Top

29 Penerima beasiswa IOB akan melanjutkan pendidikan di Portugal

29 Pelajar penerima beasiswa dari Pusat Bahasa, Kebudayaan dan Pelatihan Kejuruan Institute of Business (IOB) bertemu Presiden Republik, José Ramos-Horta, di Istana Kepresidenan Republik, Jumat (09/10). Foto Tatoli/Egas Cristovão

DILI, 09 Oktober 2026 (TATOLI) – Sebanyak 29 pelajar penerima beasiswa dari Pusat Bahasa, Kebudayaan dan Pelatihan Kejuruan Institute of Business (IOB) bertemu dengan Presiden Republik, José Ramos-Horta, untuk berpamitan sebelum berangkat melanjutkan pendidikan di Portugal.

Rektor IOB, Pedro Ximenes, menjelaskan bahwa 29 penerima beasiswa tersebut terbagi dalam dua kelompok, yakni 21 pelajar yang akan melanjutkan pendidikan di Institut Politeknik Bragança (IPB), Portugal, dan delapan pelajar lainnya yang akan mengikuti pendidikan menengah teknik dan kejuruan.

“Hari ini kami membawa 29 pelajar penerima beasiswa untuk bertemu dengan Presiden Republik sebagai Bapak Bangsa, sekaligus berpamitan dan meminta pesan serta nasihat sebelum mereka berangkat melanjutkan pendidikan di Portugal,” kata Pedro Ximenes.

Ia menjelaskan, program pengiriman pelajar ke Portugal telah dilaksanakan sejak 2017 melalui kerja sama antara IOB dan Institut Politeknik Bragança. Hingga saat ini, program tersebut telah memberikan kesempatan pendidikan kepada hampir 300 pelajar Timor-Leste.

Menurutnya, kerja sama tersebut juga memperoleh dukungan dari Pemerintah Timor-Leste, Pemerintah Portugal, lembaga pendidikan, serta orang tua pelajar.

“Program ini tidak membebani pemerintah sepenuhnya karena pelaksanaannya didukung bersama oleh orang tua, Pemerintah Portugal, Pemerintah Timor-Leste, dan lembaga pendidikan. Sejak 2017, hampir 300 pelajar telah diberangkatkan, dengan sebagian besar mengikuti pendidikan teknik dan kejuruan, sementara sekitar 40 persen melanjutkan pendidikan tinggi di Institut Politeknik Bragança,” jelasnya.

Pedro menambahkan, masa pendidikan para penerima beasiswa berbeda-beda sesuai dengan jenjang dan program studi yang diikuti.

Pelajar yang mengikuti pendidikan teknik dan kejuruan umumnya akan menjalani masa studi selama tiga tahun, sedangkan peserta pendidikan tinggi memiliki masa studi antara dua hingga empat tahun.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Ramos-Horta berpesan kepada para penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan belajar di Portugal dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.

“Belajar, belajar, dan belajar. Apa pun yang kalian lakukan, harus selalu diingat bahwa tujuan utama pergi ke Portugal adalah untuk menuntut ilmu,” demikian pesan Kepala Negara sebagaimana disampaikan Pedro Ximenes.

Dikatakan, dalam pertemuan Presiden Republik juga menekankan bahwa Portugal merupakan salah satu negara dengan sistem pendidikan maju dan memiliki kualitas pendidikan yang sebanding dengan negara-negara Eropa lainnya.

Karena itu, para pelajar diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan akademik mereka.

Selain itu, Kepala Negara mengapresiasi inisiatif IOB dalam memfasilitasi akses pendidikan bagi generasi muda Timor-Leste melalui kerja sama internasional.

Ramos-Horta juga mengingatkan para pelajar agar tidak menjadikan keterbatasan kemampuan bahasa Portugis sebagai alasan untuk menyerah dalam menempuh pendidikan.

Menurutnya, banyak warga Timor-Leste yang berhasil mempelajari bahasa asing ketika melanjutkan pendidikan atau bekerja di negara lain, seperti China, Vietnam, dan Korea Selatan.

Oleh karena itu, ia mendorong para penerima beasiswa untuk terus berusaha meningkatkan kemampuan bahasa Portugis agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Sementara itu, salah satu penerima beasiswa, Glória Patrícia Freitas da Silva, mengungkapkan rasa bangganya karena memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di Portugal.

Penerima beasiswa lainnya, Jonas Barreto Lopes, mengatakan bahwa pesan Presiden Ramos-Horta menjadi motivasi bagi para pelajar untuk tetap berkomitmen menyelesaikan pendidikan mereka.

“Kami akan membawa pesan Presiden hingga ke Portugal dan menjadikannya sebagai pegangan serta motivasi untuk terus belajar sampai menyelesaikan pendidikan,” ungkap Jonas.

Program kerja sama pendidikan antara IOB dan lembaga pendidikan di Portugal tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan internasional bagi generasi muda Timor-Leste, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi serta pelatihan teknik dan kejuruan. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!