Top

Pemanasan global segera tembus 1,5°C, Negara Kepulauan semakin terancam

Foto source google

DILI, 03 September 2026 (TATOLI) – Kenaikan suhu global diperkirakan akan melampaui batas 1,5 derajat Celsius dalam beberapa tahun mendatang, meningkatkan ancaman cuaca ekstrem, kerusakan ekosistem hingga tenggelamnya Negara-Negara Berkembang Pulau Kecil atau Small Island Developing States (SIDS) dan kota-kota pesisir dataran rendah.

Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) dalam laporan terbaru Limiting Overshoot yang diluncurkan pada 02 September 2026 memperingatkan bahwa setiap tambahan pecahan derajat pemanasan di atas 1,5°C akan meningkatkan risiko dan dampak perubahan iklim.

Dalam skenario paling optimistis, UNEP memperkirakan kenaikan suhu global masih akan mencapai puncak sekitar 1,8°C dibandingkan tingkat praindustri, sementara sebagian besar skenario lainnya menunjukkan kemungkinan kenaikan yang lebih tinggi.

Dampaknya diperkirakan mencakup cuaca ekstrem yang semakin intens, hilangnya ekosistem, ancaman terhadap negara kepulauan dan kota pesisir dataran rendah, serta kerusakan terhadap kesehatan manusia, ketahanan pangan, pasokan air, infrastruktur dan perekonomian.

“Tidak ada hasil yang baik jika kita tetap berada di atas 1,5°C. Di seluruh dunia, gelombang panas ekstrem telah menunjukkan bahwa dampak iklim akan datang lebih cepat, menghantam lebih keras dan berlangsung lebih lama,” kata Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen dalam laman UNEP yang diakses TATOLI.

Meski batas 1,5°C diperkirakan akan terlampaui, UNEP menegaskan dunia masih memiliki peluang menurunkan kembali suhu global melalui pendekatan overshoot, peak and decline, yakni membatasi kenaikan suhu, menekan titik puncaknya dan kemudian mengembalikannya ke bawah 1,5°C secepat mungkin.

Untuk mencapai hal tersebut, UNEP menyerukan pengurangan emisi gas rumah kaca secara cepat dan berkelanjutan, termasuk metana, percepatan transisi dari bahan bakar fosil menuju energi terbarukan serta penguatan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres dalam laman resminya menegaskan bahwa dunia harus memastikan pelampauan batas 1,5°C berlangsung sekecil dan sesingkat mungkin.

“Sekarang adalah waktunya meningkatkan ambisi dan mempercepat tindakan. Perjuangan untuk 1,5°C adalah perjuangan untuk umat manusia,” tegasnya. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!