Top

Paus Leo XIV berduka atas gempa NTT Flores

Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV. Foto Anadolu

DILI, 21 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemimpin Gereja Katolik Paus Leo XIV melayangkan duka cita dan keprihatinan mendalam atas gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Flores pada Sabtu (15/8).

Ungkapan duka cita tersebut disampaikan Paus Leo XIV melalui surat telegram yang ditujukan kepada Uskup Agung Paulus Budi Kleden, SVD, dari Ende, dan ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin.

Melansir Vatikan News, dalam telegram yang ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin, Paus Leo meyakinkan mereka yang terkena dampak gempa bumi 15 Agustus di Indonesia tentang “solidaritas dan kedekatan spiritualnya” dan mendorong upaya kemanusiaan dan pemulihan yang sedang berlangsung.

Paus Leo XIV “sangat sedih” mengetahui “kehancuran” yang disebabkan oleh gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitude  yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur, Indonesia, pada Sabtu, 15 Agustus.

Jumlah korban tewas sementara mencapai 50 lebih orang, dengan 135 orang terluka dan 13.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Dalam telegram yang ditujukan kepada Uskup Agung Paulus Budi Kleden, SVD, dari Ende, dan ditandatangani oleh Sekretaris Negara Vatikan Kardinal Pietro Parolin, Paus menyampaikan “rasa solidaritas spiritual dan kedekatannya kepada mereka yang menderita akibat bencana ini, khususnya kepada banyak pengungsi dan korban luka.”

Paus juga memberikan semangat kepada otoritas gerejawi dan sipil “saat mereka terus memberikan bantuan kemanusiaan” dan berdoa “untuk personel darurat yang terlibat dalam upaya pemulihan.”

Ia juga menyerahkan orang-orang yang telah meninggal “kepada belas kasih Tuhan Yang Mahakuasa” dan memohon “berkat ilahi berupa penghiburan dan kekuatan.”

Kerusakan besar pada materi

Gempa bumi dahsyat pertama berkekuatan 7,7 itu melanda pulau Flores pada hari Sabtu dan diikuti oleh banyak gempa susulan sepanjang hari. Beberapa jam kemudian, gempa bumi berkekuatan 6,9 melanda pulau Sumatra.

Selain menelan korban jiwa, gempa bumi tersebut juga menyebabkan kerusakan luas pada rumah-rumah dan infrastruktur.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia, lebih dari 900 rumah hancur dan 450 lainnya rusak. Setidaknya 167 bangunan publik, termasuk sekolah, pusat kesehatan, dan gereja, tidak dapat digunakan.

Ribuan pengungsi telah mencari perlindungan di akomodasi sementara.

TATOLI kutip dari Vatikan News

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!