Parlemen Nasional setujui kunjungan kenegaraan Presiden Republik ke Tuvalu dan Fiji

DILI, 30 September 2026 (TATOLI) – Parlemen Nasional, melalui sidang pleno, Rabu ini menyetujui kunjungan kenegaraan Presiden Republik, José Ramos Horta ke Tuvalu dan Republik Fiji.
Penyetujuan Parlemen Nasional atas permintaan Presiden Republik itu berdasarkan ketentuan dalam Pasal 80 ayat (1) dan Pasal 95 ayat (3) huruf h Konstitusi, Kepala Negara mengajukan permohonan kepada Parlemen untuk mendapatkan persetujuan awal yang diperlukan guna melakukan kunjungan kenegaraan ke luar negeri.
Dimana, Kepala Negara dalam kunjungan kenegaraan itu akan berpartisipasi dalam pertemuan Pre-COP Leader Event yang akan diselenggarakan pada tanggal 05 – 06 Oktober. Dalam pertemuan itu berdasarkan agenda akan dihadiri juga Perdana Menteri Tuvalu, Feleti Teo, Perdana Menteri Republik Fiji Sitiveni Rabuka dan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese.
Rangkaian acara ini akan menghadirkan para pengambil keputusan dibidang iklim global ke kawasan Pasifik menjelang COP31 yang akan digelar di Antalya, Turki.
Jadi, pertemuan Pre-COP Leader Event merupakan acara yang menjadi kesempatan untuk memperkuat dinamika negosiasi, sekaligus menampilkan kepemimpinan, perspektif, dan aksi iklim dari kawasan Pasifik.
Pre-COP adalah pertemuan persiapan yang diselenggarakan sebelum konferensi iklim tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dikenal sebagai COP. Pertemuan ini mempertemukan sekelompok kecil negara—biasanya antara 30 hingga 40 negara—untuk membahas isu-isu penting yang nantinya akan dinegosiasikan oleh kelompok besar yang terdiri dari 196 negara dalam ajang COP.
Biasanya, Pacific Pre-COP dihadiri oleh para pejabat, namun pertemuan ini juga akan mempertemukan para menteri, investor, dan pemimpin industri dari seluruh dunia.
Pertemuan ini dirancang untuk membantu negara-negara memberikan gagasan, memahami prioritas yang beragam, mengidentifikasi perbedaan pendapat, serta menemukan titik temu yang dapat menjadi landasan kesepakatan sebelum negosiasi formal di COP dimulai.
Pre-COP Leader Event, diselenggarakan melalui kemitraan antara Fiji, Tuvalu, dan Australia (yang bertindak sebagai Presiden Negosiasi COP31), dengan menghadirkan para pengambil keputusan global secara langsung ke kawasan Pasifik.
Dimana, tujuan utama pertemuan itu menjadi tonggak diplomatik penting terakhir sebelum COP31 untuk membangun momentum negosiasi, mengatasi hambatan krusial, serta menyoroti kerentanan iklim yang dihadapi masyarakat di garis depan.
Tim TATOLI

