Jelang Keketuaan ASEAN 2029, Belanda perkuat kapasitas diplomat Timor-Leste

DILI, 09 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Belanda memperkuat kerja sama dengan Timor-Leste dalam meningkatkan kapasitas diplomat melalui berbagai program pelatihan internasional, khususnya di bidang negosiasi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber, dan keterampilan diplomasi, guna mendukung kesiapan negara tersebut menuju keketuaan ASEAN pada 2029.
Duta Besar Belanda untuk Indonesia dan Timor-Leste, Marc Gerritsen, mengatakan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang diplomasi menjadi salah satu prioritas kerja sama bilateral kedua negara, terutama setelah Timor-Leste menjadi anggota ASEAN.
“Salah satu program yang sangat penting adalah kerja sama kami dengan Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste. Kami melatih para diplomat agar mampu membangun hubungan yang lebih efektif dengan negara lain, sekaligus memahami tantangan kecerdasan buatan, keamanan siber, dan keterampilan diplomasi,” kata Dubes Marc Gerritsen kepada TATOLI di Palm Spring Hotel, Kamis (08/10).
Menurutnya, Belanda telah menyediakan berbagai kesempatan pelatihan bagi diplomat Timor-Leste, baik melalui kegiatan langsung di Belanda, pembelajaran daring, maupun program pelatihan yang diselenggarakan di kawasan Asia Tenggara.
“Kami mengundang para diplomat untuk datang ke Belanda. Kami juga menyelenggarakan pelatihan secara daring dan terkadang mengadakan pelatihan di negara lain di kawasan, seperti Manila, Filipina,” jelasnya.
Dubes Marc mengatakan program tersebut bertujuan memperkuat kemampuan diplomat Timor-Leste dalam menghadapi berbagai tantangan hubungan internasional yang semakin kompleks, sekaligus meningkatkan efektivitas komunikasi dan negosiasi dengan negara-negara mitra.
Ia menilai keterampilan diplomasi dan negosiasi menjadi semakin penting seiring meningkatnya peran Timor-Leste dalam organisasi regional ASEAN, termasuk persiapan untuk mengemban tanggung jawab sebagai ketua organisasi tersebut pada 2029.
Institut clingendael akan latih diplomat Timor-Leste pada 2027
Sebagai bagian dari kerja sama pengembangan kapasitas diplomatik, Dubes Marc mengungkapkan bahwa Direktur Institut Clingendael dari Belanda dijadwalkan mengunjungi Timor-Leste pada 2027 untuk memberikan pelatihan khusus mengenai keterampilan negosiasi.
Institut Clingendael merupakan lembaga penelitian dan pelatihan hubungan internasional yang berbasis di Belanda dan memiliki keahlian dalam bidang diplomasi serta negosiasi internasional.
“Direktur Institut Clingendael merupakan seorang ahli dalam bidang negosiasi. Ia akan datang ke Timor-Leste tahun depan untuk membantu para diplomat senior maupun junior di MNEC agar menjadi negosiator yang lebih baik,” ungkapnya.
Menurut Dubes Marc, pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para diplomat Timor-Leste dalam menjalankan tugas diplomatik, khususnya ketika terlibat dalam perundingan bilateral dan multilateral bersama negara-negara anggota ASEAN maupun mitra internasional lainnya.
Ia menegaskan bahwa kemampuan negosiasi menjadi salah satu keterampilan penting yang diperlukan dalam menjalankan keketuaan ASEAN, mengingat organisasi tersebut mengedepankan konsultasi dan konsensus dalam proses pengambilan keputusan.
“Hal ini tentu sangat penting ketika Timor-Leste terlibat dalam ASEAN dan menjalankan keketuaan ASEAN. Saya yakin keterampilan tersebut akan sangat bermanfaat ketika Timor-Leste memegang keketuaan ASEAN, yang diharapkan berlangsung pada 2029,” tegasnya.
Selain mendukung peningkatan kapasitas diplomat, Dubes Marc menegaskan bahwa Belanda memandang Timor-Leste sebagai salah satu mitra penting di kawasan Asia Tenggara karena kedua negara memiliki kesamaan pandangan mengenai sejumlah nilai fundamental dalam hubungan internasional.
Menurutnya, kebebasan pers, perlindungan hak asasi manusia, dan penghormatan terhadap hukum internasional merupakan prinsip bersama yang dapat menjadi dasar penguatan hubungan bilateral kedua negara.
“Bagi Belanda, Timor-Leste merupakan negara yang sangat penting karena menjadi anggota ASEAN dan memiliki banyak kesamaan pandangan dengan kami. Kebebasan media, hak asasi manusia, dan hukum internasional merupakan norma serta nilai penting yang kita junjung bersama,” katanya.
Ia menjelaskan kesamaan prinsip tersebut membuka peluang bagi Belanda dan Timor-Leste untuk memperluas kerja sama dalam berbagai forum internasional, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan ASEAN.
“Kami ingin bekerja sama dengan Timor-Leste dalam bidang internasional, termasuk berbagai isu yang berkaitan dengan ASEAN. Kami juga sangat tertarik untuk mendukung pembangunan ekonomi Timor-Leste,” ujarnya.
Dalam bidang ekonomi, Dubes Marc menyebutkan pembangunan infrastruktur, termasuk pelabuhan, sebagai salah satu sektor yang memiliki potensi kerja sama.
Ia juga menyoroti keberadaan investasi Belanda di Timor-Leste melalui perusahaan produsen bir Bintang Heineken, yang disebutnya sebagai salah satu investasi asing terbesar di negara tersebut.
“Salah satu investasi asing terbesar di Timor-Leste berasal dari Belanda, yaitu pabrik bir Bintang Heineken. Kami berharap akan ada lebih banyak investasi yang masuk ke Timor-Leste,” ungkapnya.
Dubes Marc menegaskan bahwa Belanda ingin terus memperkuat hubungan dengan Timor-Leste melalui dua bidang utama, yakni pembangunan ekonomi dan kerja sama dalam penegakan hukum internasional.
Melalui penguatan kerja sama diplomasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta perluasan hubungan ekonomi, Belanda berharap dapat mendukung peran Timor-Leste yang semakin aktif dalam kerja sama regional dan internasional, khususnya menjelang keketuaan ASEAN yang diharapkan berlangsung pada 2029.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

