Top

Dari JDS : Tujuh PNS Timor-Leste berkesempatan belajar di Jepang

Penandatanganan pertukaran nota dan perjanjian bantuan keuangan antara Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito Freitas, dan Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yasushi Yamamoto. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 22 Agustus 2026 (TATOLI) – Sebanyak tujuh pegawai negeri Timor-Leste berkesempatan melanjutkan pendidikan di sejumlah universitas di Jepang pada 2027 melalui Human Resources Development Scholarship Program (JDS) yang didukung Pemerintah Jepang.

Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan pertukaran nota dan perjanjian bantuan keuangan antara Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito Freitas, dan Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yasushi Yamamoto, di Dili, Jumat.

Dalam kesepakatan tersebut, Pemerintah Jepang menyediakan bantuan senilai 176 juta yen Jepang atau sekitar satu juta dolar AS untuk mendukung pelaksanaan program JDS pada tahun fiskal 2027.

Menteri Bendito Freitas mengatakan, JDS merupakan salah satu program penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pegawai negeri yang memiliki peran strategis dalam memperkuat institusi dan pelayanan publik di Timor-Leste.

“JDS berkontribusi langsung terhadap tujuan ini melalui penguatan pengetahuan, keterampilan dan kapasitas kepemimpinan di lembaga-lembaga publik kita,” kata Bendito.

Menurutnya, manfaat program tersebut tidak hanya terletak pada kualifikasi akademik yang diperoleh peserta selama belajar di Jepang. Pemerintah juga mengharapkan para penerima beasiswa dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman mereka setelah kembali ke Timor-Leste.

Pengetahuan tersebut diharapkan dapat digunakan dalam perumusan kebijakan publik, penguatan institusi negara dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Program JDS mulai diperkenalkan di Timor-Leste pada 2019. Hingga kini, sebanyak 52 pegawai negeri Timor-Leste telah memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan di berbagai universitas di Jepang.

Selain tujuh penerima beasiswa yang dipersiapkan untuk program 2027, tujuh peserta lainnya dijadwalkan berangkat ke Jepang pada bulan ini. Keberangkatan tersebut akan meningkatkan jumlah penerima manfaat JDS menjadi 59 orang.

Bendito menilai investasi dalam pengembangan sumber daya manusia menjadi semakin penting setelah Timor-Leste bergabung sebagai anggota ASEAN, karena negara membutuhkan tenaga profesional yang mampu menjalankan tanggung jawab dalam pemerintahan maupun kerja sama regional.

“Kita membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten untuk bekerja dengan dedikasi dan tekad dalam pembangunan negara kita,” ujarnya.

Ia mengatakan peningkatan kapasitas pegawai negeri akan turut mendukung terciptanya administrasi publik yang lebih efektif, efisien dan bertanggung jawab.

Para penerima beasiswa JDS menempuh pendidikan dalam berbagai bidang yang dianggap strategis bagi pembangunan Timor-Leste, termasuk teknik, teknologi, kesehatan, lingkungan, pertanian dan elektronika.

Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yasushi Yamamoto, mengatakan JDS menjadi salah satu bentuk dukungan Jepang dalam mempersiapkan generasi baru pemimpin Timor-Leste.

“JDS telah membuka jalan bagi pegawai muda Timor-Leste untuk belajar di universitas-universitas Jepang,” kata Yamamoto.

Ia berharap para peserta dapat menggunakan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh di Jepang untuk mendukung pembangunan sosial dan ekonomi Timor-Leste, khususnya melalui keterlibatan mereka dalam proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Yamamoto juga menekankan pentingnya mempersiapkan generasi pemimpin yang mampu menjalankan tanggung jawab baru Timor-Leste dalam proses integrasi regional ASEAN.

Menurutnya, setelah menyelesaikan pendidikan dan kembali ke tanah air, para penerima beasiswa diharapkan tidak hanya berkontribusi terhadap pembangunan nasional, tetapi juga menjadi jembatan yang semakin mempererat hubungan antara Timor-Leste dan Jepang.

Program JDS merupakan bagian dari kerja sama jangka panjang kedua negara dalam pengembangan sumber daya manusia. Kemitraan Jepang dan Timor-Leste juga mencakup sejumlah sektor lain, seperti pembangunan infrastruktur, diversifikasi ekonomi, pelayanan sosial dan tata kelola pemerintahan.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!