Peluang kerja di Jepang, SOSHIJI rekrut delapan pemuda Timor-Leste

DILI, 27 Oktober 2026 (TATOLI) – Agensi Koperasi SOSHIJI asal Jepang kembali membuka peluang kerja bagi tenaga kerja Timor-Leste dengan merekrut delapan pemuda dari sejumlah pusat pelatihan kejuruan untuk bekerja di empat perusahaan Jepang yang bergerak di sektor konstruksi.
Penasihat Sekretariat Negara untuk Pelatihan Professional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE), Ilídio Ximenes da Costa, mengatakan kedelapan pemuda tersebut berasal dari Pusat Pelatihan Tibar, Pusat Pelatihan Dom Bosco Comoro, Pusat Pelatihan Becora, dan Pusat Pelatihan Beasu di Viqueque.
Menurutnya, proses seleksi telah dilaksanakan pada 22–23 Oktober 2026. Seluruh peserta yang dinyatakan lulus kini mengikuti pelatihan bahasa Jepang sebagai persiapan sebelum diberangkatkan untuk bekerja pada tahun depan.
“Delapan pemuda kita telah memperoleh kontrak kerja selama tiga tahun di Jepang. Saat ini mereka sedang mengikuti pelatihan bahasa Jepang dan direncanakan akan berangkat bekerja pada tahun depan,” kata Ilídio Ximenes kepada TATOLI melalui WhatsApp, Selasa (27/10).
Ia menjelaskan bahwa delapan pekerja yang direkrut seluruhnya laki-laki dan akan ditempatkan di empat perusahaan Jepang, dengan masing-masing perusahaan menerima dua pekerja asal Timor-Leste.
Keempat perusahaan tersebut adalah Omura Suishin di Prefektur Nagasaki, yang bergerak dalam pekerjaan instalasi perpipaan, pengeboran horizontal, dan konstruksi sipil.
Selanjutnya, Matsunaga Kensetsu di Prefektur Oita, yang menangani pekerjaan konstruksi di ketinggian, pembangunan fondasi dalam, dan pencegahan tanah longsor.
Sementara itu, perusahaan ON di Prefektur Fukuoka bergerak di bidang pengecatan bangunan dan penghilangan material asbes, sedangkan Hoshin Kensetsu, juga di Fukuoka, bergerak dalam pengoperasian alat berat untuk penggalian serta pekerjaan pendukung konstruksi.
Ilídio menilai perekrutan tersebut mencerminkan semakin besarnya kepercayaan perusahaan Jepang terhadap kemampuan tenaga kerja Timor-Leste, sekaligus memperluas peluang kerja ke berbagai wilayah di negara tersebut.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahap awal, kesempatan kerja bagi pemuda Timor-Leste hanya tersedia di Prefektur Kochi dengan tujuh pekerja. Namun, program tersebut kini mulai berkembang ke sejumlah prefektur lainnya.
“Sebelumnya hanya ada di Prefektur Kochi dengan tujuh pekerja. Sekarang peluang kerja mulai meluas ke Nagasaki, Hiroshima, Ibaraki, Hokkaido, dan beberapa wilayah lainnya,” jelasnya.
Menurut Ilídio, saat ini terdapat 89 warga Timor-Leste yang bekerja di Jepang. Selain itu, sebanyak 41 calon pekerja telah lulus seleksi dan sedang mengikuti pelatihan bahasa Jepang di Pusat Pelatihan Becora, termasuk delapan pemuda yang baru direkrut.
Ia menegaskan bahwa kerja sama ketenagakerjaan dengan Jepang memberikan manfaat bagi Timor-Leste, terutama dalam mengurangi pengangguran, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, serta memperkuat perekonomian keluarga melalui pendapatan yang diperoleh dari bekerja di luar negeri.
Selain memperoleh penghasilan, para pekerja juga memiliki kesempatan mempelajari teknologi, disiplin kerja, dan keterampilan profesional di Jepang yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan Timor-Leste pada masa mendatang.
Meski demikian, Ilídio menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pusat pelatihan kejuruan, termasuk melalui pengadaan mesin, peralatan praktik, bahan pembelajaran, serta penambahan tenaga pengajar dan instruktur yang berkualitas.
“Berinvestasi pada generasi muda berarti berinvestasi untuk masa depan negara tercinta ini,” tegasnya.
Sementara itu, pada Senin (26/10), Presiden Agensi Koperasi SOSHIJI, Keijiro Soshijiro Saito, bersama Direktur Jenderal SEFOPE, Carlito Cabral, dan tim terkait melakukan kunjungan observasi ke Pusat Pelatihan Tibar.
Kunjungan tersebut bertujuan meninjau fasilitas dan kapasitas pelatihan sekaligus menjajaki peluang kerja yang lebih luas bagi pemuda Timor-Leste, khususnya di sektor konstruksi sipil dan pertanian di Jepang.
Ilídio mengatakan bahwa dalam kunjungan itu, pihak SOSHIJI menilai fasilitas pelatihan yang tersedia sudah memadai. Namun, kemampuan bahasa dan pemahaman budaya Jepang perlu terus ditingkatkan agar para calon pekerja dapat beradaptasi dengan baik ketika bekerja di negara tersebut.
Melalui perluasan kerja sama ini, SEFOPE berharap semakin banyak generasi muda Timor-Leste memperoleh kesempatan bekerja di Jepang, meningkatkan keterampilan profesional, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi nasional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

