Top

Beasiswa JDS perkuat SDM Timor-Leste di era ASEAN  

Foto bersama Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yasushi Yamamoto beserta tujuh pegawai negeri Timor-Leste yang berkesempatan melanjutkan pendidikan di sejumlah universitas di Jepang pada 2027. Foto TATOLI/Cidalia Fatima

DILI, 22 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemerintah Jepang terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) Timor-Leste melalui Project for Human Resource Development Scholarship (JDS), seiring kebutuhan negara meningkatkan kapasitas aparatur dan institusi publik dalam memasuki babak baru sebagai anggota ke-11 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).

Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yasushi Yamamoto, menegaskan pengembangan kapasitas masyarakat Timor-Leste, khususnya generasi muda, merupakan salah satu prioritas utama bantuan Jepang. Beasiswa JDS, menurutnya, bukan sekadar dukungan finansial, tetapi investasi terhadap SDM yang diharapkan berkontribusi pada pembangunan negara.

“Timor-Leste kini secara resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN dan memasuki babak berikutnya dalam pembangunan negara. Bantuan Jepang, termasuk beasiswa ini, bukan hanya bantuan finansial, tetapi investasi terhadap potensi kalian untuk mendorong pertumbuhan pribadi sekaligus berkontribusi bagi masa depan Timor-Leste,” kata Yamamoto dalam acara JDS Send-off Reception di Kedubes Jepang, Jumat malam.

Dalam kesempatan tersebut, Jepang melepas tujuh penerima JDS angkatan kedelapan periode 2026–2028 yang akan melanjutkan pendidikan di sejumlah universitas di Jepang. Selain itu, dua peserta program pelatihan jangka panjang Japan International Cooperation Agency (JICA) juga akan memulai perjalanan akademik mereka di Jepang.

Yamamoto mengatakan kerja sama Jepang dalam pembangunan SDM Timor-Leste telah berlangsung sejak Pertemuan Donor Pertama untuk Timor-Leste yang diselenggarakan di Tokyo pada 1999.

Sejak itu, Pemerintah Jepang menyediakan berbagai program beasiswa dan pengembangan kapasitas. Lebih dari 200 warga Timor-Leste telah menempuh pendidikan di Jepang dan banyak di antaranya kini memainkan peran penting dalam pembangunan nasional.

Pada tahun ini, dua penerima beasiswa Timor-Leste juga telah memulai pendidikan di Jepang pada April melalui program beasiswa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Jepang (MEXT).

JDS siapkan calon pemimpin

JDS merupakan program pengembangan SDM yang ditujukan bagi pegawai muda potensial yang diharapkan terlibat dalam pembangunan sosial dan ekonomi serta menjadi calon pemimpin di negara masing-masing.

Program tersebut menawarkan pendidikan jenjang magister dan doktoral di sekolah pascasarjana Jepang, dengan tujuan agar penerima memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang kemudian dapat diterapkan melalui institusi tempat mereka bekerja.

Termasuk tujuh penerima angkatan kedelapan periode 2026–2028, sebanyak 50 warga Timor-Leste telah mengikuti program JDS, dengan 38 di antaranya telah berhasil memperoleh gelar magister dan kembali memberikan kontribusi melalui institusi masing-masing.

Tujuh penerima JDS angkatan kedelapan terdiri atas Agripina de Araújo da Conceição dari Kementerian Pariwisata dan Lingkungan Hidup yang akan belajar di Hiroshima University, Domingos Gaspar Brito dari Kementerian Kesehatan di Hiroshima University, Elson Martinho da Costa dari Kementerian Keuangan di International University of Japan, Anastacia Soares Lemos dari Kementerian Perdagangan dan Industri di International University of Japan; Kristina Alves Mangu Ball dari Kementerian Kesehatan di International University of Japan, Abilio Fernandes dari Institute of Geoscience of Timor-Leste (IGTL) di Gifu University, serta Nilton da Costa Brites dari Electricity of Timor-Leste (EDTL) di Gifu University.

Selain meningkatkan kapasitas akademik dan profesional, JDS juga memberikan kesempatan kepada penerima dari Timor-Leste untuk membangun jaringan dengan mahasiswa dan calon pemimpin dari negara lain.

Pemerintah Jepang berharap hubungan yang terbentuk melalui program tersebut dapat memainkan peran dalam memperkuat hubungan bilateral Jepang–Timor-Leste sekaligus mendukung integrasi Timor-Leste dalam ASEAN.

