Kamboja siap perkuat kerja sama digitalisasi pendidikan di Timor-Leste

DILI, 02 Juni 2026 (TATOLI) — Menteri Pos dan Telekomunikasi Kamboja, Chea Vandeth, bertemu Menteri Pendidikan, Dulce de Jesus Soares. Dalam pertemuan Menteri Chea Vandeth membahas isu-isu kerja sama yang berfokus pada strategi digitalisasi pendidikan di Timor-Leste.
Dalam pertemuan yang dilakukan di ruang Kementerian Pendidikan, Vila-Verde, Selasa ini, Menteri Chea Vandeth mengatakan bahwa ia telah menginformasikan kepada Kementerian Pendidikan tentang platform Verify.gov.tl, yang telah diluncurkan oleh Kementerian Transportasi dan Komunikasi Timor-Leste.
“Hari ini saya mengunjungi Kementerian Pendidikan untuk membahas kemungkinan menjajaki platform ini di Timor-Leste, khususnya di bidang pendidikan,” katanya kepada wartawan usai pertemuan.
Ia menambahkan bahwa platform ini sangat berguna untuk memastikan bahwa semua dokumen setiap orang adalah asli atau otentik.
Pada saat yang sama, Menteri Pendidikan, Dulce de Jesus Soares, menegaskan bahwa Menteri Kamboja telah melaporkan kepadanya untuk mengimplementasikan platform Verify.gov.tl di Kementerian Pendidikan mengenai cara melindungi dokumen Kementerian Pendidikan, terutama pada ijazah siswa.
“Jika kita menggunakan platform ini, siswa kita yang ingin mengakses pendidikan di negara lain tidak perlu lagi melegalisasi ijazah mereka di Kementerian Pendidikan seperti praktik kita biasanya, tetapi cukup menggunakan platform ini,” tegasnya.
Ia mengatakan, platform tersebut telah mendapat pengakuan di seluruh dunia dan juga diterapkan di negara-negara seperti Bangladesh, India, Filipina, Malaysia termasuk Timor-Leste.
“Jika negara lain tidak menggunakan platform ini, kita dapat melalui kedutaan kita untuk memberi tahu negara-negara tersebut, sehingga ketika siswa kita mencetak dari platform ini dapat diakui, tidak perlu datang untuk melegalisasi secara fisik di sini,” jelasnya.
Menurutnya, ketika kerja sama ini menerapkan platform ini di sektor pendidikan, maka sektor pendidikan akan menjadi lebih maju dan sangat memudahkan kebutuhan mahasiswa Timor-Leste di luar negeri.
“Sekarang kita melihat mahasiswa Timor-Leste belajar di banyak negara, kita tidak ingin merugikan mereka tetapi kita ingin mempermudah mereka mengakses dokumen dengan lebih mudah,” kata Menteri Dulce.
Karena Timor-Leste dan Kamboja telah menjalin kerja sama yang kuat di bidang pendidikan, terutama setelah penandatanganan MoU pada April 2024 di Phnom Penh, hal ini menyoroti tiga poin utama.
Pertama adalah transformasi digital di mana fokus utama adalah membawa TIK ke sekolah-sekolah. Contoh konkretnya adalah digitalisasi ijazah dengan kode QR. Ini membantu memerangi ijazah palsu dan memfasilitasi verifikasi daring ketika siswa mencari pekerjaan atau melanjutkan studi mereka di luar negeri.
Kedua adalah Pendidikan Tinggi & Sumber Daya Manusia yaitu, MoU 2024 membuka jalan bagi pertukaran fakultas, beasiswa, dan penelitian bersama. Kamboja memiliki pengalaman yang baik dalam pelatihan teknik kejuruan, yang dapat dimanfaatkan oleh Timor-Leste.
Tiga hal yang perlu diperhatikan adalah pengakuan internasional yaitu, melalui kompetisi seperti Teach Me Award, siswa Timor-Leste telah mendapatkan tempat. Dukungan dari Menteri Lingkungan Hidup Kamboja menunjukkan bahwa kerja sama ini bukan hanya antar pemerintah, tetapi juga melibatkan berbagai sektor.
Dikatakan, Kamboja telah mampu melakukan reformasi pendidikan digital secara cepat dalam sepuluh (10) tahun terakhir. Timor-Leste dapat belajar dari model “Sekolah Generasi Baru” dan sistem EMIS mereka untuk mempercepat transformasi digital di sekolah-sekolahnya.
Tim TATOLI

