Uni Eropa dan PBB perkuat sistem pangan lokal di Covalima

DILI, 14 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste bersama Uni Eropa (UE) dan badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan pelatihan bagi kelompok petani di Kotamadya Covalima untuk memperkuat sistem pangan lokal, meningkatkan gizi serta memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan sosial.
Program tersebut melibatkan badan PBB seperti Program Pangan Dunia (WFP), Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), serta sejumlah institusi Pemerintah Timor-Leste.
Peluncuran kegiatan dihadiri Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, Thorsten Bargfrede, bersama perwakilan Delegasi Uni Eropa, Kementerian Pendidikan, Kementerian Administrasi Negara, Kementerian Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan (MAPPF), otoritas kotamadya, tenaga teknis serta perwakilan WFP, ILO dan UNICEF.
Pelatihan tersebut ditujukan kepada kelompok petani dan koperasi terpilih agar mampu menjadi pemasok yang dapat diandalkan untuk Program Nasional Pemberian Makanan di Sekolah Timor-Leste melalui pendekatan Home-Grown School Feeding atau penyediaan makanan sekolah berbasis produksi lokal.
Melalui pendekatan tersebut, petani lokal dihubungkan secara langsung dengan sekolah sehingga hasil pertanian mereka dapat mendukung penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak, sekaligus menciptakan peluang pasar dan pendapatan bagi masyarakat di wilayah pedesaan.
Para petani mendapatkan pelatihan mengenai produksi pertanian berkelanjutan, penanganan pasca-panen dan literasi keuangan. Mereka juga diperkenalkan dengan Skema Jaminan Sosial Kontributif untuk membantu memperkuat mata pencaharian sekaligus meningkatkan akses terhadap perlindungan sosial.
Pelatihan difasilitasi tenaga ahli dari MAPPF, Sekretariat Negara urusan Koperasi (SECoop) dan Institut Nasional Jaminan Sosial (INSS).
Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, Thorsten Bargfrede, mengatakan Uni Eropa berkomitmen bekerja sama dengan Pemerintah Timor-Leste dan badan-badan PBB dalam mendorong pembangunan pedesaan yang inklusif.
“Uni Eropa bangga bekerja sama dengan Pemerintah Timor-Leste dan badan-badan PBB untuk mendorong pembangunan pedesaan yang inklusif. Melalui investasi pada keterampilan petani, perlindungan sosial dan sistem pangan lokal, kita memberdayakan masyarakat pedesaan, meningkatkan gizi dan memperkuat ekonomi lokal,” kata Thorsten Bargfrede dalam siaran pers yang diakses TATOLI.
Sementara itu, Perwakilan dan Direktur WFP di Timor-Leste, Jacqueline de Groot, menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara petani lokal dan sekolah melalui pendekatan Home-Grown School Feeding.
Menurutnya, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani serta pemberian kesempatan untuk memasok hasil produksi mereka ke sekolah dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Ketika petani lokal diberdayakan dengan pengetahuan, keterampilan dan kesempatan untuk memasok sekolah, manfaatnya jauh melampaui ruang kelas. Melalui pendekatan Home-Grown School Feeding, kami menciptakan pasar yang dapat diandalkan bagi petani, mendukung pola makan yang lebih sehat bagi anak-anak dan memperkuat sistem pangan yang berkontribusi terhadap ketahanan masyarakat serta pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain mengikuti pelatihan, para peserta melakukan demonstrasi lapangan di Daerah Administrasi Suai Loro. Dalam kegiatan tersebut, petani mempraktikkan sejumlah teknik pertanian berkelanjutan, seperti pembuatan kompos, rotasi tanaman dan pengelolaan bibit.
Delegasi juga mengunjungi Pusat Kesehatan Masyarakat Suai Vila untuk melihat pelayanan gizi yang didukung UNICEF, termasuk pemantauan pertumbuhan anak, pemberian mikronutrien serta berbagai kegiatan berbasis masyarakat untuk mencegah dan menangani malnutrisi.
Kunjungan tersebut menyoroti pentingnya menghubungkan sistem pangan, pelayanan gizi dan perlindungan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak dan keluarga di Timor-Leste.
Program tersebut merupakan bagian dari kemitraan antara Pemerintah Timor-Leste, Uni Eropa dan badan-badan PBB untuk meningkatkan ketahanan pangan, gizi, pembangunan pedesaan dan perlindungan sosial.
Uni Eropa memberikan kontribusi senilai US$10 juta untuk mendukung berbagai upaya dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh di seluruh Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

