Bertolak ke Singapura, Ramos-Horta bawa agenda diversifikasi ekonomi TL ke Horasis 2026

DILI, 04 September 2026 (TATOLI) – Presiden Republik, José Ramos-Horta, bertolak ke Singapura untuk menghadiri Horasis Visionary Circle 2026 pada 04 hingga 06 September, dengan membawa agenda diversifikasi ekonomi dan mempromosikan potensi Timor-Leste sebagai penghubung antara Asia Tenggara dan kawasan Pasifik.
Dalam siaran pers dari Kepresidenan Republik, Kepala Negara sekaligus Peraih Nobel Perdamaian itu dijadwalkan menyampaikan pandangannya mengenai kepemimpinan di tengah ketidakpastian serta masa depan ekonomi Timor-Leste dalam forum yang mempertemukan para pengusaha dan pemimpin bisnis berpengaruh dari berbagai negara.
Presiden Ramos-Horta akan mengikuti sesi percakapan khusus pada 04 September yang dipimpin Baron Woolley of Woodford, anggota House of Lords Inggris.
Dalam sesi tersebut, Kepala Negara akan membahas bagaimana Timor-Leste dapat memosisikan diri sebagai pintu gerbang baru antara Asia Tenggara dan Pasifik, sekaligus memaparkan peluang investasi yang tersedia di sektor energi, pariwisata dan pembangunan berkelanjutan.
Presiden Republik juga akan menyoroti pentingnya kemitraan global dalam mendukung pembangunan dan kemakmuran Timor-Leste dalam jangka panjang, terutama ketika negara berupaya melakukan diversifikasi ekonomi di luar sektor minyak dan gas.
“Di dunia yang ditandai perubahan cepat dan terkikisnya berbagai kepastian, kepemimpinan harus berlandaskan visi sekaligus pragmatisme. Timor-Leste berada di persimpangan yang unik, bukan hanya sebagai negara muda yang sedang mengonsolidasikan demokrasinya, tetapi juga sebagai jembatan potensial antara dinamika Asia Tenggara dan potensi besar Pasifik,” kata Presiden Ramos-Horta.
Kepala Negara menegaskan Timor-Leste tengah berupaya bergerak melampaui ketergantungan terhadap sumber daya yang terbatas untuk membangun masa depan yang lebih berkelanjutan.
“Saya menantikan keterlibatan dengan Horasis Visionary Circle untuk membahas bagaimana kita dapat mengubah tantangan-tantangan ini menjadi peluang bagi kemakmuran bersama dan ketahanan,” ujarnya.
Horasis Visionary Circle 2026, yang diselenggarakan bersama Vickers Venture Partners, mempertemukan kelompok terpilih yang terdiri atas pengusaha dan pemimpin bisnis berpengaruh secara global untuk melakukan pertukaran pandangan mengenai kepemimpinan, tanggung jawab dan visi jangka panjang dalam menghadapi dunia yang semakin tidak dapat diprediksi.
Forum tahun ini mengangkat tema “Leading Through Uncertainty” atau “Memimpin di Tengah Ketidakpastian”. Diskusi akan mengeksplorasi bagaimana ketegangan geopolitik, volatilitas ekonomi dan percepatan teknologi membentuk kembali kepemimpinan di sektor bisnis, pemerintahan dan masyarakat.
Selama tiga hari, para peserta juga akan membahas prospek ekonomi global, perkembangan peran Singapura di tingkat global, kekayaan dan tanggung jawab, filantropi dan investasi berdampak, tata kelola kecerdasan buatan (AI), inovasi deep-tech, kewirausahaan di tengah disrupsi, kepemimpinan di era digital hingga agenda diversifikasi ekonomi Timor-Leste.
Kepresidenan Republik menyebut partisipasi Presiden Ramos-Horta dalam Horasis Visionary Circle 2026 menegaskan komitmen Timor-Leste terhadap pembangunan berkelanjutan, konektivitas regional dan kerja sama global, seiring upaya negara mendiversifikasi perekonomian di luar minyak dan gas menuju masa depan yang lebih tangguh dan inklusif.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

