CET perjuangkan pemulangan Jenazah Prelatus sejak 2015

DILI, 10 September 2026 (TATOLI) – Konferensi Waligereja Timor-Leste (CET) telah memperjuangkan pemulangan jenazah tiga tokoh gereja prelatus Gereja Katolik prelatus yang dimakamkan di Portugal sejak 2015, sebelum rencana tersebut akhirnya dapat diwujudkan melalui kerja sama antara Gereja dan Negara.
Uskup Keuskupan Maliana, Dom Norberto do Amaral, mengatakan gagasan untuk membawa kembali jenazah para prelatus ke Timor-Leste mulai dibahas secara serius oleh CET pada masa kepemimpinan mendiang Dom Basílio do Nascimento.
“CET telah membahas hal ini sejak 2015 ketika Dom Basílio menjabat sebagai Ketua CET. Konferensi mulai membicarakannya, tetapi karena berbagai alasan pada waktu itu belum dapat direalisasikan,” kata Dom Norberto dalam rangkaian penghormatan terhadap empat prelatus di Tasi-Tolu, Dili, Kamis.
Menurutnya, meskipun proses tersebut membutuhkan waktu panjang, Gereja tidak pernah kehilangan harapan bahwa suatu hari para prelatus yang telah lama dimakamkan jauh dari tanah air dapat kembali ke Timor-Leste.
Dom Norberto mengatakan umat selama bertahun-tahun merindukan figur para prelatus yang telah memberikan kontribusi kepada Timor-Leste, terutama pada masa-masa sulit dan konflik.
“Sudah lama mereka jauh dari kita sehingga kita merindukan figur-figur yang telah memberikan kontribusi pada masa sulit dan masa perang. Kita selalu berharap suatu hari mereka kembali dan dimakamkan di tanah kita agar kita dapat mengunjungi serta berdoa di makam mereka,” ujarnya.
Ia mengatakan harapan tersebut akhirnya mulai mendapatkan jalan setelah proses pemulangan kembali dilanjutkan di bawah kepemimpinan Kardinal Dom Virgílio do Carmo da Silva.
CET kemudian berupaya membangun koordinasi dengan lembaga-lembaga negara untuk merealisasikan rencana tersebut.

Menurut Dom Norberto, perwakilan Gereja menemui Presiden Republik José Ramos-Horta untuk menyampaikan rencana pemindahan jenazah para prelatus dari luar negeri ke Timor-Leste.
Gereja selanjutnya melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão yang memberikan dukungan terhadap rencana tersebut.
Dukungan dari Negara kemudian dilanjutkan melalui pembentukan tim bersama yang melibatkan perwakilan Gereja dan Pemerintah untuk mempersiapkan seluruh proses pemulangan.
Dom Norberto menjelaskan, dari pihak Gereja proses tersebut melibatkan Kardinal Dom Virgílio, sementara Pemerintah menunjuk sejumlah anggota eksekutif untuk bekerja bersama dalam mempersiapkan proses tersebut.
Kerja sama Gereja dan Pemerintah akhirnya membuka jalan bagi pemulangan jenazah Dom Jaime Garcia Goulart, Dom José Joaquim Ribeiro dan Monsinyur Martinho da Costa Lopes dari Portugal.
Ketiga jenazah tersebut tiba di Dili pada 01 September 2026 setelah melalui Bali, Indonesia, dan selanjutnya mengikuti rangkaian penghormatan yang diselenggarakan Gereja dan Negara.
Sementara jenazah Dom Alberto Ricardo da Silva, mantan Uskup Dili yang sebelumnya dimakamkan di Pemakaman Maloa–Ailok Laran, juga dipindahkan untuk bergabung dalam rangkaian penghormatan terhadap empat prelatus.
Dom Norberto mengatakan keberhasilan membawa kembali para prelatus merupakan kegembiraan bagi Gereja dan umat karena sebuah harapan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun akhirnya dapat diwujudkan.
Menurutnya, kepulangan mereka juga memberikan kesempatan kepada generasi sekarang dan mendatang untuk mengunjungi makam, mendoakan serta mengenal lebih dekat kontribusi para prelatus terhadap Gereja dan rakyat Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

