DILI, 22 Juni 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar bin Ibrahim menyampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Mantan Presiden Republik Demokrat Timor-Leste (RDTL), Francisco Guterres “Lú Olo”.
Mantan Presiden Francisco Guterres “Lú Olo” meninggal dunia di Rumah Sakit Prince Court, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Minggu (21/06) malam, setelah menjalani perawatan kesehatan intensif.
Kabar duka wafatnya Ketua Umum Partai FRETILIN, dan juga Mantan Ketua Majelis Konstituante Republik Timor-Leste dan Mantan Ketua Parlemen Nasional itu diinformasikan melalui Laman Resmi “Pájina Ofisiál Francisco Guterres Lú Olo” yang dipublikasikan pada Minggu (21/06) malam.
PM Malaysia, Dato’ Seri Anwar bin Ibrahim dalam ucapan belasungkawanya yang ditulis di media sosialnya Anwar Ibrahim menyatakan duku cita mendalam atas wafatnya mantan Presiden Timor-Leste, Francisco Guterres.
Berita terkait : Mantan Presiden Timor-Leste Francisco Guterres “Lú Olo” meninggal dunia
“Saya turut berduka cita atas wafatnya mantan Presiden Timor-Leste, Francisco Guterres. Atas nama Malaysia, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya dan kepada rakyat Timor-Leste,” tulis PM Malaysia itu.
Kepala Pemerintah Malaysia itu menuliskan dengan mengenang Presiden Guterres yang berasal dari generasi yang berjuang dalam kemerdekaan Timor-Leste. Ia (Lú Olo) menghabiskan bertahun-tahun hidupnya dalam gerakan perlawanan, di mana ia dikenal sebagai Lú Olo, dan kemudian mengabdi kepada negaranya sebagai Ketua Parlemen Nasional dan juga sebagai Kepala Negara Timor-Leste. Sepanjang kariernya, ia tetap setia pada kebebasan rakyatnya dan pada pembangunan negara demokrasi.
“Malaysia turut berduka cita atas kepergiannya. Beliau akan dikenang di sini (Malaysia) dengan penuh hormat dan kasih sayang,” kenang PM Malaysia itu.
Berita terkait : Pemerintah tetapkan tujuh hari Berkabung Nasional atas wafatnya Mantan Presiden “Lú Olo”
Mantan Presiden Francisco Guterres “Lú Olo” wafat, meninggalkan istri Cidália Lopes Nobre Mouzinho Guterres, dan empat anak, Francisco Cidalino, Eldino Nobre, Felezito Samora Guterres dan Dália Luliana Nobre Guterres.
Mantan Presiden Lú Olo yang lahir di Ossu, Distrik Viqueque, pada 07 September 1954, itu menutup usia di 71 tahun.
Menurut rencana, pemulangan jenazah mendiang Lú Olo dari Kuala-Lumpur akan tiba di Timor-Leste pada Selasa (23/06).
Tim TATOLI




