Top

CNE dan STAE laporkan persiapan Pilpres 2027 kepada Presiden Republik

Presiden Republik Jose Ramos-Horta mengadakan pertemuan dengan badan penyelenggara pemilu CNE dan STAE di Istana Kepresidenan, Bairru-Pité, pada hari Senin (17/08/2026). Foto TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 17 Agustus 2026 (TATOLI) – Para pimpinan badan penyelenggara pemilihan umum Timor-Leste, Komisi Pemilihan Nasional (CNE) dan Sekretariat Teknis Administrasi Pemilihan (STAE), memberikan laporan perkembangan komprehensif mengenai persiapan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2027, dan proses pembaruan kartu biometrik kepada Presiden Republik, Jose Ramos-Horta di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Senin ini.

Dalam Laman Kepresidenan Republik, disebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut, CNE  melaporkan inisiatif pendidikan kewarganegaraan  yang sedang berlangsung serta dialog dengan partai-partai politik. CNE juga menyampaikan kepada Kepala Negara bahwa masa jabatan komisioner CNE saat ini akan berakhir pada bulan depan, seraya menekankan bahwa persiapan teknis lebih lanjut akan dipercepat setelah Presiden Republik mengesahkan amandemen terbaru undang-undang pemilu.

Fokus utama dari pertemuan tersebut adalah kemajuan sistem pendaftaran pemilih biometrik nasional. Dimana, dalam pertemuan itu Direktur Jenderal STAE Elviro Fernandes Moniz mengungkapkan bahwa sekitar 38 hingga 39 persen dari 974.000 pemilih terdaftar di negara ini dan  telah memperbarui kartu pemilih mereka dengan data biometrik.

Dengan target mencapai tingkat penyelesaian 85 hingga 90 persen pada awal tahun 2027, STAE berencana untuk membuka layanan pendaftaran di tingkat pos administratif pada akhir Agustus. Elviro Moniz juga menekankan bahwa meskipun perluasan pendaftaran keliling ke Desa  terpencil tetap menjadi prioritas untuk memaksimalkan partisipasi pemilih, hal tersebut akan sangat bergantung pada kelayakan logistik dalam mengangkut peralatan biometrik yang rentan secara aman melintasi medan yang sulit.

Sistem biometrik yang diperbarui juga disoroti sebagai instrumen penting bagi integritas pemilu, karena telah terbukti sangat efektif dalam mendeteksi dan mencegah pendaftaran ganda yang curang—sebuah kelemahan pada siklus pemilu sebelumnya.

Direktur Jenderal  STAE juga  menegaskan bahwa STAE dan CNE akan terus menjalankan tugas masing-masing guna memastikan persiapan yang memadai dan terorganisasi bagi pemilihan presiden dan pemilihan legislatif yang dijadwalkan pada tahun 2027 dan 2028.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Ramos-Horta dalam pertemuan mendesak STAE dan CNE untuk mengatur seluruh proses pemilu dengan cermat, termasuk pendaftaran warga negara Timor-Leste yang tinggal di luar negeri. Untuk memastikan kelanjutan transparansi dan kesiapan menjelang pemilu 2027, Presiden Republik meminta agar STAE menyerahkan laporan tertulis resmi dan terperinci yang menguraikan jadwal operasional dan pembaruan basis data mereka. 

Tim TATOLI

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!