iklan

EKONOMI

PM Xanana: Timor-Leste ingin belajar pembangunan ekonomi dari Vietnam  

PM Xanana: Timor-Leste ingin belajar pembangunan ekonomi dari Vietnam   

Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, mengunjungi Taman Industri Vietnam-Singapura (Vietnam Singapore Industrial Park/VSIP) yang berlokasi di Kota Thuan An, Provinsi Binh Duong. Foto GPM

DILI, 09 Juni 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menegaskan keinginan Timor-Leste untuk belajar dari pengalaman negara-negara anggota ASEAN, khususnya Vietnam, dalam membangun dan mengembangkan perekonomian nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan PM Xanana saat mengunjungi Taman Industri Vietnam-Singapura (Vietnam Singapore Industrial Park/VSIP) yang berlokasi di Kota Thuan An, Provinsi Binh Duong, Senin (08/06), sebagai bagian dari kunjungan resmi Pemerintah Timor-Leste ke Republik Sosialis Vietnam.

Menurut PM Xanana, keberhasilan Vietnam dalam mentransformasi perekonomiannya dalam beberapa dekade terakhir menjadi pengalaman berharga yang dapat dipelajari Timor-Leste, terutama menjelang keanggotaan penuh negara itu di ASEAN.

“Sebagai anggota baru ASEAN, kami melakukan kunjungan ke Vietnam untuk belajar dari Anda semua. Saya pertama kali datang ke Vietnam pada tahun 2000 dan kini saya kembali melihat perubahan yang sangat besar dibandingkan kondisi saat itu. Melalui kunjungan ini, kami ingin membangun kerja sama dengan negara-negara ASEAN. Kami perlu belajar dari Anda, khususnya di bidang ekonomi, pertanian, dan agroindustri,” kata PM Xanana dalam pertemuan dengan para pengelola VSIP.

PM Xanana juga menyampaikan minat Timor-Leste untuk menjalin kerja sama dengan VSIP, termasuk membuka peluang bagi generasi muda Timor-Leste memperoleh pelatihan dan pengalaman kerja di sektor industri modern.

Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan Timor-Leste untuk menghadapi persaingan ekonomi regional dan memaksimalkan manfaat keanggotaan ASEAN.

Isu tersebut, lanjut PM Xanana, akan menjadi bagian dari diskusi yang terus didorong Timor-Leste dalam berbagai forum ASEAN di masa mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Provinsi Bac Ninh, Le Xuan Loi, menyoroti hubungan persahabatan yang telah lama terjalin antara Vietnam dan Timor-Leste.

Ia mengingatkan bahwa Vietnam merupakan salah satu negara yang mengakui Frente Revolucionária de Timor-Leste Independente (FRETILIN) pada September 1975. Kedua negara kemudian secara resmi menjalin hubungan diplomatik pada 28 Juli 2002, tidak lama setelah restorasi kemerdekaan Timor-Leste.

Menurut Le Xuan Loi, hubungan bilateral kedua negara terus berkembang secara positif melalui berbagai kontak politik dan diplomatik tingkat tinggi, termasuk dalam berbagai pertemuan dan forum ASEAN.

Ia berharap kunjungan PM Xanana ke Provinsi Bac Ninh dapat menjadi momentum baru untuk memperluas kerja sama antara Timor-Leste dan Vietnam, terutama di bidang industri, investasi, dan penciptaan lapangan kerja.

“Saya berharap delegasi Timor-Leste dapat memperoleh banyak informasi mengenai pengembangan kawasan industri di Bac Ninh dan mempelajari kemungkinan untuk mengadaptasi model serupa di Timor-Leste. Sebulan lalu kami juga telah berdiskusi dengan Menteri Ketenagakerjaan Timor-Leste dan Duta Besar Timor-Leste di Vietnam mengenai peluang menghadirkan pekerja Timor-Leste untuk bekerja di kawasan industri di provinsi ini,” ujarnya.

Le Xuan Loi menilai kepemimpinan PM Xanana akan semakin memperkuat hubungan bilateral kedua negara dan memberikan kontribusi bagi perdamaian, stabilitas, serta pembangunan di kawasan Asia Tenggara.

VSIP sendiri dikenal sebagai simbol kuat kemitraan ekonomi antara Vietnam dan Singapura. Kawasan industri tersebut dikembangkan melalui kerja sama antara Becamex IDC Corporation dari Vietnam dan Sembcorp Development dari Singapura dengan dukungan pemerintah kedua negara.

Keberhasilan VSIP dalam menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja selama bertahun-tahun dinilai sebagai salah satu model pengembangan kawasan industri yang sukses di kawasan ASEAN.

Dalam kunjungan resmi tersebut, PM Xanana didampingi Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay; Wakil Perdana Menteri Koordinator Bidang Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Komunitas, Mariano Assanami Sabino; Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama, Bendito dos Santos Freitas; Menteri Pendidikan, Dulce de Jesus Soares; Menteri Perdagangan dan Industri, Filipus Nino Pereira; Wakil Menteri Urusan ASEAN, Milena Maria da Costa Rangel; Sekretaris Negara Komunikasi Sosial, Expedito Dias Ximenes; serta Kepala Kantor Perdana Menteri, Elizabeth Exposto.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Timor-Leste memperluas jaringan kerja sama ekonomi regional sekaligus mempersiapkan berbagai sektor strategis nasional menjelang integrasi penuh ke dalam ASEAN.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!