Top

Makam empat Prelatus di Katedral Dili akan jadi tempat Ziarah bagi umat

Tempat Makam bagi empat tokoh Gereja Katolik yang dipersiapkan di Gereja Katedral Dili. Foto TATOLI

DILI, 10 September 2026 (TATOLI) – Uskup Agung Dili, Dom Virgílio Kardinal do Carmo da Silva mengatakan makam empat prelatus Gereja Katolik di Katedral Metropolitan Imaculada Conceição Dili akan menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik Timor-Leste.

Keempat prelatus yang akan dimakamkan bersama tersebut adalah Dom Jaime Garcia Goulart, Dom José Joaquim Ribeiro, Monsinyur Martinho da Costa Lopes dan Dom Alberto Ricardo da Silva.

Kardinal Dom Virgílio mengatakan Katedral dipilih sebagai tempat peristirahatan mereka karena memiliki hubungan erat dengan pelayanan yang telah dijalankan keempat tokoh Gereja tersebut.

“Hari ini kita akan membawa empat prelatus ke Gereja Katedral Imaculada Conceição Dili untuk dimakamkan bersama di tempat mereka pernah melayani. Makam mereka akan menjadi tempat ziarah bagi umat Katolik Timor-Leste,” kata Kardinal dalam homili di Misa penghormatan di Tasi-Tolu, Kamis.

Menurut Kardinal, ziarah ke makam empat prelatus di masa mendatang diharapkan membantu umat mengingat kembali nilai-nilai yang ikut membentuk perjalanan Timor-Leste.

Ia menyebut pengorbanan, harapan, iman dan kasih sebagai nilai yang perlu terus dikenang oleh generasi mendatang.

“Ketika kita mengunjungi tempat mereka, kita akan mengingat bahwa Timor dibangun melalui pengorbanan, harapan, iman dan kasih,” ujarnya.

Dengan demikian, makam tersebut tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir empat tokoh Gereja, tetapi juga ruang untuk memelihara ingatan mengenai perjalanan Gereja dan masyarakat Timor-Leste.

Dom Jaime Garcia Goulart tercatat sebagai Uskup pertama Keuskupan Dili, sedangkan Dom José Joaquim Ribeiro merupakan Uskup kedua Keuskupan Dili.

Monsinyur Martinho da Costa Lopes pernah memimpin Gereja lokal sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Dili, sementara Dom Alberto Ricardo da Silva menjabat sebagai Uskup Dili pada periode 2004 hingga 2015.

Jenazah Dom Jaime, Dom José Joaquim dan Monsinyur Martinho sebelumnya berada di Portugal. Ketiganya kemudian dipulangkan ke tanah air dan tiba di Dili pada 1 September 2026.

Sementara itu, Dom Alberto Ricardo da Silva sebelumnya telah dimakamkan di Pemakaman Maloa–Ailok Laran. Jenazahnya kemudian dipindahkan untuk disatukan dengan tiga prelatus lainnya dalam rangkaian penghormatan dan pemakaman di Katedral Dili.

Sebelum prosesi pemakaman, Gereja menggelar Misa penghormatan terakhir di Esplanada Tasi-Tolu pada Kamis sore.

Kardinal berharap keberadaan makam empat prelatus di satu tempat dapat membantu umat, khususnya generasi mendatang, mengenal dan menghargai kontribusi para pendahulu Gereja terhadap Timor-Leste.

Ia juga mengajak masyarakat untuk melanjutkan nilai yang mereka wariskan dengan membangun kehidupan bersama yang terbuka, damai dan mengedepankan rekonsiliasi.

Pada akhir penghormatan, Kardinal menyerahkan keempat prelatus kepada Tuhan dan memohon agar mereka terus mendoakan masyarakat Timor-Leste.

“Gembala kami berempat, sekarang beristirahatlah dalam damai Tuhan. Kami menyerahkan kalian kepada Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda, pelindung Timor. Di surga, doakanlah selalu rakyat yang kalian cintai,” katanya.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz 

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!