PM Xanana apresiasi dukungan Thailand, dorong investasi dan kerja sama ekonomi di Timor-Leste

DILI, 10 Oktober 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Thailand atas dukungan kerja sama pembangunan yang diberikan kepada Timor-Leste selama bertahun-tahun, sekaligus mendorong peningkatan investasi dan hubungan perdagangan antara kedua negara.
Apresiasi tersebut disampaikan PM Xanana dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, di Government House, Bangkok, Thailand, Jumat (09/10).
Melansir Laman Pemerintah disebutkan bahwa, pertemuan kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral dan perluasan kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk pembangunan ekonomi, perdagangan, investasi, pertahanan, pendidikan, kesehatan masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
PM Xanana mengatakan, Thailand telah menjadi salah satu mitra penting Timor-Leste dalam mendukung pembangunan nasional, terutama melalui program pendidikan, pertanian, kesehatan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami membahas langkah-langkah praktis untuk memperluas kerja sama dalam pembangunan ekonomi, perdagangan dan investasi, pertahanan, pendidikan, serta kesehatan masyarakat. Kami menyambut baik kelanjutan pelaksanaan Rencana Kerja Sama Pembangunan Tiga Tahun yang akan membantu memperkuat fokus kerja sama di bidang-bidang yang menjadi keunggulan Thailand,” kata PM Xanana dalam pernyataan yang diakses TATOLI, Sabtu ini.
Menurutnya, salah satu prioritas utama Pemerintah Timor-Leste adalah membangun perekonomian yang lebih produktif dan terdiversifikasi, sekaligus menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Timor-Leste berkomitmen meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan Thailand, khususnya di sektor pariwisata, perhotelan, dan pertanian.
“Kami ingin mendorong peningkatan perdagangan dan investasi antara kedua negara serta memperkuat hubungan komersial antara pelaku usaha Thailand dan Timor-Leste. Thailand memiliki pengalaman luas dalam bidang pariwisata, perhotelan, dan pertanian. Kami menyambut baik peningkatan investasi Thailand di sektor-sektor tersebut di Timor-Leste,” ujarnya.
PM Xanana juga mengundang investor Thailand untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur, termasuk hotel dan fasilitas pariwisata, guna mendukung persiapan Timor-Leste menjadi Ketua ASEAN pada 2029.
Ia menilai pengalaman Thailand dalam memimpin ASEAN pada 2028 dapat menjadi referensi penting bagi Timor-Leste dalam mempersiapkan kepemimpinan pertamanya di organisasi kawasan tersebut.
“Sekarang kami memiliki tanggung jawab penting sebagai anggota ke-11 ASEAN dan berkomitmen memberikan kontribusi aktif dan konstruktif kepada Komunitas ASEAN. Thailand akan memimpin ASEAN pada 2028, kemudian Timor-Leste pada 2029. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kedua negara untuk bekerja sama lebih erat,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, PM Xanana turut menyampaikan penghargaan atas kontribusi Thailand dalam pengembangan sumber daya manusia Timor-Leste.
Sejak 2001, Thailand telah menyediakan lebih dari 800 kesempatan beasiswa dan pelatihan bagi pejabat pemerintah serta mahasiswa Timor-Leste melalui berbagai mekanisme kerja sama, termasuk Thailand International Postgraduate Programme (TIPP).
Selain itu, PM Xanana mengapresiasi dukungan Putri Maha Chakri Sirindhorn melalui Proyek Pengembangan Anak dan Remaja yang dilaksanakan di enam sekolah di Timor-Leste.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sekolah dalam mengatasi kelaparan serta memperbaiki gizi dan kesehatan anak-anak.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kesempatan partisipasi Timor-Leste dalam Princess Maha Chakri Award (PMCA), penghargaan dua tahunan bagi guru yang memberikan kontribusi luar biasa dalam pendidikan.
Hingga kini, enam guru teladan dari wilayah pedesaan Timor-Leste telah memperoleh manfaat dari penghargaan tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyambut baik kunjungan PM Xanana yang merupakan kunjungan pertamanya ke Thailand setelah Timor-Leste menjadi anggota penuh ASEAN.
Anutin mengucapkan selamat atas keanggotaan Timor-Leste di ASEAN dan menegaskan komitmen Thailand untuk terus mendukung proses integrasi regional negara tersebut.
“Kami telah melakukan diskusi yang sangat produktif dan mencakup berbagai bidang. Kami senang dengan perkembangan positif hubungan kedua negara,” katanya.
Di bidang pertahanan, Thailand berkomitmen memperkuat hubungan militer dengan Timor-Leste melalui kunjungan Kepala Angkatan Pertahanan Thailand dalam waktu dekat.
Thailand juga menyatakan kesediaannya mendukung Proyek Memorial INTERFET, termasuk berpartisipasi dalam Kelompok Inti Mitra Strategis proyek tersebut.
Dukungan itu mencakup penyediaan dokumen arsip, foto, dan kesaksian pribadi personel militer Thailand yang pernah bertugas di Timor-Leste untuk melestarikan sejarah kerja sama kedua negara.
Selain itu, kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerja sama dalam memerangi penipuan daring dan berbagai bentuk kejahatan transnasional, baik melalui mekanisme bilateral maupun ASEAN.
“Kami juga sepakat meningkatkan kerja sama untuk memerangi penipuan daring dan kejahatan transnasional lainnya, baik di tingkat bilateral maupun ASEAN,” ujar Anutin.
Dalam bidang pertanian, Thailand menegaskan kesiapan mendukung ketahanan pangan Timor-Leste melalui peningkatan perdagangan produk pertanian, pengolahan pangan, kerja sama teknis, dan pengembangan kapasitas.
Kedua negara juga membahas rencana Memorandum Saling Pengertian (MoU) mengenai perdagangan beras untuk memperkuat ketahanan pangan Timor-Leste.
Sementara di sektor transportasi, kedua pemerintah berencana menandatangani Perjanjian Layanan Udara dalam waktu dekat guna memfasilitasi penerbangan langsung antara Thailand dan Timor-Leste.
Kesepakatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas udara, memperluas peluang investasi dan pariwisata, serta mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
Kedua negara sepakati mekanisme konsultasi bilateral
Pertemuan kedua pemimpin juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian mengenai pembentukan Mekanisme Konsultasi Bilateral antara Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste dan Kementerian Luar Negeri Thailand.
Dokumen tersebut ditandatangani Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Jesuína Maria Ferreira Gomes, bersama Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow.
PM Xanana berharap mekanisme tersebut dapat memperkuat koordinasi antarpemerintah serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.
“Saya berharap kunjungan ini akan semakin memperkuat kerja sama antara kedua pemerintah dan memperdalam hubungan antara negara serta masyarakat kita,” katanya.
Dalam kesempatan itu, PM Xanana juga menyampaikan solidaritas Pemerintah dan rakyat Timor-Leste kepada masyarakat Thailand yang terdampak banjir dalam beberapa waktu terakhir.
Thailand merupakan salah satu negara pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Timor-Leste pada 20 Mei 2002.
Negara tersebut juga berkontribusi dalam proses pemeliharaan dan konsolidasi perdamaian di Timor-Leste, terutama melalui partisipasinya dalam Pasukan Internasional untuk Timor-Leste (INTERFET) dan Administrasi Transisi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor-Leste (UNTAET).
Kedua negara berencana memperingati 25 tahun hubungan diplomatik pada 2027 sebagai momentum untuk semakin mempererat kemitraan bilateral.
Dalam kunjungan tersebut, PM Xanana didampingi sejumlah anggota pemerintah, termasuk Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay; Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino; Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu; serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz

