Timor Gap akuisisi saham Woodside senilai US$200 juta di Greater Sunrise

DILI, 27 Oktober 2026 (TATOLI) – Perusahaan minyak dan gas nasional Timor-Leste, Timor Gap, E.P., menandatangani perjanjian jual beli (Sale and Purchase Agreement/SPA) dengan perusahaan energi Australia, Woodside Energy Ltd, untuk mengakuisisi seluruh kepentingan partisipasi Woodside dalam proyek gas Greater Sunrise senilai US$200 juta.
Penandatanganan perjanjian tersebut berlangsung pada Selasa (27/10), disaksikan langsung oleh Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral Timor-Leste, Francisco da Costa Monteiro, dan dilanjutkan dengan konferensi pers bersama kedua perusahaan di Hotel Timor, Dili.
Melalui kesepakatan ini, Timor Gap berencana menguasai 100 persen kepentingan partisipasi di Greater Sunrise setelah seluruh proses transaksi dan pengalihan kepentingan mitra lainnya diselesaikan.
Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, menyebut kesepakatan tersebut sebagai tonggak sejarah penting bagi Timor-Leste dalam memperjuangkan pengelolaan sumber daya minyak dan gas bumi secara mandiri.
“Ini merupakan tonggak sejarah yang sangat besar. Sejak ladang Greater Sunrise ditemukan pada 1974, lebih dari 50 tahun lalu, untuk pertama kalinya kita dapat mengatakan bahwa ladang ini kembali sepenuhnya ke tangan pemilik aslinya, yaitu rakyat Timor-Leste, melalui perusahaan nasional Timor Gap,” kata Menteri Francisco dalam konferensi pers tersebut.
Menurutnya, penguasaan penuh kepentingan partisipasi Greater Sunrise akan memperkuat posisi Timor-Leste dalam menentukan arah pengembangan proyek, termasuk mempercepat rencana pembangunan jaringan pipa gas dan fasilitas pengolahan gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) di pantai selatan Timor-Leste.
Ia mengatakan bahwa selama enam hingga tujuh tahun terakhir, pemerintah bersama para mitra telah melakukan perundingan untuk menyelesaikan tiga dokumen utama yang menjadi dasar pengembangan proyek, yakni Petroleum Mining Code (PMC), kerangka fiskal (Fiscal Regime), dan Kontrak Bagi Hasil (Production Sharing Contract/PSC).
“Bagi Timor-Leste, hal ini justru menempatkan kita pada posisi yang lebih kuat karena memungkinkan kita memiliki satu posisi yang solid dalam mengembangkan ladang ini. Langkah selanjutnya adalah menyelesaikan seluruh studi teknis yang diperlukan untuk mewujudkan pembangunan pipa gas dan fasilitas LNG di Timor-Leste,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua dan CEO Timor Gap, Rui Maria Alves Soares, menjelaskan bahwa transaksi senilai US$200 juta tersebut akan dibayarkan dalam tiga tahap, berdasarkan pencapaian sejumlah tahapan penting pengembangan Greater Sunrise.
Pembayaran pertama sebesar US$13,71 juta akan dilakukan setelah transaksi memperoleh seluruh persetujuan yang diperlukan dari pemerintah, regulator, dan pihak terkait.
Selanjutnya, pembayaran kedua senilai US$11,29 juta akan dilakukan dalam waktu 30 hari setelah keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) ditetapkan.
Adapun pembayaran terbesar, yakni US$175 juta, akan dilakukan dalam waktu 365 hari setelah dimulainya pemuatan kargo LNG komersial pertama untuk dijual.
“Pembayaran terbesar baru dilakukan setelah kita berhasil menjual kargo LNG pertama. Kami sangat berterima kasih kepada Woodside atas kepercayaan yang diberikan karena kedua pihak memiliki visi yang sama agar proyek Greater Sunrise terus berkembang,” ujar Rui Soares.
Ia menilai skema pembayaran tersebut mencerminkan hubungan kerja sama dan kepercayaan antara kedua perusahaan untuk memastikan pengembangan Greater Sunrise dapat terus berlanjut.
Di tempat yang sama, Executive Vice President Technical and Energy Development Woodside Energy, Julie Fallon, mengatakan penyelesaian transaksi ditargetkan berlangsung pada paruh pertama 2027, setelah seluruh persyaratan hukum dan persetujuan pemerintah serta regulator terpenuhi.
“Penyelesaian transaksi ini bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan, termasuk persetujuan pemerintah, regulator, dan para pihak dalam usaha patungan terkait, dengan target penyelesaian pada paruh pertama 2027,” kata Julie Fallon.
Ia menegaskan Woodside akan bekerja sama dengan Timor Gap Pemerintah Timor-Leste, Australia, dan para pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan proses pengalihan berjalan dengan baik.
Berdasarkan siaran pers resmi Timor Gap, akuisisi tersebut mencakup seluruh kepentingan Woodside dalam Retention Lease NT/RL2 dan NT/RL4 serta Production Sharing Contract JPDA 03-19 dan JPDA 03-20.
Timor Gap menyatakan bahwa transaksi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mempercepat pengembangan Greater Sunrise melalui pembangunan pipa gas menuju Natarbora, di pantai selatan Timor-Leste.
Greater Sunrise merupakan lapangan gas dan kondensat yang mencakup ladang Sunrise dan Troubadour, terletak sekitar 150 kilometer di tenggara Timor-Leste dan 450 kilometer di barat laut Darwin, Australia.
Pengembangan proyek ini diharapkan dapat memperkuat industri energi nasional, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Timor-Leste, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, dan membuka peluang bagi pertumbuhan usaha serta kegiatan ekonomi di wilayah selatan negara tersebut.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

