Jelang akhir masa jabatan, Dubes TL di Jepang sampaikan rekomendasi strategis

DILI, 27 Mei 2025 (TATOLI)— Menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai Duta Besar (Dubes) Timor-Leste untuk Jepang pada 30 Juni 2025, Ilídio Ximenes da Costa menyampaikan laporan akhir serta sederet rekomendasi strategis yang ditujukan kepada penerusnya.
Melalui sebuah laporan strategis yang disiapkan oleh Dubes Ilídio berisi refleksi, pencapaian, dan rekomendasi untuk duta besar berikutnya. Laporan ini menjadi penanda komitmen berkelanjutan dalam memperkuat hubungan bilateral antara Timor-Leste dan Jepang.
Dalam laporan singkat tersebut, Dubes Ilídio menegaskan bahwa hubungan diplomatik antara kedua negara selama ini berada dalam kondisi yang sangat baik. Pemerintah Jepang dinilai konsisten memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program dan kebutuhan Pemerintah Timor-Leste, meski tantangan birokrasi di dalam negeri kerap menjadi hambatan dalam merespons peluang kerja sama dari pihak Jepang.
“Rekomendasi ini penting bagi seseorang untuk datang dan menggantikan saya untuk menindaklanjutinya,” kata Dubes Ilídio pada Tatoli secara daring.
Berita terkait : Dubes Ilídio : Pelatihan peserta TIT harus sesuai permintaan pasar Jepang
Selama lebih dari lima tahun masa tugasnya di Jepang, berbagai pencapaian diplomatik dan kerja sama konkret berhasil diwujudkan, di antaranya Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoC) program Technical Intern Training (TIT), yang telah mengirimkan 30 pemuda Timor-Leste ke berbagai prefektur di Jepang dan Penambahan jumlah mahasiswa Timor-Leste di Jepang menjadi 45 orang.
Bantuan pembangunan dari Jepang, termasuk 26 alat berat untuk IGEADI (Lembaga Manajemen Peralatan dan Dukungan untuk Pengembangan Infrastruktur), pembangunan rumah sakit anak empat lantai di Dili, hingga pengamanan tanggul dan rehabilitasi infrastruktur pascabencana serta kehadiran investor Jepang seperti Tsuneishi Shipbuilding, INPEX, ITOCHU, dan lainnya di Timor-Leste.
Dubes Ilídio juga menyoroti tantangan birokrasi di internal Timor-Leste yang kerap menjadi hambatan dalam menjawab respons cepat dari pihak Jepang. Untuk itu, ia menggarisbawahi pentingnya koordinasi yang lebih efektif antara institusi di dalam negeri dan perwakilan diplomatik di luar negeri.
Dubes Ilídio juga menekankan pentingnya promosi budaya dan pariwisata Timor-Leste di Jepang, serta perlunya tambahan staf lokal di Kedutaan Besar untuk mendukung kelancaran pelayanan diplomatik.
Di akhir pidatonya, Dubes Ilídio menyampaikan pesan menyentuh untuk rakyat Timor-Leste dan para mitra di Jepang : “Ada saatnya kita berjumpa, ada saatnya kita berpisah. Saya mohon bantu orang-orang miskin di negara saya, Timor-Leste. Anda suka rai doben Japaun. Terima kasih wine, doumo arigatou”.
Sebagai Dubes yang menjabat sejak Februari 2020, kiprah Ilídio Ximenes da Costa meninggalkan warisan penting dalam memperkuat jembatan hubungan Timor-Leste–Jepang.
Berita terkait : Dubes Ilidio sampaikan kesiapan Jepang dukung sektor maritim Timor-Leste
Selain itu, Dubes Ilídio juga menyarankan agar Pemerintah Timor-Leste lebih aktif menggelar forum bisnis di Jepang serta memperluas program pelatihan teknis dan peningkatan kapasitas ASN (Aparatur Sipil Negara) sebagai bagian dari persiapan desentralisasi pemerintahan.
Sebagian rekomendasi yang disebutkan dalam laporan terssebut terdiri dari melanjutkan pertemuan dengan tokoh penting Jepang, termasuk pejabat senior, mantan diplomat, akademisi, dan anggota parlemen, menjaga komunikasi rutin dengan Kementerian Luar Negeri Jepang (MoFA), JICA, dan mitra pembangunan lainnya serta meminta pengiriman atase militer, perdagangan, dan industri dari Timor-Leste ke Jepang.
Selain itu, menjalin hubungan dengan mahasiswa, pekerja magang, dan komunitas Timor-Leste di Jepang, menambah staf lokal yang fasih berbahasa Tetun dan Portugis guna mendukung fungsi Kedutaan dan Atase Tenaga Kerja.
Rekomendasi lainnya berfokus pada pendidikan dan peningkatan kapasitas, pengembangan ekonomi dan investasi, kerja sama di bidang maritim dan keamanan, kesehatan dan bantuan kemanusiaan, penguatan pendidikan vokasi dan infrastruktur, diplomasi budaya dan kota persahabatan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

