Top

Pemerintah klarifikasi alasan pembongkaran Gedung Terminal Pelabuhan Dili

Gedung Terminal Penumpang Pelabuhan Dili yang baru selesai direhabilitasi dibongkar untuk memberi ruang untuk pembangunan International Convention Center (ICC) di kawasan Pelabuhan Dili. Foto TATOLI/Antonio Daciparu

DILI, 22 Juli 2026 (TATOLI) – Menteri Transportasi dan Komunikasi (MTK), Miguel Marques Gonçalves Manetelu, mengakui negara kehilangan investasi sekitar US$315 ribu setelah Gedung Terminal Penumpang Pelabuhan Dili yang baru selesai direhabilitasi dibongkar untuk memberi ruang untuk pembangunan International Convention Center (ICC) di kawasan Pelabuhan Dili.

Menanggapi pertanyaan mengenai alasan pembongkaran gedung tersebut, Miguel menjelaskan bahwa keputusan itu diambil karena pemerintah telah menetapkan kawasan Pelabuhan Dili sebagai lokasi pembangunan ICC.

“Kalau ditanya mengapa gedung itu dibongkar, karena di lokasi itu akan dibangun ICC, itulah jawabannya. Kita memang kehilangan. Awalnya kami melihat area itu tidak termasuk, jadi sesuai untuk direhabilitasi, tetapi setelah rencana pembangunan berikutnya ditetapkan, seluruh kawasan pelabuhan diambil untuk proyek ICC, kami tidak memiliki pilihan lain,” kata Miguel kepada wartawan usai mengikuti rapat Dewan Menteri di Kantor Pemerintah, Rabu.

Pengamatan TATOLI di lokasi pada Sabtu (18/7) menunjukkan alat berat mulai merobohkan sebagian bangunan Terminal Penumpang Pelabuhan Dili. Pembongkaran tersebut menarik perhatian publik karena gedung itu baru beberapa bulan lalu selesai direhabilitasi menggunakan anggaran negara.

Berdasarkan arsip TATOLI, proyek rehabilitasi Terminal Penumpang Pelabuhan Dili diumumkan kepada publik pada 19 Juni 2024 dengan nilai kontrak mencapai US$315.575,51. Pekerjaan dilaksanakan perusahaan oleh Irmão Sandobe Unipessoal Lda setelah memperoleh sertifikasi dari Otoritas Pembangunan Nasional (ADN).

Saat proyek dimulai, pemerintah menyatakan rehabilitasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi pengguna transportasi laut, termasuk memberikan fasilitas terminal yang lebih nyaman dan aman.

Setelah dikerjakan selama sekitar 17 bulan, hasil rehabilitasi secara resmi diserahkan perusahaan pelaksana kepada MTK pada 25 November 2025. Penyerahan tersebut diumumkan kementerian sehari kemudian sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan mutu pelayanan pelabuhan.

Namun, usia pemanfaatan gedung hasil rehabilitasi itu tidak berlangsung lama. Kurang dari satu tahun setelah diresmikan, bangunan tersebut mulai dibongkar menyusul keputusan pemerintah membangun ICC di kawasan Pelabuhan Lama Dili.

Pemerintah sebelumnya telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan ICC pada 20 Mei 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Restorasi Kemerdekaan Timor-Leste. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat penyelenggaraan konferensi internasional, KTT ASEAN, forum bisnis, serta berbagai kegiatan internasional lainnya sebagai bagian dari persiapan Timor-Leste menjadi Ketua ASEAN pada 2029.

Selain gedung utama, kompleks ICC akan dilengkapi auditorium, ruang pameran, kawasan promenade di tepi pantai, area komersial, serta fasilitas pendukung pariwisata. Pemerintah menargetkan pembangunan selesai pada 20 Mei 2028.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!