Top

Gempa guncang Flores – NTT, Lima orang meninggal dunia  

Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, Sabtu pagi menyebabkan sejumlah kerusakan. Foto Antaranews

DILI, 15 Agustus 2026 (TATOLI) – Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, Sabtu pagi, menewaskan sedikitnya lima orang dan menyebabkan sejumlah kerusakan, sementara Instituto de Geociências de Timor-Leste (IGTL) mencatat serangkaian aktivitas gempa susulan di Flores, Laut Flores dan Laut Sawu.

Data IGTL Earthquake Monitoring System menunjukkan gempa utama berkekuatan magnitudo 7,3 terjadi pada pukul 06.58.25 dengan pusat gempa berada pada koordinat 8,64 Lintang Selatan dan 121,40 Bujur Timur serta kedalaman 15 kilometer.

Dalam portal Antaranews disebutkan bahwa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat gempa tersebut dengan parameter yang telah diperbarui menjadi magnitudo 7,7. BMKG menjelaskan gempa dipicu aktivitas Flores Back Arc Thrust.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan sumber gempa tersebut memiliki potensi menghasilkan gempa besar hingga sekitar magnitudo 7,8–7,9. Kawasan itu juga memiliki riwayat gempa kuat, termasuk gempa Flores pada 1992 dengan magnitudo 7,5 yang menimbulkan kerusakan besar dan tsunami.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami menyusul gempa tersebut. Namun, peringatan kemudian diakhiri pada pukul 07.30 WIB setelah dilakukan pemantauan terhadap perubahan muka air laut di sejumlah stasiun.

Hingga informasi yang diperoleh TATOLI, belum terdapat keterangan mengenai adanya ancaman tsunami terhadap wilayah Timor-Leste akibat gempa tersebut.

Lima orang meninggal

Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengatakan korban meninggal akibat gempa di utara Flores bertambah menjadi lima orang berdasarkan laporan yang diterimanya hingga sekitar pukul 10.30 WIB.

Dari lima korban tersebut, dua orang dilaporkan meninggal di Maumere, Kabupaten Sikka, sementara tiga korban lainnya berada di Kabupaten Manggarai.

Korban diduga meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk saat gempa mengguncang wilayah tersebut. Namun, pemerintah masih melakukan verifikasi lebih lanjut mengenai penyebab kematian para korban.

Gempa juga mengakibatkan sejumlah ruas jalan di Flores terputus dan terjadi longsor di beberapa lokasi. Pemerintah NTT bersama BMKG, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tim SAR, TNI dan Polri terus melakukan penanganan serta pendataan korban dan kerusakan.

Gubernur NTT juga berencana menuju Flores untuk melihat langsung kondisi di lapangan serta memperoleh pembaruan mengenai korban meninggal, korban luka dan kerusakan akibat gempa.

IGTL catat rangkaian gempa

Selain gempa utama, sistem pemantauan IGTL mencatat serangkaian aktivitas seismik di kawasan Flores dan sekitarnya.

Sekitar 15 menit setelah gempa magnitudo 7,3, IGTL mencatat gempa berkekuatan magnitudo 6,4 di Laut Flores pada pukul 07.13.48. Gempa berada pada koordinat 7,86 Lintang Selatan dan 119,46 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Pada pukul 07.28.43, gempa magnitudo 6,0 kembali tercatat di Flores pada koordinat 8,91 Lintang Selatan dan 121,60 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.

Selanjutnya, IGTL mencatat gempa magnitudo 4,8 di Flores pada pukul 08.12.52 dengan kedalaman 228 kilometer.

Aktivitas seismik juga tercatat di Laut Sawu, kawasan perairan yang berdekatan dengan Pulau Timor. Gempa magnitudo 4,7 terjadi pada pukul 09.40.41 pada koordinat 9,50 Lintang Selatan dan 122,49 Bujur Timur dengan kedalaman 87 kilometer.

Pada pukul 10.17.24, gempa magnitudo 4,9 kembali tercatat di Flores dengan kedalaman 10 kilometer, disusul gempa magnitudo 4,2 pada pukul 10.38.13 dengan kedalaman 229 kilometer.

Dengan demikian, dalam kurun waktu kurang dari empat jam, IGTL mencatat sedikitnya tujuh aktivitas gempa dengan magnitudo antara 4,2 hingga 7,3 di kawasan Flores, Laut Flores dan Laut Sawu.

Rangkaian gempa tersebut menjadi perhatian bagi Timor-Leste karena negara ini berada di kawasan seismik regional yang berdekatan dengan sejumlah sumber gempa aktif di wilayah Indonesia bagian timur.

Gempa besar dan dangkal yang berpusat di laut pada kondisi tertentu dapat memicu tsunami. Namun, kekuatan gempa bukan satu-satunya faktor penentu karena potensi tsunami juga dipengaruhi lokasi, kedalaman, mekanisme pergerakan patahan dan deformasi dasar laut.

Kawasan Flores sendiri memiliki riwayat gempa yang memicu tsunami. Selain gempa Flores 1992, pada Desember 2021 gempa kuat di Laut Flores juga menyebabkan BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Saat itu, perubahan muka air laut sempat terdeteksi sebelum peringatan dihentikan.

Masyarakat Timor-Leste, khususnya yang berada di wilayah pesisir, diimbau tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari Instituto de Geociências de Timor-Leste (IGTL) dan otoritas terkait serta tidak menyebarkan informasi mengenai gempa dan tsunami yang belum terverifikasi.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor  : Armandina Moniz

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!