Pendapatan Direktorat Nasional Kehutanan pada Januari – Juli 2026 tembus US$60 ribu

DILI, 20 Agustus 2026 (TATOLI) – Sekretariat Negara Kehutanan (SEF) melalui Direktorat Nasional Kehutanan mencatat pendapatan dari sektor kehutanan mencapai lebih dari US$60 ribu selama periode Januari hingga Juli 2026 dan telah disetorkan ke kas negara.
Sekretaris Negara Kehutanan, Fernandinho Vieira, mengatakan penerimaan pendapatan tersebut berasal dari berbagai aktivitas yang berkaitan dengan produk kayu dan nonkayu, termasuk pelayanan perizinan pengangkutan hasil hutan.
“Hingga Juli, kita telah mengumpulkan pendapatan dari produk kayu dan nonkayu lebih dari US$60 ribu untuk kas negara,” kata Fernandinho Vieira kepada TATOLI, Kamis ini.
Ia menjelaskan, penerimaan negara tersebut antara lain berasal dari izin pengangkutan kayu jati hitam, jati putih dan kayu bakar, termasuk kayu bakar yang disita petugas kehutanan.
Selain itu, pendapatan juga diperoleh melalui penerbitan izin ekspor sejumlah produk kehutanan, seperti kayu jati, kutulak, tali-musan, kemiri serta produk hutan lainnya.
Menurut Fernandinho, kegiatan pemanfaatan hasil hutan yang menghasilkan penerimaan negara mencakup izin pengangkutan dan penebangan kayu. Pelaksanaannya mengacu pada ketentuan Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (MAPPF), termasuk dekrit Nomor 10/2011 dan ketentuan Direktorat Jenderal Kehutanan Nomor 70/2020.
Ia mengatakan Direktorat Jenderal Kehutanan dapat memberikan izin kepada masyarakat untuk menebang pohon yang ditanam sendiri, di antaranya jati hitam, jati putih dan mahoni.
Sebaliknya, masyarakat dilarang menebang secara sembarangan jenis pohon yang tumbuh secara alami, seperti ai-kiar, fukira, ai-bubur, ai-kameli dan jenis pohon lainnya yang dilindungi sesuai ketentuan kehutanan.
Untuk izin pengangkutan, Fernandinho menjelaskan biaya yang dibayarkan masyarakat kepada MAPPF dihitung berdasarkan volume kayu. Jati hitam dikenakan tarif US$25 per meter kubik, sementara jati putih dan mahoni sebesar US$15 per meter kubik.
Fernandinho menegaskan, penerimaan yang dikumpulkan SEF dari berbagai aktivitas kehutanan tersebut, baik dalam jumlah kecil maupun besar, tetap menjadi kontribusi sektor kehutanan terhadap pendapatan negara.
Pada kesempatan yang sama, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan penebangan pohon secara sembarangan menyusul adanya peringatan mengenai kemungkinan terjadinya kondisi El Niño.
Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan turut menjaga kawasan hutan guna mengurangi risiko kebakaran serta kerusakan lingkungan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

