Indonesia kembali biayai 45 Pelajar Timor-Leste Kuliah di Indonesia

DILI, 24 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemerintah Indonesia kembali memberikan beasiswa kepada 45 pelajar Timor-Leste melalui program The Indonesian Scholarship (TIAS) atau Indonesian Aid, termasuk Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) dan Darmasiswa untuk melanjutkan pendidikan di 16 perguruan tinggi di Indonesia pada 2026.
Direktur Utama Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) atau Indonesian AID, Dalyono, mengatakan ke-45 penerima tersebut telah melewati proses seleksi dan memenuhi kualifikasi administratif maupun akademik untuk ditetapkan sebagai penerima beasiswa.
“Tahun 2026, terdapat 45 asal Timor-Leste yang akan belajar di 16 perguruan tinggi di Indonesia. Mereka sudah dinyatakan lulus, memiliki kualifikasi administratif dan akademik sehingga telah ditetapkan menjadi awardee TIAS tahun 2026,” kata Dalyono dalam seremoni pelepasan penerima beasiswa di Pusat Budaya Indonesia, Dili, Senin.
Menurut Dalyono, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk meningkatkan investasi sumber daya manusia melalui pendidikan, terutama bagi negara-negara mitra.
Ia mengatakan pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan, produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Pendidikan yang baik juga dapat meningkatkan kesiapan seseorang untuk memperoleh pekerjaan maupun menciptakan lapangan kerja.
Selain itu, investasi pendidikan dinilai dapat membantu mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kemampuan suatu negara dalam menghadapi berbagai krisis di masa mendatang.
Timor-Leste sendiri menjadi salah satu penerima penting program tersebut. Dalam dua tahun pertama pelaksanaan TIAS, tercatat 103 penerima beasiswa asal Timor-Leste atau sekitar 37 persen dari total penerima yang dikelola Indonesian Aid.
Dari 103 penerima tersebut, sedikitnya 17 mahasiswa jenjang magister di Universitas Indonesia telah menyelesaikan pendidikan pada Agustus tahun ini. Indonesian Aid berharap jaringan alumni tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan Timor-Leste.
Sementara itu, Kuasa Usaha Sementara KBRI Dili, Raden Sakunto Paksi, mengatakan persaingan memperoleh beasiswa Indonesian Aid tahun ini cukup ketat.
Pada tahap awal, sekitar 1.600 warga Timor-Leste mendaftar Indonesian Aid, sedangkan hanya 45 orang yang berhasil melewati proses seleksi.
Ia meminta para penerima memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar secara tekun, menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kembali untuk berkontribusi terhadap pembangunan Timor-Leste.
“Kami berharap sekembalinya nanti adik-adik tidak hanya membawa ijazah, tapi juga membawa ilmu, karakter, network untuk membangun bangsa dan negara ini,” katanya.
Wakil Perdana Menteri Timor-Leste, Mariano Assanami Sabino, pada kesempatan yang sama menegaskan bahwa sumber daya manusia menjadi pusat dalam perencanaan strategis pembangunan Timor-Leste.
“Manusia merupakan kekayaan utama negara, sementara sumber daya alam merupakan faktor pendukung. Peningkatan pendidikan dan kompetensi profesional juga semakin penting dalam proses integrasi Timor-Leste ke ASEAN,” ucapnya.
Salah seorang penerima TIAS, Abrão de Jesus, mengaku bangga memperoleh kesempatan tersebut karena harus bersaing dengan banyak pelamar lain.
Melalui TIAS, Abrão memilih President University untuk menempuh pendidikan jenjang sarjana di bidang Informatika, Fakultas Ilmu Komputer.
“Saya merasa sangat bangga karena banyak orang yang berkompetisi dan saya mendapatkan kesempatan untuk lolos. Banyak orang yang memang ingin belajar di Indonesia,” kata Abrão.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