Yamamoto meminta para penerima beasiswa memanfaatkan kesempatan selama berada di Jepang tidak hanya untuk belajar, tetapi juga memperluas wawasan, mengenal budaya Jepang dan membangun persahabatan serta jaringan yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

Direktur Jenderal Institut Nasional Administrasi Publik (INAP), Policarpo Almeida Boavida, mengatakan kesempatan belajar di Jepang tidak hanya merupakan sebuah keistimewaan bagi penerima beasiswa, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk memberikan kontribusi kepada negara setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia mendorong para penerima untuk belajar dengan sungguh-sungguh, membangun jaringan profesional serta memanfaatkan pengalaman di Jepang untuk mempelajari administrasi publik, inovasi, disiplin, profesionalisme dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Sebagai pemimpin dan pelayan publik, kalian memiliki peran penting dalam pembangunan Timor-Leste. Saya berharap setelah menyelesaikan studi, kalian kembali dengan pengetahuan, keterampilan, nilai dan gagasan baru yang dapat berkontribusi dalam memperkuat institusi publik dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Policarpo juga meminta para penerima beasiswa menjadi duta Timor-Leste selama menjalani pendidikan serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun persahabatan dan kerja sama jangka panjang antara Timor-Leste dan Jepang.

Sementara itu, Kepala Perwakilan JICA Timor-Leste, Daisuke Fukumori, mengatakan pendidikan di Jepang akan memberikan kesempatan bagi penerima beasiswa untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat mendukung pembangunan Timor-Leste.

“Menjalani pendidikan di luar negeri tidak selalu mudah karena mahasiswa dapat menghadapi berbagai tantangan dalam studi maupun kehidupan sehari-hari. Namun, dukungan universitas, profesor dan masyarakat Jepang diharapkan membantu mereka beradaptasi,” ucapnya.

Fukumori mendorong para penerima untuk mengenal budaya Jepang, bertemu masyarakat setempat dan membangun persahabatan karena pengalaman tersebut dinilai sama berharganya dengan pembelajaran akademik.

Ia berharap para penerima JDS dapat mengikuti jejak alumni yang telah kembali dan berkontribusi kepada negara sekaligus menjadi jembatan yang memperkuat hubungan Timor-Leste dan Jepang.

Sejumlah penerima JDS angkatan kedelapan memilih penelitian yang berkaitan langsung dengan tantangan pembangunan Timor-Leste, mulai dari kesehatan masyarakat, perubahan iklim, pengelolaan keuangan publik hingga perdagangan.

Domingos Gaspar Brito dari Kementerian Kesehatan akan melanjutkan pendidikan di Hiroshima University selama sekitar dua tahun tiga bulan. Sebagai dokter umum, ia akan melakukan penelitian mengenai dampak perubahan iklim terhadap penyakit menular di Vera Cruz, Timor-Leste.

“Saya berkomitmen untuk meningkatkan pengetahuan, pengalaman dan keterampilan yang nantinya dapat digunakan untuk memperkuat kapasitas institusi serta tenaga kesehatan setelah kembali ke negara,” jelasnya.

Sementara itu, Elson Martinho da Costa, pegawai Kementerian Keuangan, akan menempuh pendidikan di International University of Japan dengan fokus penelitian pada reformasi pengelolaan keuangan publik.

“Setelah menyelesaikan studi akan menggunakan pengetahuan akademik saya untuk membantu memperkuat kapasitas institusi pemerintah serta mempromosikan hubungan, kerja sama teknis dan pertukaran budaya antara Timor-Leste dan Jepang,” tegasnya.

Anastacia Soares Lemos dari Kementerian Perdagangan dan Industri juga akan menempuh pendidikan magister di International University of Japan. Penelitiannya akan menganalisis peran kelembagaan dan kapasitas administratif dalam pelaksanaan Trade Facilitation Agreement, khususnya dalam meningkatkan akses usaha mikro dan kecil Timor-Leste ke pasar regional dan global.

“Penelitian tersebut menjadi relevan seiring semakin luasnya keterlibatan ekonomi Timor-Leste di kawasan dan kebutuhan meningkatkan kemampuan institusi nasional untuk memanfaatkan peluang pasar regional,” ucapnya.

Melalui JDS, peningkatan kapasitas individu diharapkan memberi dampak lebih luas terhadap institusi pemerintah ketika para penerima kembali ke Timor-Leste. Pada saat yang sama, jaringan yang mereka bangun selama berada di Jepang diharapkan menjadi modal bagi kerja sama internasional Timor-Leste dalam menjalani perannya di kawasan ASEAN.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!