Top

Semester pertama 2026, Remitansi dari Pekerja Timor-Leste capai US$104,5 juta

Para pekerja asal Timor-Leste mendengarkan pesan dari pemerintah sebelum bertolak untuk bekerja di Australia. Foto Dokumen Tatoli/Francisco Sony

DILI, 04 September 2026 (TATOLI) –  Banco Central de Timor-Leste (BCTL)  mencatat penerimaan remitansi atau pengiriman uang dari pekerja Timor-Leste dari luar negeri mencapai US$104,5 juta selama semester pertama tahun 2026, dengan negara Inggris dan Australia menjadi dua sumber terbesar remitansi yang masuk ke negara tersebut.

Berdasarkan data BCTL dalam Timor-Leste Mid Term Economic Review 2026 mencatat remitansi masuk masih jauh lebih tinggi dibandingkan aliran dana pekerja yang keluar dari Timor-Leste.

Selama Januari hingga Juni 2026, remitansi masuk tercatat US$104,50 juta, sedangkan remitansi keluar mencapai US$47,64 juta. Dengan demikian, saldo bersih remitansi pekerja Timor-Leste tetap positif sebesar US$56,86 juta.

Inggris menjadi sumber remitansi terbesar dengan kontribusi 40,5 persen, disusul Australia 33 persen dan Korea Selatan 11 persen. Negara-negara lainnya secara bersama menyumbang 15,5 persen.

Dengan demikian, Inggris dan Australia secara bersama menyumbang lebih dari 73 persen seluruh remitansi yang masuk ke Timor-Leste pada semester pertama tahun ini.

Sementara untuk aliran remitansi ke luar negeri, Indonesia mendominasi dengan 75,3 persen, sedangkan Inggris menyumbang 3,0 persen dan Australia 2,1 persen. Negara lainnya mencakup 19,6 persen.

Data BCTL juga menunjukkan remitansi masuk secara konsisten lebih tinggi daripada remitansi keluar dalam periode yang ditampilkan. Pada 2024, remitansi masuk tercatat sekitar US$211,56 juta, dibandingkan aliran keluar US$103,84 juta.

Pada 2025, remitansi masuk mencapai US$181,93 juta dan aliran keluar US$109,10 juta, sedangkan pada enam bulan pertama 2026 masing-masing tercatat US$104,50 juta dan US$47,64 juta.

Saldo positif remitansi tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan eksternal Timor-Leste pada saat negara menghadapi pelebaran defisit transaksi berjalan dan tingginya kebutuhan impor.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!