Parlemen dan Pemerintah TL mulai bahas keberlanjutan Keuangan Negara dalam APBN 2027

DILI, 14 Oktober 2026 (TATOLI) – Parlemen Nasional bersama Pemerintah Timor-Leste membahas keberlanjutan keuangan negara dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2027, dengan memberikan perhatian terhadap pengelolaan Dana Perminyakan, perkembangan pendapatan dan pengeluaran negara, serta risiko fiskal yang dapat memengaruhi perekonomian nasional.
Pembahasan tersebut berlangsung dalam Seminar Panorama Orçamental 2027 yang diselenggarakan Komisi C Parlemen Nasional di Auditorium Kay Rala Xanana Gusmão, Kementerian Keuangan, Dili, Rabu ini.
Ketua Komisi C Parlemen Nasional, Cedelízia Faria dos Santos, mengatakan seminar tersebut menjadi ruang dialog teknis dan kelembagaan untuk memperdalam pemahaman mengenai kondisi ekonomi dan keuangan negara, termasuk berbagai tantangan yang perlu diantisipasi dalam pelaksanaan APBN 2027.
Menurutnya, pembahasan anggaran perlu mempertimbangkan perkembangan pendapatan dan belanja publik, situasi makroekonomi, penerimaan dari sektor perminyakan, kondisi Dana Perminyakan, serta perkembangan utang publik.
“Melalui seminar ini, kita ingin menganalisis perkembangan pendapatan dan pengeluaran publik, kondisi makroekonomi, keberlanjutan keuangan negara, pendapatan minyak dan Dana Perminyakan, serta mengidentifikasi berbagai risiko yang dapat memengaruhi pelaksanaan anggaran,” kata Cedelízia dalam sambutannya.
Sementara itu, Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão menegaskan pentingnya pengelolaan Dana Perminyakan secara hati-hati agar negara tetap memiliki kemampuan membiayai kebutuhan pembangunan dalam jangka panjang.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah telah melakukan pembahasan bersama Bank Sentral Timor-Leste (BCTL), Kementerian Keuangan, TIMOR GAP, dan sejumlah tenaga teknis untuk mencari pendekatan terbaik dalam mengelola Dana Perminyakan.
Menurut PM Xanana, Pemerintah juga telah berdiskusi dengan para ahli dari Australia dan Norwegia mengenai strategi investasi dan keberlanjutan dana tersebut.
“Kita harus mempertimbangkan apa yang akan terjadi apabila Dana Perminyakan suatu hari habis. Apakah kita kemudian harus menutup negara karena tidak lagi memiliki uang?” ujarnya.
Ia menilai Timor-Leste perlu mempersiapkan kebijakan keuangan yang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memperhitungkan tantangan ekonomi pada masa mendatang.
Xanana turut menyinggung kemungkinan penyesuaian strategi investasi Dana Perminyakan. Namun, menurutnya, setiap keputusan harus mempertimbangkan perkembangan dan ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Sebelumnya, Dewan Menteri pada 30 September 2026 telah menyetujui usulan APBN 2027 dengan nilai konsolidasi sebesar US$2,5685 miliar, termasuk alokasi sebesar sekitar US$2,487 miliar untuk Pemerintah Pusat.
Usulan anggaran tersebut mengusung tema “Memperkuat Ketahanan melalui Transformasi: Diversifikasi Ekonomi demi Masa Depan yang Berkelanjutan”, dengan tujuan memperkuat kapasitas produktif dan mengurangi kerentanan ekonomi nasional.
Seminar ini turut melibatkan kementerian terkait, BCTL, Bank Dunia, lembaga pengawas keuangan, dan organisasi masyarakat sipil untuk memberikan berbagai perspektif dalam pembahasan rancangan APBN 2027 sebelum mendapat persetujuan akhir dari Parlemen Nasional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

