Kelompok Teknis CPLP bahas 28 dokumen jelang pertemuan Dewan Menteri

DILI, 12 Agustus 2026 (TATOLI)– Kelompok Teknis Tingkat Menteri Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) mulai membahas 28 dokumen yang akan diajukan dalam Pertemuan Biasa Dewan Menteri CPLP ke-31 yang dijadwalkan berlangsung di Dili pada 19 Agustus 2026.
Pertemuan teknis berlangsung di Aula Institut Studi Diplomatik Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC), Praia dos Coqueiros, Dili, dengan melibatkan perwakilan negara anggota CPLP, kecuali Guinea-Bissau dan Guinea Khatulistiwa. Sementara São Tomé dan Príncipe mengikuti pertemuan melalui konferensi video.
Pertemuan dipimpin Perwakilan Misi Tetap Timor-Leste untuk CPLP di Lisabon, Konselor Aviano Faria, Direktur Jenderal CPLP, Miguel Monteiro dan Koordinator Jenderal Komisi Kepresidenan Pro Tempore Timor-Leste untuk CPLP, Joaquim Fernandes.
Aviano Faria mengatakan pertemuan teknis berlangsung hingga 16 Agustus untuk menganalisis dan mempersiapkan seluruh dokumen sebelum dibahas lebih lanjut oleh Komite Konsultasi Tetap (Comité de Concertação Permanente–CCP).
“Pertemuan teknis ini dimulai hari ini dan berakhir pada 16 Agustus. Tujuannya untuk menganalisis semua dokumen yang akan diajukan pada Pertemuan Biasa Dewan Menteri CPLP pada 19 Agustus,” kata Aviano Faria kepada wartawan.
Dari 28 dokumen yang dibahas terdapat rancangan komunike akhir, sejumlah rancangan resolusi serta proposal yang berkaitan dengan isu politik, ekonomi, kebudayaan dan kerja sama di lingkungan CPLP.
Menurutnya, dokumen-dokumen tersebut masih dalam tahap pembahasan sehingga belum menjadi versi final. Seluruh dokumen harus melewati sejumlah tahapan sebelum memperoleh persetujuan Dewan Menteri.
“Kami berharap selama empat hari pertemuan teknis ini dapat membahas dokumen dan rancangan resolusi, yang kemudian diajukan kepada CCP. Para duta besar akan melakukan pembahasan kembali sebelum disampaikan kepada Dewan Menteri,” jelasnya.
Timor-Leste ajukan resolusi mobilitas
Dalam pertemuan tersebut, Timor-Leste mengajukan rancangan resolusi mengenai mobilitas yang bertujuan mempermudah pergerakan warga negara anggota di kawasan CPLP.
Selain isu mobilitas, Timor-Leste mengusulkan sejumlah rancangan resolusi untuk memberikan penghormatan kepada tokoh yang dinilai berjasa dalam mempertahankan bahasa Portugis dan mendukung perjuangan Timor-Leste.
Tokoh yang diusulkan untuk mendapatkan penghormatan adalah mantan Presiden Republik Francisco Guterres Lú Olo, Pastor João Felgueiras dan penyanyi Portugal Luís Represas.
Aviano menjelaskan Timor-Leste mengajukan rancangan resolusi tersendiri untuk memberikan penghormatan kepada Francisco Guterres Lú Olo atas perannya dalam perjuangan restorasi kemerdekaan Timor-Leste serta kontribusinya mempertahankan bahasa Portugis sebagai salah satu bahasa resmi negara.
“Francisco Guterres Lú Olo adalah tokoh yang sangat penting dalam perjuangan kita dan pembela besar bahasa Portugis sebagai bahasa resmi Timor-Leste. Karena itu, kami menilai beliau layak menerima penghormatan ini dalam pertemuan Dewan Menteri CPLP,” ujarnya.
Sementara itu, usulan penghormatan kepada Pastor João Felgueiras diberikan atas kontribusinya dalam mempertahankan dan mempromosikan bahasa Portugis selama masa pendudukan Indonesia, khususnya melalui pengajaran bahasa Portugis di Externato de São José, Dili.
Timor-Leste juga mengusulkan penghormatan kepada penyanyi Portugal Luís Represas atas kontribusinya terhadap perjuangan Timor-Leste melalui lagu “Ai Timor”, yang menjadi salah satu simbol musikal yang berkaitan dengan perjuangan kemerdekaan negara ini.
“Mereka adalah tokoh-tokoh penting yang tidak dilupakan dan tidak akan pernah dilupakan Timor-Leste. Ini merupakan momentum penting untuk memberikan pengakuan kepada mereka yang telah berkontribusi terhadap perjuangan kita,” kata Aviano.
Seluruh rancangan resolusi dan usulan penghormatan tersebut selanjutnya akan melalui pembahasan di tingkat CCP sebelum diajukan untuk dipertimbangkan dan disetujui dalam Pertemuan Biasa Dewan Menteri CPLP ke-31 di Dili pada 19 Agustus 2026.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

