Top

Keluarga Mendiang Francisco Guterres Lú Olo terima Penghargaan Excelência Lusófona 2026  

Istri mendiang mantan Presiden Republik (PR) Timor-Leste, Francisco Guterres “Lú Olo", Cidália Lopes Nobre Mouzinho Guterres, bersama dua anaknya menerima penghargaan Prémio Excelência Lusófona 2026 yang diberikan secara anumerta dalam acara Gala Prémios da Lusofonia ke-10 di Casino Estoril, Portugal, Sabtu (10/10). Foto Pagina Ofisial Francisco Guterres Lú Olo

DILI, 11 Oktober 2026 (TATOLI) – Keluarga mendiang Mantan Presiden Republik (PR) Timor-Leste, Francisco Guterres “Lú Olo”, menerima penghargaan Prémio Excelência Lusófona 2026 yang diberikan secara anumerta dalam acara Gala Prémios da Lusofonia ke-10 di Casino Estoril, Portugal, Sabtu (10/10).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh istri mendiang Lú Olo, Cidália Lopes Nobre Mouzinho Guterres, bersama anak-anaknya, sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan hidup, kepemimpinan, dan kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan serta pembangunan negara Timor-Leste.

Penganugerahan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 30 tahun berdirinya Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP), yang memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh dari negara-negara anggota atas kontribusi mereka di berbagai bidang.

Berdasarkan informasi yang disampaikan penyelenggara Gala Prémios da Lusofonia, penghargaan tersebut awalnya direncanakan untuk diterima langsung oleh Lú Olo semasa hidupnya.

Mendiang Lú Olo bahkan telah menyambut kabar penganugerahan itu dengan penuh kegembiraan. Seluruh persiapan juga telah dilakukan agar dirinya dapat menghadiri acara di Casino Estoril pada 10 Oktober 2026 untuk menerima penghargaan secara langsung.

Namun, kepergiannya pada 21 Juni 2026 menyebabkan penghargaan tersebut harus diberikan secara anumerta dan diterima oleh keluarganya.

Istri mendiang mantan Presiden Republik (PR) Timor-Leste, Francisco Guterres “Lú Olo”, Cidália Lopes Nobre Mouzinho Guterres, bersama dua anaknya menerima penghargaan Prémio Excelência Lusófona 2026 yang diberikan secara anumerta dalam acara Gala Prémios da Lusofonia ke-10 di Casino Estoril, Portugal, Sabtu (10/10). Foto Pagina Ofisial Francisco Guterres Lú Olo

Penghargaan Prémio Excelência Lusófona diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi dan kepemimpinan penting serta memberikan dampak di tingkat nasional maupun internasional dalam komunitas negara-negara berbahasa Portugis.

Francisco Guterres “Lú Olo” lahir pada 7 September 1954 di Ossú, Kotamadya Viqueque. Ia menempuh pendidikan dasar di Colégio de Santa Teresinha dan pendidikan menengah di Dili pada 1969 hingga 1973, sebelum kemudian menyelesaikan pendidikan tinggi di bidang hukum.

Lú Olo merupakan salah satu tokoh bersejarah dalam perjuangan kemerdekaan Timor-Leste. Setelah invasi Indonesia pada 1975, ia bergabung dalam perjuangan bersenjata bersama Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (FRETILIN) untuk memperjuangkan kemerdekaan negara tersebut.

Selama masa perlawanan, Lú Olo mengemban berbagai tanggung jawab politik dan militer. Setelah wafatnya Konis Santana pada 1998, ia mengambil alih kepemimpinan politik perjuangan bersenjata FRETILIN.

Setelah referendum kemerdekaan pada 30 Agustus 1999, Lú Olo memainkan peran penting dalam reorganisasi FRETILIN dan proses pembentukan institusi negara.

Pada 2001, ia terpilih sebagai Ketua Majelis Konstituante yang bertanggung jawab menyusun Konstitusi Republik Demokratik Timor-Leste.

Selanjutnya, pada 20 Mei 2002, Lú Olo berperan dalam pemulihan kemerdekaan Timor-Leste dan pelantikan Kay Rala Xanana Gusmão sebagai Presiden Republik pertama setelah restorasi kemerdekaan.

Foto bersama usai menerima penghargaan. Foto Pagina Ofisial Francisco Guterres Lú Olo

Ia kemudian menjabat sebagai Ketua Parlemen Nasional pada periode 2002 hingga 2007, sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden Republik Timor-Leste untuk periode 2017 hingga 2022.

Atas pengabdiannya kepada negara, Lú Olo menerima sejumlah penghargaan, termasuk Colar da Ordem de Timor-Leste pada 2009, Grande-Colar da Ordem de Timor-Leste pada 2022, serta Grande-Colar da Ordem do Infante D. Henrique dari Portugal pada tahun yang sama.

Mendiang Lú Olo meninggal dunia pada 21 Juni 2026 di Rumah Sakit Prince Court, Kuala Lumpur, Malaysia, dalam usia 71 tahun. Ia meninggalkan  istri dan empat anak, yakni Francisco Cidalino Guterres (Olo Kai), Eldino Nobre Guterres, Felezito Samora Guterres, dan Dália Guterres.

Sementara itu, Gala Prémios da Lusofonia ke-10 diselenggarakan oleh Associação Internacional das Comunidades de Língua Portuguesa (CLPI), bekerja sama dengan Pemerintah Kota Cascais dan mendapat dukungan kelembagaan dari CPLP.

Acara tersebut memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh yang berkontribusi dalam bidang sastra, olahraga, kewirausahaan, hak asasi manusia, komunikasi sosial, teater, perfilman, musik, serta mode dan desain.

Penyelenggaraan penghargaan ini juga bertujuan memperkuat hubungan budaya, mempromosikan keberagaman, dan mengapresiasi kontribusi tokoh-tokoh dari negara anggota CPLP dalam memajukan komunitas berbahasa Portugis.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!