Makau ingin perkuat kerja sama dengan Timor-Leste di bidang pendidikan dan ekonomi

DILI, 09 Oktober 2026 (TATOLI) – Makau berkomitmen memperkuat kerja sama dengan Timor-Leste di berbagai sektor strategis, terutama pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, perdagangan, dan pembangunan ekonomi, dengan memanfaatkan hubungan historis, kesamaan bahasa Portugis, serta posisi Makau sebagai penghubung dengan pasar China.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Majelis Umum Asosiasi Pekerja Pelayanan Publik Makau, Rita Santos, dan anggota Dewan Legislatif Makau sekaligus Ketua Asosiasi tersebut, José Pereira Coutinho, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, di Dili.
Rita Santos mengatakan Makau siap terus mendukung pembangunan Timor-Leste melalui penguatan kemitraan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pertukaran pengalaman antara lembaga pemerintah dan pelaku usaha dari kedua wilayah.
“Makau selalu membuka pintu untuk terus membangun kemitraan dengan masyarakat Timor-Leste guna mendukung pembangunan ekonomi dan menciptakan lebih banyak kesempatan kerja,” kata Rita Santos.
Ia menjelaskan, hubungan kerja sama antara Makau dan Timor-Leste telah terjalin sejak lama, termasuk melalui Forum Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan antara China dan Negara-Negara Berbahasa Portugis atau Forum Makau, yang dibentuk pada 2003.
Selama menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Forum Makau, Rita Santos mengaku telah mendorong berbagai kegiatan untuk mempererat hubungan antara masyarakat Timor-Leste dengan lembaga dan sektor swasta Makau, termasuk penyelenggaraan seminar dan pertemuan bisnis.
Menurutnya, kerja sama tersebut perlu terus dikembangkan mengingat Makau memiliki peran strategis sebagai platform penghubung antara China dan negara-negara berbahasa Portugis.
Selain itu, Makau juga dapat menjadi pintu masuk bagi Timor-Leste untuk mengakses kawasan ekonomi Greater Bay Area Guangdong–Hong Kong–Makau, yang mencakup sejumlah kota di Provinsi Guangdong serta wilayah administratif khusus Hong Kong dan Makau.
Rita Santos turut menekankan pentingnya bahasa Portugis sebagai salah satu bahasa resmi di Makau yang dapat mempermudah komunikasi dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
Dalam kunjungannya yang ketujuh ke Timor-Leste, ia mengapresiasi peningkatan kemampuan bahasa Portugis di kalangan generasi muda Timor-Leste, yang dinilainya dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama dengan Makau dan negara-negara berbahasa Portugis lainnya.
Ia juga mengenang hubungan solidaritas historis antara masyarakat Makau dan Timor-Leste, termasuk dukungan terhadap pemuda Timor-Leste yang pernah diterima di Makau selama masa pendudukan Indonesia.
Forum Makau 2027 buka peluang kerja sama baru
Rita Santos mengungkapkan bahwa Konferensi Tingkat Menteri Forum Makau dijadwalkan berlangsung pada 2027 dengan melibatkan perwakilan pemerintah dan pengusaha dari negara-negara peserta.
Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan penandatanganan rencana kerja sama ekonomi dan perdagangan antara China dan negara-negara berbahasa Portugis, mencakup pembangunan infrastruktur, perdagangan, pelatihan sumber daya manusia, pemanfaatan sumber daya alam, dan kebudayaan.
Ia berharap Timor-Leste dapat berpartisipasi melalui perwakilan pemerintah dan sektor swasta untuk memperluas kemitraan serta mengidentifikasi peluang investasi dan pembangunan ekonomi.
Sementara itu, anggota Dewan Legislatif Makau, José Pereira Coutinho, menegaskan pentingnya menerjemahkan hubungan persahabatan antara Makau dan Timor-Leste menjadi kerja sama konkret, khususnya dalam bidang pendidikan dan peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan.
“Kami ingin berkontribusi terhadap pembangunan Timor-Leste, terutama di bidang pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam pelayanan publik,” ujarnya.
Menurut José, kesamaan bahasa Portugis dan sistem hukum yang memiliki akar tradisi Portugis menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama kelembagaan antara kedua wilayah.
Ia mencontohkan kontribusi Makau dalam pendidikan tenaga profesional Timor-Leste, termasuk sejumlah ahli hukum dan pengacara yang menempuh pendidikan di Universitas Makau.
José menilai pertemuan antarlembaga perlu terus dilakukan untuk mengidentifikasi peluang kerja sama baru yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Timor-Leste.
Delegasi Makau juga berencana melanjutkan komunikasi dan koordinasi kelembagaan setelah kembali ke Makau guna memperkuat hubungan profesional serta mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

