Top

Gempa NTT Flores : Korban tewas bertambah menjadi 70 orang

Operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (17/8), tiga hari setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus. Foto Anadolu

DILI, 19 Agustus 2025 (TATOLI) –  Korban jiwa akibat gempa magnitudo (M) 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang terjadi pada Sabtu (15/08) terus bertambah. Menurut data BASARNAS (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) mencatat korban tewas bertambah menjadi 70 orang.

“Sampai dengan hari ketiga kemarin (Selasa) pukul 23.30 waktu setempat, total korban adalah 202 orang, yang meninggal dunia 70 orang,” kata Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo, dalam konferensi pers secara daring, Selasa (18/08).

Korban luka-luka tercatat sebanyak 132 orang, dengan korban luka berat 40 orang dan korban luka ringan sebanyak 92 orang.

Yudhi Bramantyo juga menyatakan, tidak ada lagi laporan warga yang masih dinyatakan hilang atau masuk dalam daftar pencarian.

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, menyampaikan, sejauh ini, tercatat telah terjadi 2.119 gempa susulan.

Gempa susulan terbesar magnitudo 6,2 dan gempa susulan terkecil magnitudo 1,3.

Keluarga menunggu pasien yang menjalani perawatan di tenda darurat RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026). Foto Antaranews

“Diperkirakan kondisi ini akan mulai stabil dalam dua sampai tiga minggu ke depan,” katanya.

Sebelumnya, pada Senin (17/08 sore), BNPB menyebut jumlah korban tewas akibat gempa NTT tercatat sebanyak 68 orang.

“Pemerintah menyampaikan bela sungkawa sebesar-besarnya,” kata Berton Panjaitan, dalam konferensi pers, Senin.

Sebelumnya, dua gempa tektonik susulan 5,0 dan 5,8 kembali mengguncang dua wilayah di NTT dalam rentang waktu hampir bersamaan pada Senin (17/08) pagi.

Gempa 5,0 terjadi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan disusul gempa 5,8 di timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pukul 07.46 WIB, Senin.

Dua peristiwa dipastikan tidak berpotensi memicu tsunami, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Berita terkait : Gempa Flores NTT, Presiden Ramos-Horta sampaikan ucapan belasungkawa kepada Indonesia 

Adapun pendataan korban luka-luka masih terus berjalan secara dinamis, tambah BNPB.

Sementara itu, ribuan warga yang mengungsi terpaksa menghabiskan malam di luar rumah karena khawatir akan gempa susulan.

Petugas penyelamat terus menyisir puing-puing dan mencari kemungkinan korban yang tertimbun longsor akibat gempa.

Upaya pencarian difokuskan di tiga kabupaten yang masih sulit dijangkau, yakni Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo, yang menjadi wilayah terdampak paling parah, seperti dilaporkam Reuters.

Bangunan yang rusak akibat gempa di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Senin (17/8/2026). Wilayah yang tersebut menjadi salah satu titik di Kabupaten Manggarai yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT. Foto Antaranews

“Kami telah membersihkan sebagian besar material longsor dan membuka kembali akses jalan menuju desa-desa yang sebelumnya terisolasi. Namun, gangguan komunikasi dan pemadaman listrik masih menghambat proses pencarian,” kata Fathur Rahman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka.

Jumlah kerusakan bangunan akibat gempa NTT

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lebih dari 900 rumah hancur dan sekitar 450 lainnya mengalami kerusakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kondisi itu memaksa sekitar 5.000 orang mengungsi ke tempat penampungan sementara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan sedikitnya 241 rumah rusak di wilayah Flores.

Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, kerap mengalami gempa bumi dan letusan gunung api karena terletak di kawasan Cincin Api Pasifik, jalur seismik aktif yang mengelilingi Samudra Pasifik.

Flores sendiri pernah mengalami sejumlah bencana besar

Gempa kuat yang memicu tsunami pada 1992 menewaskan sekitar 2.500 orang di pulau tersebut.

Pada 2018, gempa berkekuatan 7,5 yang mengguncang Sulawesi Tengah memicu tsunami dan likuefaksi yang menewaskan lebih dari 4.400 orang.

Sementara itu, gempa 9,1 di lepas pantai Sumatra pada 2004 memicu tsunami dahsyat yang menewaskan sekitar 230.000 orang di 12 negara.

TATOLI kutip dari BBC Indonesia

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!