Bahas keamanan nasional, Presiden Republik bertemu Dewan Tinggi Pertahanan dan Keamanan

DILI, 01 Oktober 2026 (TATOLI) – Presiden Republik, Jose Ramos-Horta, mengadakan pertemuan dengan Dewan Tinggi Pertahanan dan Keamanan untuk membahas keamanan nasional. Pertemuan tersebut diadakan di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, Kamis ini.
Pertemuan ini, yang belum pernah dilaksanakan sejak 14 Maret lalu, didahului dengan pertemuan bilateral antara Kepala Negara dan Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, yang memungkinkan kedua pemimpin tersebut untuk menyelaraskan pandangan mereka terlebih dahulu mengenai isu-isu besar bangsa.
Melansir Laman Kepresidenan Republik, disebutkan bahwa pertemuan para Dewan tersebut bertujuan untuk membahas keadaan keamanan nasional saat ini dan mempertemukan para pejabat tertinggi negara, termasuk perwakilan dari lembaga-lembaga kunci seperti FALINTIL – Angkatan Bersenjata Timor-Leste (F-FDTL), Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL), Polisi Ilmiah Investigasi Kriminal (PCIC), dan Badan Intelijen Nasional (SNI).
Selama pertemuan, para anggota Dewan membahas berbagai macam ancaman, dengan fokus khusus pada kejahatan keamanan siber, perdagangan narkoba, dan perdagangan manusia.
Menurut Kepala Pemerintah, Xanana Gusmão, yang memberikan pernyataan setelah audiensi, bahwa pertemuan tersebut sangat produktif, di mana seluruh dewan membagikan analisis mereka dan sepakat untuk mengadakan sesi baru Dewan sebelum akhir tahun ini, untuk terus menyempurnakan strategi pertahanan negara.
Kepresidenan Republik dan Pemerintah memiliki penilaian yang secara umum positif mengenai situasi keamanan di Timor-Leste saat ini, di mana Perdana Menteri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para profesional dari berbagai lembaga atas dedikasi harian dalam menjalankan tugas mereka.
Namun, Ramos-Horta dan Xanana Gusmão secara tegas mengakui perlunya terus memperbaiki dan menyesuaikan proses serta respons operasional, guna menjamin perlindungan yang semakin efektif dan mencapai keunggulan dalam menjaga keamanan serta kesejahteraan seluruh penduduk Timor-Leste.
Tim TATOLI

