Top

Dari Bandara hingga Katedral, Ini jadwal penghormatan pada empat Tokoh Gereja Timor-Leste

Jenazah tiga tokoh Gereja Timor-Leste dari Portugal telah tiba di Bali, Indonesia. Foto GPM

DILI, 31 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste bersama Konferensi Waligereja Timor (CET) akan menggelar rangkaian upacara resmi pada 01 hingga 10 September 2026 untuk menghormati empat tokoh Gereja Katolik yang pernah menjalankan pelayanan pastoral di Timor-Leste.

Keempat tokoh mendiang tersebut adalah Uskup Dom Jaime Garcia Goulart, Uskup Dom José Joaquim Ribeiro, Monsinyur Martinho da Costa Lopes dan Uskup Dom Alberto Ricardo da Silva.

Rangkaian penghormatan akan dimulai dengan penyambutan jenazah pada Dom Jaime Garcia Goulart, Dom José Joaquim Ribeiro dan Monsinyur Martinho da Costa Lopes di Bandara Udara Internasional Presidente Nicolau Lobato pada 01 September, dilanjutkan penghormatan khusus di Manatuto pada 03 September, hingga misa dan pemakaman di Dili pada 10 September.

Pemerintah dan CET menggelar rangkaian tersebut dengan tema “Potret Iman dan Kenangan Abadi Gereja dan Timor-Leste – Merayakan Warisan dan Pengorbanan Para Tokoh Gereja yang Telah Berpulang.”

Upacara tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap dedikasi pastoral dan kontribusi keempat tokoh Gereja kepada masyarakat Timor-Leste, serta untuk mengenang warisan spiritual, sejarah dan nasional yang mereka tinggalkan.

01 September : Penyambutan di Bandara Nicolau Lobato

Berdasarkan jadwal resmi Pemerintah, jenazah Dom Jaime Garcia Goulart, Dom José Joaquim Ribeiro dan Monsinyur Martinho da Costa Lopes dijadwalkan tiba di Bandara Udara Internasional Presidente Nicolau Lobato, Dili, pada 01 September pukul 13.30 waktu Timor-Leste.

Pada pukul 13.55, Komisi Penyelenggara Pemerintah bersama pasukan kehormatan militer akan menunggu pengantaran jenazah menuju lokasi upacara.

Selanjutnya pada pukul 14.00 waktu setempat akan dilakukan penandatanganan dokumen serah terima jenazah antara Komisi Penyelenggara Pemerintah dan Konferensi Waligereja Timor.

Perwakilan Pemerintah dan CET dijadwalkan menyampaikan sambutan singkat pada pukul 14.05 waktu setempat.

Sepuluh menit kemudian, pukul 14.15 waktu setempat, ketiga jenazah akan diberangkatkan dari Bandara Nicolau Lobato menuju Tasi Tolu untuk melanjutkan rangkaian penghormatan.

Ketiga tokoh Gereja tersebut sebelumnya dimakamkan di Portugal dan kini dipulangkan ke Timor-Leste. Sementara itu, Dom Alberto Ricardo da Silva sebelumnya dimakamkan di Pemakaman Maloa-Ailok Laran, Dili.

03 September: Penghormatan untuk Monsinyur Martinho da Costa Lopes

Rangkaian berikutnya akan berlangsung di Manatuto pada 03 September, khusus untuk mengenang Monsinyur Martinho da Costa Lopes.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 waktu setempat dengan kedatangan para tamu di lokasi upacara. Pada pukul 09.30 waktu setempat, jenazah Monsinyur Martinho akan diberangkatkan dari Laleia menuju Manatuto.

Dalam perjalanan menuju Gereja Paroki Manatuto, rombongan dijadwalkan berhenti di Jembatan Manatuto pada pukul 10.00 waktu setempat.

Sepuluh menit kemudian, masyarakat Manatuto akan menyerahkan cendera mata kepada Ketua Konferensi Waligereja Timor, dilanjutkan pembacaan Resolusi Pemerintah pada pukul 10.15 waktu setempat.

Presiden Republik dijadwalkan menyampaikan pidato pada pukul 10.20 waktu setempat.

Pada pukul 10.50 waktu setempat akan dilakukan peresmian prasasti yang secara resmi memberikan nama “Jembatan Mons. Martinho da Costa Lopes” kepada Jembatan Manatuto.

Setelah peresmian, Uskup Agung Dili akan memberkati jembatan tersebut. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan penerimaan para tamu di Aula “Ulfa Ikero” mulai pukul 11.00 waktu setempat.

10 September : Misa di Tasi Tolu dan pemakaman

Puncak rangkaian penghormatan akan berlangsung pada 10 September di Tasi Tolu dan Katedral Dili.

Misa penghormatan di Tasi Tolu dijadwalkan dimulai pukul 17.00 waktu setempat dan dipimpin Kardinal Virgílio do Carmo da Silva, SDB, Uskup Agung Metropolitan Dili sekaligus Ketua Konferensi Waligereja Timor.

Setelah misa, Sekretaris Jenderal Konferensi Waligereja Timor akan membacakan keputusan, dilanjutkan sambutan dari Pro-Ketua Konferensi Waligereja Timor dan Presiden Republik.

Setelah pemberkatan terakhir di Tasi Tolu, rangkaian dilanjutkan dengan upacara pemakaman jenazah empat tokoh Gereja di Katedral Dili.

Rangkaian resmi kemudian diakhiri dengan kunjungan ke monumen dan taman penghormatan yang berada di kompleks Katedral Dili. 

Pemerintah berikan toleransi waktu kerja

Untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat mengikuti rangkaian bersejarah tersebut, Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão melalui Keputusan Nomor 12/PM/VIII/2026 menetapkan toleransi waktu kerja pada tanggal 01 dan 10 September.

Toleransi diberikan sepanjang hari pada 01 September, sementara pada 10 September berlaku mulai pukul 12.00 waktu setempat.

Kebijakan tersebut mencakup pegawai, agen dan pekerja pada layanan administrasi langsung negara, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta lembaga dalam administrasi tidak langsung negara.

Namun, kebijakan itu tidak berlaku bagi sumber daya manusia pada layanan publik yang berdasarkan sifat pekerjaannya harus tetap beroperasi. Pimpinan layanan terkait diminta memberikan dispensasi waktu kerja yang setara pada hari lain dengan tetap menjamin kesinambungan dan kualitas pelayanan publik.

Pemerintah menjelaskan toleransi tersebut diberikan agar masyarakat, khususnya umat Katolik, dapat mengikuti penyambutan jenazah di Bandara Nicolau Lobato pada 01 September serta misa penghormatan dan pemakaman pada 10 September.

Pemerintah menilai pemulangan dan penghormatan tersebut memiliki arti historis bagi Timor-Leste karena pelayanan para tokoh Gereja tidak hanya meninggalkan warisan keagamaan, tetapi juga berkaitan dengan perjalanan sejarah dan identitas nasional bangsa.

Melalui rangkaian penghormatan tersebut, Pemerintah dan Gereja Katolik berharap dedikasi, pengorbanan serta warisan spiritual dan historis Dom Jaime Garcia Goulart, Dom José Joaquim Ribeiro, Monsinyur Martinho da Costa Lopes dan Dom Alberto Ricardo da Silva terus dikenang oleh generasi Timor-Leste. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!