Jepang perkuat komitmen dukung Timor-Leste menuju Kepresidenan ASEAN 2029

DILI, 14 Agustus 2026 (TATOLI) – Pemerintah Jepang melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) memperkuat komitmen dengan mendukung Timor-Leste dalam meningkatkan kapasitas nasional dan mempersiapkan negara tersebut menuju Kepresidenan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 2029.
Dukungan tersebut dibahas dalam Pertemuan Kedua Komite Koordinasi Bersama proyek JICA yang dihadiri Wakil Menteri urusan ASEAN, Milena Rangel, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yasushi Yamamoto, dan Direktur Nasional JICA di Timor-Leste, Daisuke Fukumori, di Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEK), Dili, Jumat ini.
Wakil Menteri Milena Rangel mengatakan pertemuan tersebut bertujuan mengevaluasi bantuan teknis yang diberikan JICA dalam mendukung proses integrasi Timor-Leste di ASEAN, meninjau kegiatan yang telah dilaksanakan serta mengidentifikasi bidang-bidang baru yang dapat dimasukkan dalam rencana kerja hingga 2027.
“Pertemuan ini untuk meninjau kegiatan yang telah dilaksanakan, membahasnya bersama dan mengidentifikasi bidang-bidang yang harus dimasukkan dalam rencana untuk meningkatkan pekerjaan hingga 2027,” kata Milena.
Menurutnya, pertemuan itu juga menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan yang telah dicapai, mengidentifikasi berbagai tantangan serta menentukan bidang yang masih perlu diperkuat sesuai komitmen Timor-Leste dalam proses integrasi regional.
Milena menjelaskan Timor-Leste terus melaksanakan peta jalan integrasi regional dan bantuan JICA penting untuk mendukung kegiatan yang diperlukan pada tahapan berikutnya, termasuk persiapan menuju Kepresidenan ASEAN 2029.
Salah satu kemajuan yang telah dicapai adalah pekerjaan untuk memenuhi persyaratan berkaitan dengan sekitar 87 instrumen hukum dalam tiga pilar ASEAN, yaitu Komunitas Politik-Keamanan, Komunitas Ekonomi serta Komunitas Sosial-Budaya ASEAN.
JICA juga mendukung penerjemahan berbagai dokumen ASEAN ke dalam bahasa Tetum dan Portugis serta memfasilitasi partisipasi pejabat Timor-Leste dalam berbagai pertemuan dan kegiatan organisasi regional tersebut.
“Selama Kepresidenan Malaysia tahun lalu, JICA memfasilitasi partisipasi sejumlah pejabat Timor-Leste dalam pertemuan ASEAN, sehingga mereka dapat mempelajari bagaimana pertemuan, agenda dan protokol dikelola,” jelas Milena.
Ia menilai pengalaman tersebut penting untuk meningkatkan kapasitas aparatur Timor-Leste agar dapat berpartisipasi secara lebih efektif dalam mekanisme ASEAN, terutama dalam mempersiapkan tanggung jawab yang lebih besar ketika memegang Kepresidenan ASEAN pada 2029.
Pemerintah juga tengah mempertimbangkan perluasan kerja sama dengan institusi pendidikan tinggi di Timor-Leste, seiring dengan partisipasi negara dalam ASEAN University Network.
Menurut Milena, kerja sama tersebut dapat memperkuat hubungan mahasiswa dan tenaga pengajar dengan berbagai isu ASEAN serta meningkatkan keterlibatan sektor akademik dalam proses integrasi regional.
Jepang siap dampingi Timor-Leste
Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste, Yasushi Yamamoto, mengatakan proses integrasi ASEAN merupakan perjalanan jangka panjang yang membutuhkan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.
“Ini adalah perjalanan panjang, seperti maraton. Perjalanan ini pertama menuju 2029 dengan Kepresidenan ASEAN, kemudian berlanjut setelah itu,” kata Yamamoto.
Ia menegaskan Pemerintah Jepang akan terus mendampingi Timor-Leste dalam proses tersebut sebagai mitra pembangunan.
Yasushi mengemukakan tiga hal yang perlu menjadi perhatian dalam tahap akhir proyek. Pertama, Timor-Leste perlu menetapkan secara jelas tujuan jangka panjang integrasi ASEAN serta prioritas untuk satu, lima dan 10 tahun mendatang.
Menurutnya, arah dan prioritas yang jelas akan membantu mitra pembangunan menyelaraskan bantuan dengan kebutuhan nasional Timor-Leste.
Kedua, diperlukan penguatan koordinasi antara mitra pembangunan untuk menghindari tumpang tindih program dan memastikan sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif.
Yasushi menjelaskan Jepang siap bekerja sama dengan MNEC dan mitra pembangunan lainnya untuk meningkatkan pertukaran informasi dan koordinasi mengenai berbagai program yang mendukung Timor-Leste.
Ketiga, Timor-Leste dapat memanfaatkan pengalaman panjang Jepang dalam kerja sama dengan ASEAN. Jepang sebelumnya mendukung proses integrasi negara-negara anggota melalui JICA, Japan-ASEAN Integration Fund (JAIF) dan berbagai inisiatif lainnya.
“Selama beberapa bulan yang tersisa, saya yakin proyek ini juga dapat memanfaatkan pengalaman Jepang untuk menjawab kebutuhan Timor-Leste,” ujarnya.
Yasushi menilai integrasi ASEAN merupakan babak penting dalam pembangunan Timor-Leste meskipun masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi.
“Saya mengagumi tekad Timor-Leste dalam menghadapi tantangan-tantangan ini. Jepang berharap dapat terus menjalani perjalanan ini bersama Timor-Leste sebagai mitra terpercaya,” katanya.
Sementara itu, Direktur Nasional JICA di Timor-Leste, Daisuke Fukumori, menegaskan komitmen lembaganya untuk meningkatkan kapasitas dan mendukung berbagai kebutuhan Timor-Leste menuju Kepresidenan ASEAN 2029.
“Kami sangat bangga bekerja sama dengan Pemerintah Timor-Leste untuk meningkatkan kapasitas dan infrastruktur menuju Kepresidenan 2029,” katanya.
Daisuke menjelaskan proyek kerja sama teknis JICA akan berlanjut hingga Maret 2027 dan selama periode tersebut pihaknya akan berupaya memaksimalkan dukungan kepada Timor-Leste.
Selain kerja sama teknis terkait ASEAN, Jepang juga mendukung berbagai proyek pembangunan nasional, termasuk infrastruktur bandara dan Rumah Sakit Nasional serta pembangunan industri melalui kerja sama dengan kementerian terkait.
Menurut Fukumori, meskipun proyek-proyek tersebut tidak berkaitan secara langsung dengan proses integrasi ASEAN, pelaksanaannya berkontribusi terhadap pembangunan Timor-Leste dan secara tidak langsung memperkuat kesiapan negara dalam integrasi regional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

