Timor-Leste targetkan 10.000 pekerja ikut program PALM Scheme Australia pada 2028

DILI, 05 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemerintah melalui rapat Dewan Menteri menegaskan komitmen Timor-Leste dan Australia untuk meningkatkan jumlah pekerja Timor-Leste yang mengikuti program Pacific Australia Labour Mobility Partnership (PALM) menjadi 10.000 orang pada 2028, usai menerima pemaparan mengenai perkembangan program PALM dari Duta Besar Timor-Leste untuk Australia, Inês Maria de Almeida.
Pemaparan tersebut disampaikan Dubes Inês Maria de Almeida, dalam rapat Dewan Menteri yang berlangsung di Kantor Pemerintah, Dili, Rabu ini. Dimana, dalam pemaparannya, Dubes Inês menjelaskan bahwa Program PALM menjadi salah satu instrumen penting dalam membuka peluang kerja bagi warga Timor-Leste, meningkatkan keterampilan profesional tenaga kerja, sekaligus memperkuat hubungan kerja sama bilateral antara Timor-Leste dan Australia.
Selain memaparkan target pengiriman tenaga kerja, presentasi juga menguraikan data mengenai partisipasi pekerja Timor-Leste dalam Program PALM, termasuk berbagai persoalan dan keluhan yang dilaporkan terkait kondisi kerja serta kesejahteraan para pekerja selama berada di Australia.
Dewan Menteri juga mendapat penjelasan mengenai sejumlah tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan program tersebut, di antaranya perlindungan hak-hak pekerja, penguatan koordinasi antarlembaga, serta pengakuan terhadap keterampilan yang diperoleh pekerja selama bekerja di luar negeri.
Meski demikian, Program PALM dinilai memberikan manfaat bagi kedua negara. Selain menciptakan kesempatan kerja dan meningkatkan kapasitas tenaga kerja Timor-Leste, program ini juga membantu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi Australia.
Dalam kesempatan tersebut, ditekankan pula pentingnya memperkuat kerja sama bilateral guna menjamin kondisi kerja yang adil serta memaksimalkan manfaat ekonomi dan sosial Program PALM bagi kedua negara.
Dewan Menteri juga menerima serangkaian rekomendasi untuk memperkuat posisi Timor-Leste dalam Program PALM. Rekomendasi tersebut meliputi peningkatan koordinasi antarinstansi nasional, pemanfaatan keterampilan yang diperoleh pekerja setelah kembali ke tanah air, diversifikasi peluang kerja ke sektor-sektor baru, serta penerapan pendekatan nasional yang lebih terkoordinasi dalam hubungan dengan otoritas Australia.
Melalui langkah-langkah tersebut, Pemerintah berharap Program PALM terus berkembang sebagai kemitraan yang saling menguntungkan bagi Timor-Leste dan Australia.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

