Monsenhor Marcel : Empat Prelatus bukan sekadar nama dalam sejarah

DILI, 10 September 2026 (TATOLI) – Perwakilan Takhta Suci di Timor-Leste, Monsenhor Marcel Šmejkal, mengatakan empat prelatus Gereja Katolik yang mendapat penghormatan terakhir bukan sekadar nama yang tercatat dalam sejarah, tetapi merupakan tokoh yang meninggalkan warisan pelayanan, keberanian, perdamaian dan pembelaan terhadap martabat rakyat.
Monsenhor Marcel menyampaikan pesan tersebut dalam rangkaian penghormatan terhadap Dom Jaime Garcia Goulart, Dom José Joaquim Ribeiro, Monsinyur Martinho da Costa Lopes dan Dom Alberto Ricardo da Silva di Tasi-Tolu, Dili, Kamis.
“Figur-figur yang hari ini kita kenang bukan sekadar nama dalam catatan sejarah,” kata Monsenhor Marcel.
Menurutnya, keempat prelatus tersebut telah memperlihatkan makna seorang “gembala yang baik”, yaitu pemimpin Gereja yang bersedia berjalan bersama umat dan tidak meninggalkan mereka ketika menghadapi penderitaan.
Ia mengatakan seorang gembala sejati tidak hanya hadir dalam situasi yang mudah, tetapi bersedia berada dekat dengan mereka yang menderita, kehilangan arah dan membutuhkan perlindungan.
Semangat tersebut, menurutnya, tercermin dalam kehidupan dan pelayanan empat prelatus yang dikenang Gereja dan rakyat Timor-Leste.
Mereka memberikan pelayanan pada periode sejarah yang berbeda, tetapi memiliki kesamaan dalam keberanian untuk berada di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi sesuai dengan kebutuhan rakyat pada masanya.
Monsenhor Marcel mengatakan pelayanan para prelatus tidak terbatas pada urusan keagamaan. Mereka juga memberikan perhatian terhadap pendidikan, pembentukan manusia, perlindungan terhadap masyarakat serta pembelaan terhadap martabat manusia.
Ia menyinggung kontribusi Dom Jaime Garcia Goulart terhadap pendidikan dan pembentukan generasi muda. Pendidikan, menurutnya, menjadi bagian penting dari upaya mempersiapkan masyarakat untuk membangun masa depan.
Sementara Monsinyur Martinho da Costa Lopes dikenang sebagai salah satu figur Gereja yang berani menyuarakan penderitaan rakyat ketika masyarakat Timor-Leste hidup dalam situasi sulit dan penuh tekanan.
Keberanian untuk berdiri bersama mereka yang menderita, menurut Monsenhor Marcel, memperlihatkan bagaimana Gereja menjalankan misi pelayanan bukan hanya melalui perkataan, tetapi juga tindakan nyata.
Ia juga mengenang Dom Alberto Ricardo da Silva sebagai figur yang membawa pesan perdamaian, pengampunan dan rekonsiliasi.
Menurutnya, komitmen terhadap pengampunan dan rekonsiliasi memiliki arti penting bagi sebuah masyarakat yang pernah mengalami konflik karena pembangunan sebuah negara juga membutuhkan penyembuhan terhadap luka-luka masa lalu.
Monsenhor Marcel turut mengaitkan keteladanan empat prelatus dengan pesan yang disampaikan Paus Fransiskus ketika melakukan kunjungan apostolik ke Timor-Leste pada September 2024.
Ia mengatakan perhatian terhadap anak-anak, kaum muda, masyarakat miskin dan mereka yang menghadapi tekanan harus tetap menjadi bagian penting dari misi Gereja.
Karena itu, penghormatan kepada empat prelatus tidak hanya dimaksudkan untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meneruskan nilai-nilai yang mereka tinggalkan kepada generasi sekarang dan mendatang.
“Keempat gembala ini memberikan kehidupan mereka untuk melindungi umat dan tidak melarikan diri dari bahaya. Hari ini, ketika kita mengantar jenazah mereka ke tempat peristirahatan, kesaksian mereka diteruskan kepada kita semua,” ujarnya.
Monsenhor Marcel mengajak para pemimpin dan otoritas sipil untuk meneladani dedikasi mereka terhadap kepentingan bersama.
Ia juga menyerukan kepada umat dan generasi muda agar menjadikan iman, perdamaian, pelayanan dan kepedulian terhadap sesama sebagai bagian dari warisan yang terus dipertahankan.
Menurutnya, meskipun kehidupan para prelatus telah berakhir, kesaksian dan nilai yang mereka tinggalkan dapat terus menjadi sumber harapan bagi generasi Timor-Leste.
Dom Jaime Garcia Goulart merupakan Uskup pertama Keuskupan Dili, Dom José Joaquim Ribeiro merupakan Uskup kedua Keuskupan Dili, Monsinyur Martinho da Costa Lopes pernah menjabat Administrator Apostolik Keuskupan Dili, sedangkan Dom Alberto Ricardo da Silva merupakan Uskup Dili periode 2004–2015.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

