Top

Penerbangan langsung Dili – Bangkok ditargetkan segera beroperasi  

Menteri Transportasi dan Komunikasi Timor-Leste, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, melakukan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, di Bangkok. Foto MTK

DILI, 11 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste dan Thailand sepakat mempercepat penyelesaian Perjanjian Layanan Udara (Air Services Agreement/ASA) guna membuka penerbangan komersial langsung antara Dili dan Bangkok, yang berpeluang mulai beroperasi pada November 2026.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral antara Menteri Transportasi dan Komunikasi Timor-Leste, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, di Bangkok, Jumat (09/10).

Pertemuan itu berlangsung dalam rangkaian kunjungan resmi Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, ke Thailand dan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul.

Menteri Miguel Manetelu menjelaskan Pemerintah Thailand telah menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi pengoperasian penerbangan langsung antara kedua negara tanpa harus menunggu penandatanganan resmi Perjanjian Layanan Udara.

Menurutnya, pembahasan teknis dan persiapan operasional dapat segera dimulai untuk mempercepat pembukaan rute penerbangan tersebut.

“Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Transportasi dan Komunikasi telah menyelesaikan seluruh prosedur internal dan siap menandatangani perjanjian tersebut, dengan tetap menghormati persyaratan yang ditetapkan Thailand,” kata Menteri Manetelu.

Ia menegaskan perjanjian tersebut akan menjadi landasan penting untuk meningkatkan konektivitas udara, mempermudah mobilitas penumpang dan pengangkutan barang, serta mendorong perdagangan, pariwisata, investasi, dan hubungan antarmasyarakat kedua negara.

Menteri Miguel mengatakan Pemerintah Timor-Leste juga akan membahas rencana penerbangan langsung Dili–Bangkok dengan pemilik maskapai Aero Dili, Lourenço Oliveira, terutama terkait keuntungan dan tantangan komersial pengoperasian rute tersebut.

“Kita perlu berdiskusi dengan pemilik Aero Dili, Lourenço Oliveira, mengenai keuntungan dan kerugian komersial penerbangan langsung antara Dili dan Thailand. Keputusan untuk memulai penerbangan tersebut bergantung pada pihak Aero Dili,” jelasnya.

Menurutnya, apabila Aero Dili memutuskan untuk memulai layanan penerbangan pada November 2026, Pemerintah Timor-Leste dapat segera berkoordinasi dengan Kementerian Transportasi Thailand melalui otoritas penerbangan sipil negara tersebut untuk membahas prosedur yang diperlukan.

Sementara itu, penandatanganan resmi Perjanjian Layanan Udara antara kedua negara direncanakan berlangsung pada November atau Desember 2026, dalam rangkaian Pertemuan Menteri Transportasi ASEAN di Filipina.

Perjanjian Penerbangan telah diparaf sejak April 2025

Sebelumnya, pada 08 April 2025, perwakilan otoritas penerbangan sipil Timor-Leste dan Thailand telah membubuhkan paraf pada naskah Perjanjian Layanan Udara dalam pertemuan yang disaksikan Menteri Miguel Miguel dan Duta Besar Thailand untuk Timor-Leste, Atipat Rojanapaibulya.

Berdasarkan informasi Kedutaan Besar Thailand di Dili, perjanjian yang telah diparaf tersebut dirancang untuk memungkinkan maskapai penerbangan kedua negara mengoperasikan layanan udara antara Timor-Leste dan Thailand, termasuk melalui kerja sama penerbangan code-sharing.

Dalam kerangka perjanjian tersebut, Thailand akan memberikan akses kepada maskapai Timor-Leste untuk mengoperasikan penerbangan ke seluruh bandara internasional di Thailand, sementara Timor-Leste akan memberikan akses timbal balik kepada maskapai Thailand.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas jaringan penerbangan internasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan sektor pariwisata kedua negara.

Selain kerja sama penerbangan, hubungan kedua negara di bidang mobilitas masyarakat juga telah diperkuat melalui pemberlakuan perjanjian bebas visa bagi pemegang paspor biasa untuk tujuan wisata sejak 22 November 2024.

Sementara itu, Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, menegaskan bahwa penyelesaian Perjanjian Layanan Udara akan membuka peluang baru bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama transportasi dan konektivitas regional.

“Saya juga ingin menyampaikan ucapan selamat atas keanggotaan Timor-Leste di ASEAN. Perjanjian ini akan membuka kesempatan bagi Timor-Leste dan Thailand untuk meningkatkan kerja sama yang lebih erat serta memperkuat persatuan dalam komunitas ASEAN,” ujarnya.

Ia menambahkan Thailand menyambut baik keterlibatan Timor-Leste dalam berbagai kerangka kerja sama transportasi ASEAN yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarnegara anggota.

Selain penerbangan langsung, kedua negara juga berkomitmen memperluas kerja sama di bidang transportasi laut dan darat, termasuk pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan profesional, pertukaran pengalaman, dan peningkatan kapasitas teknis.

Di sektor penerbangan sipil, kerja sama tersebut berpotensi dikembangkan melalui program regional yang difasilitasi Kantor Regional Asia-Pasifik Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) di Bangkok.

Menteri Miguel juga menyampaikan apresiasi kepada otoritas penerbangan sipil, kementerian luar negeri, dan kedutaan besar kedua negara atas upaya bersama yang telah membawa proses penyelesaian perjanjian tersebut memasuki tahap akhir.

Pemerintah Timor-Leste berharap percepatan perjanjian dan pembukaan penerbangan langsung Dili–Bangkok dapat memperluas akses transportasi internasional sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dan persahabatan kedua negara.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!