Australia berkomitmen perkuat Timor-Leste berantas penangkapan ikan ilegal

DILI, 20 Oktober 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste dan Australia kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam menjaga keamanan perbatasan maritim dan memberantas aktivitas penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) yang berpotensi mengancam sumber daya laut serta merugikan perekonomian kedua negara.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, dan Komandan Komando Perbatasan Maritim Australia (Maritime Border Command), Laksamana Muda Brett Stoner, di Kantor Pemerintah, Dili, Selasa (20/10).
Usai pertemuan, Brett Stoner menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Timor-Leste, khususnya Perdana Menteri Xanana Gusmão, atas kesempatan untuk membahas perkembangan kerja sama kedua negara dalam menghadapi berbagai aktivitas ilegal di wilayah perairan.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan besar bagi saya untuk kembali ke Timor-Leste. Karena, Timor-Leste merupakan mitra kuat Australia dalam bekerja sama memberantas aktivitas ilegal dan kejahatan transnasional. Saya berterima kasih kepada Perdana Menteri yang telah memberikan kesempatan untuk bertemu selama kunjungan saya,” kata Brett Stoner.
Ia menjelaskan bahwa pertemuan tersebut juga membahas hasil pelaksanaan kemitraan yang telah ditandatangani kedua negara pada 2025, sekaligus mengidentifikasi sejumlah bidang prioritas untuk memperkuat kerja sama pada masa mendatang.
Menurut Brett, Timor-Leste dan Australia memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan perbatasan maritim, mengingat berbagai aktivitas ilegal di laut dapat berdampak terhadap perekonomian nasional serta pengelolaan sumber daya kelautan.
“Timor-Leste dan Australia merupakan mitra yang sangat baik karena memiliki perbatasan laut. Karena itu, dalam pertemuan ini kami juga membahas cara memberantas penangkapan ikan ilegal di perairan Timor-Leste dan Australia,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Australia memandang aktivitas ilegal di laut sebagai ancaman serius yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi, sehingga diperlukan kerja sama yang berkelanjutan antara kedua negara.
“Australia menganggap aktivitas ilegal tersebut sebagai ancaman besar terhadap perekonomian negara. Karena itu, kita harus bekerja sama untuk memberantas kegiatan-kegiatan tersebut,” tegasnya.
Kerja sama di bidang keamanan maritim dinilai penting untuk meningkatkan kemampuan kedua negara dalam mencegah dan menangani kejahatan lintas negara, khususnya penangkapan ikan ilegal yang dapat mengancam keberlanjutan sumber daya perikanan.
Selain memperkuat keamanan wilayah perbatasan, kemitraan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya laut secara bertanggung jawab demi kepentingan ekonomi dan pembangunan kedua negara.
Pertemuan antara Perdana Menteri Xanana Gusmão dan Laksamana Muda Brett Stoner sekaligus mencerminkan kesinambungan hubungan bilateral Timor-Leste dan Australia, terutama dalam menghadapi tantangan keamanan maritim yang menjadi kepentingan bersama.
Saat bertemu Perdana Menteri Xanana, Brett Stoner didampingi Duta Besar Australia untuk Timor-Leste, Caitlin Wilson.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz

