15 Putra-Putri Timor-Leste rampungkan studi penerbangan di Indonesia

DILI, 08 September 2026 (TATOLI) – Sebanyak 15 putra-putri Timor-Leste telah menyelesaikan pendidikan selama tiga tahun di bidang khusus penerbangan dan kebandarudaraan di sejumlah Politeknik Penerbangan Indonesia dan kembali ke tanah air untuk berkontribusi pada pengembangan sektor penerbangan nasional.
Dari jumlah tersebut, 13 merupakan penerima beasiswa dari Administrasi Navigasi Udara Timor-Leste (ANATL, E.P.) melalui Dana Pengembangan Sumber Daya Manusia (FDCH). Mereka terdiri atas 10 lulusan Diploma III (D3) dan tiga orang yang melanjutkan pendidikan ke jenjang Diploma IV (D4) pada bidang Air Traffic Controller (ATC).
Sementara itu, dua mahasiswa lainnya memperoleh fasilitasi dari ANATL untuk mengikuti pendidikan Diploma III, namun biaya pendidikan ditanggung secara mandiri oleh keluarga.
Para lulusan telah mengikuti proses wisuda pada bulan lalu setelah menyelesaikan pendidikan di Politeknik Penerbangan Indonesia yang berada di Curug, Surabaya dan Palembang pada bidang-bidang khusus yang berkaitan dengan operasional penerbangan dan kebandarudaraan.
Setibanya di Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Dili, para lulusan disambut langsung oleh Ketua Dewan Administrasi ANATL, E.P., Eng. Romualdo António Soares da Silva, Direktur Eksekutif FDCH, Julio Aparicio, serta keluarga masing-masing.
Kepulangan para lulusan disambut dengan penuh sukacita setelah mereka menempuh pendidikan selama tiga tahun di luar negeri dan kini kembali sebagai sumber daya manusia yang diharapkan dapat memperkuat sektor penerbangan Timor-Leste.
Dalam acara penyambutan di ruang Civil Important Person (CIP) Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Romualdo António Soares da Silva mengucapkan selamat kepada para lulusan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah melalui FDCH dan keluarga yang telah memberikan dukungan moral, sosial maupun finansial selama proses pendidikan.
Menurut Romualdo, pendidikan yang telah ditempuh di Indonesia diharapkan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas dengan standar internasional yang pada masa mendatang dapat mengambil bagian dalam pengelolaan ANATL dan meningkatkan kualitas pelayanan penerbangan kepada masyarakat.
“ANATL sebagai operator bandara masih membutuhkan lebih banyak tenaga profesional yang memiliki keahlian khusus di bidang penerbangan dan kebandarudaraan,” ungkap Romualdo dalam laman resmi ANATL.
Karena itu, pengembangan sumber daya manusia dengan latar belakang pendidikan penerbangan sipil, khususnya dalam pelayanan dan operasional bandara, menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan sektor penerbangan nasional.
Sementara itu, Direktur Eksekutif FDCH, Julio Aparicio, mengucapkan selamat kepada para penerima beasiswa ANATL–FDCH dan seluruh mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan mereka.
Ia mengingatkan para lulusan memiliki tanggung jawab untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama tiga tahun belajar di Politeknik Penerbangan Indonesia di Curug, Surabaya dan Palembang.
Menurutnya, pendidikan tersebut telah mempersiapkan mereka untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas dan profesional tanpa membedakan latar belakang masyarakat yang dilayani.
Julio menekankan bahwa generasi muda merupakan salah satu aset penting bagi masa depan Timor-Leste. Karena itu, para lulusan diharapkan menjadi warga negara yang bertanggung jawab, berpengetahuan dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat kapan pun dibutuhkan.
Ia juga meminta para lulusan menunjukkan sikap profesional dan menjadi harapan baru bagi bangsa melalui kualitas pelayanan yang mampu memberikan kepuasan kepada masyarakat.
Acara penyambutan diakhiri dengan pemasangan tais dan pemberian bunga oleh keluarga kepada para lulusan sebagai simbol kasih sayang dan penghargaan atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan. Kegiatan dilanjutkan dengan wawancara media dan sesi foto bersama.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

