Top

Jenazah mendiang tiga tokoh Gereja tiba di Dili, Negara – Gereja sambut dalam keheningan penuh penghormatan

Jenazah mendiang tiga tokoh Gereja Katolik, Dom Jaime Garcia Goulart, Dom José Joaquim Ribeiro dan Monsinyur Martinho da Costa Lopes, tiba di Dili, Timor-Leste, Selasa (01/09). Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 01 September 2026 (TATOLI) – Setelah menempuh perjalanan panjang dari Portugal hingga singgah di Bali, Indonesia, jenazah mendiang tiga tokoh Gereja Katolik, Dom Jaime Garcia Goulart, Dom José Joaquim Ribeiro dan Monsinyur Martinho da Costa Lopes, akhirnya tiba kembali di tanah Timor-Leste, Selasa ini.

Pesawat Aero Dili yang membawa ketiga peti jenazah mendarat di Bandara Internasional Presidente Nicolau Lobato, Dili, tepat pukul 13.42 WTL.

Kepulangan mendiang tiga tokoh Gereja tersebut tidak hanya disambut melalui sebuah upacara resmi. Sejak pagi, masyarakat telah memenuhi sejumlah titik di sepanjang jalan dari Bundaran Presiden Nicolau Lobato menuju bandara untuk menantikan kedatangan ketiga mendiang tersebut.

Sejak sekitar pukul 10.00 OTL, para pelajar, anggota koor gereja, suster, pastor, anggota Pramuka dan umat Katolik mulai berdatangan. Mereka berdiri dan menunggu di sepanjang jalan yang akan dilalui iring-iringan jenazah.

Sebagian mengenakan pakaian yang telah disiapkan Pemerintah dan Gereja. Sebagian lainnya kembali mengenakan atribut yang pernah mereka gunakan ketika menyambut kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke Timor-Leste pada September 2024.

Waktu terus berjalan. Matahari telah berada tinggi dan jarum jam mendekati pukul 13.00 OTL, namun umat tetap bertahan di tempat masing-masing, menunggu pesawat yang membawa pulang mendiang tiga tokoh yang telah meninggalkan jejak penting dalam perjalanan Gereja Katolik di Timor-Leste.

Di halaman VIP Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, tiga kendaraan telah disiapkan untuk membawa ketiga peti jenazah. Dua sepeda motor patroli Polisi Militer Timor-Leste juga bersiaga untuk mengawali iring-iringan.

Kelompok budaya dari Parókia Imaculada Coração de Maria (PICOMA), Maubisse, turut bersiap menyambut kepulangan ketiga tokoh Gereja melalui penghormatan budaya.

Sementara itu, anggota Pemerintah, Parlemen Nasional, pejabat tinggi militer, pemimpin Gereja serta sejumlah tokoh politik telah berada di bandara untuk mengikuti prosesi penerimaan.

Pesawat mendarat, suasana berubah hening

Tepat pukul 13.42 OTL, pesawat Aero Dili akhirnya menyentuh landasan Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato.

Di sekitar tempat pesawat berhenti, suasana tampak berbeda. Tiang-tiang yang biasanya dihiasi bendera terlihat kosong. Tidak satu pun bendera berkibar di sana.

Sekitar 30 anggota Falintil–Forças de Defesa de Timor-Leste (F-FDTL) dengan perlengkapan lengkap berdiri membentuk satu barisan dari sisi landasan menuju koridor ruang VIP bandara.

Mereka berdiri untuk memberikan penghormatan terakhir ketika tiga peti jenazah diturunkan dari pesawat.

Di bagian depan barisan, Menteri Administrasi Negara, Tomás do Rosário Cabral, memimpin tim yang mewakili negara dalam proses penerimaan. Di sisi lain terlihat Sekretaris Negara Komunikasi Sosial, Expedito Dias Ximenes, bersama para awak media yang mengabadikan momen bersejarah tersebut.

Pukul 13.57 OTL, Menteri Tomás Cabral bersama tim berjalan menuju pesawat dengan membawa Bendera Nasional Timor-Leste. Bendera berwarna Merah, Hitam, Kuning dan Putih itu kemudian digunakan untuk menyelimuti peti jenazah sebagai bentuk penghormatan negara kepada ketiga tokoh Gereja.

Sebanyak 11 anggota Kepolisian dan F-FDTL ditunjuk secara khusus untuk mengangkat dan membawa peti jenazah dari pesawat menuju area VVIP.

Uskup Agung Metropolitan Dili, Kardinal Dom Virgílio do Carmo da Silva, berada di bagian depan barisan untuk turut mengiringi ketiga jenazah menuju ruang VVIP.

Di sana telah menunggu Presiden Republik José Ramos-Horta, Uskup Baucau dan Uskup Maliana, Mari Alkatiri, Letnan Jenderal Lere Anan Timur, perwakilan diplomatik Vatikan di Timor-Leste, serta sejumlah pejabat negara dan pemimpin Gereja lainnya.

Tiga peti dibawa dalam keheningan

Tidak terdengar hiruk-pikuk ketika peti-peti itu mulai dibawa turun.

Dalam suasana yang hening dan khidmat, satu demi satu peti jenazah dibawa dari pesawat melewati barisan penghormatan.

Di barisan pertama adalah peti jenazah Monsinyur Martinho da Costa Lopes. Petinya diiringi rangkaian bunga putih yang disusun membentuk salib.

Di belakangnya menyusul peti jenazah Dom Jaime Garcia Goulart, juga dengan rangkaian bunga putih berbentuk salib.

Kemudian, di barisan ketiga, peti jenazah Dom José Joaquim Ribeiro menyusul perlahan.

Dengan langkah yang teratur dalam keheningan, ketiga peti dibawa menuju ruang VVIP Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato.

Hari itu, mereka kembali ke tanah Timor-Leste bukan lagi untuk menjalankan pelayanan pastoral seperti pada masa hidup mereka, tetapi untuk menerima penghormatan terakhir dari negara, Gereja dan umat yang menanti kepulangan mereka.

Kedatangan ketiga jenazah tersebut sekaligus menjadi awal dari rangkaian penghormatan di tanah air bagi tiga tokoh Gereja yang menjadi bagian dari perjalanan sejarah Gereja Katolik dan bangsa Timor-Leste.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!