Kebakaran hutan seluas 3.000 hektare dalam sejarah terjadi di Belgia

DILI, 19 Agustus 2026 (TATOLI) – Kebakaran hutan terbesar dalam sejarah terjadi di Belgia dan telah menghanguskan 3.000 hektare lahan dan petugas pemadam kebakaran terus berjuang dengan bantuan helikopter untuk memadamkan api.
Kebakaran di High Fens, cagar alam di timur Belgia, telah mulai berkobar sejak Jumat (14/08) dan petugas pemadam kebakaran dari seluruh negeri serta negara tetangga Jerman dan Luksemburg telah berupaya untuk mengendalikannya, begitu pula tentara dan para petani.
Menurut Stephanie Ernoux, juru bicara administrasi wilayah Wallonia di Belgia, petugas tanggap darurat pada hari Minggu (16/08) fokus pada garis depan kobaran api yang bergerak menuju Jerman.
Pihak berwenang setempat mengatakan garis pertahanan yang melindungi desa-desa yang dievakuasi masih bertahan, meskipun warga yang telah dievakuasi pada hari Sabtu diberitahu bahwa mereka belum boleh kembali.
Kebakaran ini adalah kebakaran terbesar yang pernah tercatat di Belgia, lebih dari dua kali lipat luas kebakaran pada tahun 2011 yang membakar hampir 1.400 hektar, menurut data dari Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa.
“Kami tidak pernah membayangkan bahwa Belgia akan terkena dampak kebakaran sebesar ini. Sekarang, kita harus menghadapi kenyataan,” kata Karim Bouarfa, kapten brigade pemadam kebakaran yang bekerja sepanjang Sabtu malam, kepada Reuters.
“Saya pikir kita akan menghadapi lebih banyak lagi, jadi terserah kita untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin,” katanya.
Para ilmuwan mengatakan bahwa perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah meningkatkan kemungkinan kondisi panas dan kering yang memungkinkan kebakaran hutan menyebar lebih cepat dan membakar lebih lama.
Sementara itu, di Kota Monschau, Jerman pada hari Minggu meminta warga yang tinggal di dekat perbatasan dengan Belgia untuk mengungsi, dengan alasan bahwa kebakaran tersebut diperkirakan tidak akan mencapai wilayah Jerman, tetapi polusi asap yang signifikan kemungkinan akan terjadi.
Bantuan internasional dimobilisasi melalui Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa, dengan dua helikopter militer Belanda melakukan pemadaman api, satu helikopter pemadam kebakaran dari Republik Ceko, dan dua pesawat pemadam kebakaran Swedia dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman api.
Operasi pemadaman kebakaran terus berlanjut hampir 30 jam setelah api mulai berkobar pada Jumat (14/8) sekitar pukul 14.00 waktu setempat.
Menurut media lokal, sekitar 600 orang telah dievakuasi dari komunitas-komunitas di sekitarnya. Sekitar 500 warga Sourbrodt, di wilayah Waimes, dievakuasi sebagai tindakan pencegahan, bersama sekitar 100 orang di Butgenbach.
Di seluruh Eropa, gelombang panas berturut-turut telah memperparah kekeringan dan membuat vegetasi sangat kering, sehingga memicu kebakaran hutan yang hebat.
TATOLI kutip dari REUTERS

