiswa TL kuliah di Indonesia, Kerja sama bidang pendidikan diperkuat

DILI, 28 Oktober 2026 (TATOLI) – Lebih dari 5.700 mahasiswa asal Timor-Leste saat ini sedang menempuh pendidikan tinggi di berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Seiring dengan tingginya jumlah mahasiswa tersebut, Pemerintah Timor-Leste dan Indonesia terus memperkuat kerja sama bilateral di bidang pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Berdasarkan informasi resmi Pemerintah Timor-Leste yang dipublikasikan pada Rabu (28/10), jumlah mahasiswa tersebut disampaikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia dalam pertemuan antara Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Pelaksana Tugas Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Timor-Leste, Mariano Assanami Sabino, dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia, Fauzan.
Pertemuan yang berlangsung pada 26 Oktober 2026 di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia di Jakarta, Indonesia itu membahas berbagai peluang untuk memperluas kerja sama akademik dan memperkuat kapasitas institusi pendidikan tinggi di kedua negara.
Menurut data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Indonesia, lebih dari 5.700 mahasiswa Timor-Leste saat ini mengikuti pendidikan tinggi di Indonesia melalui berbagai jalur pendidikan.
Kerja sama pendidikan kedua negara selama ini mencakup kemitraan antaruniversitas, penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta berbagai program beasiswa yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan mobilitas akademik, peningkatan kapasitas tenaga pengajar, serta pengembangan karier akademik untuk mendukung kualitas pendidikan tinggi di Timor-Leste dan Indonesia.
Selain itu, Pemerintah Timor-Leste dan Indonesia juga menjajaki pengembangan proyek penelitian bersama di sejumlah bidang strategis, terutama kesehatan, perikanan, dan keanekaragaman hayati.
Penelitian tersebut mencakup kajian mengenai berbagai penyakit, potensi sumber daya perairan, serta spesies lokal yang dapat berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan menjawab kebutuhan pembangunan kedua negara.
Kedua pihak turut membahas persoalan administratif yang dihadapi mahasiswa internasional, termasuk prosedur pengurusan visa dan izin tinggal untuk keperluan pendidikan.
Pembahasan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat mobilitas mahasiswa serta mendukung kelancaran kegiatan akademik antara institusi pendidikan tinggi Timor-Leste dan Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, kedua negara juga membahas rencana pembaruan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pendidikan tinggi yang masa berlakunya dijadwalkan berakhir pada 2027.
Pembaruan kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjamin kesinambungan kerja sama akademik dan penelitian ilmiah antara kedua negara, termasuk dalam konteks keanggotaan Timor-Leste di Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Pertemuan di Jakarta tersebut merupakan kelanjutan dari serangkaian kerja sama yang telah dibangun antara institusi pendidikan tinggi kedua negara.
Sebelumnya, pada 04 hingga 05 Oktober 2026, Wakil PM Mariano Assanami Sabino melakukan kunjungan kerja ke Universitas Brawijaya di Malang, Jawa Timur, Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, kedua pihak menandatangani dua nota kesepahaman yang mencakup kerja sama di bidang pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pembangunan pedesaan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

