DILI, 29 Desember 2025 (TATOLI)— Administrasi Navigasi Penerbangan Timor-Leste (ANATL) menyatakan terminal keberangkatan Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato (AIPNL), Dili, siap beroperasi mulai Januari 2026, setelah dilakukan pemberkatan terhadap sejumlah fasilitas bandara oleh Pastor Mariano Maia.
Ketua Dewan ANATL, Romualdo António Soares da Silva, mengatakan pemberkatan tersebut mencakup tiga paket berbeda, yakni sistem parkir otomatis, rehabilitasi terminal keberangkatan, serta pembangunan ruangan khusus jenazah “mortuary” atau “human remains facility”.
“Kegiatan hari ini merupakan pemberkatan fasilitas gerbang dengan sistem parkir otomatis untuk memudahkan operasional pelayanan publik, khususnya kendaraan roda dua dan roda empat. Gerbang keberangkatan yang kami luncurkan tiga tahun lalu permintaannya terus meningkat, sehingga hari ini kami membuka dua gerbang tambahan,” ujar Romualdo kepada TATOLI di Bandara AIPNL.
Ia menjelaskan, paket kedua adalah pemberkatan terminal keberangkatan yang direhabilitasi sebagai satu paket dengan terminal kedatangan. Menurutnya, pemberkatan tersebut memungkinkan pelayanan publik di area keberangkatan dapat dimulai pada 01 Januari 2026.
“Dengan pemberkatan ini, penumpang yang berangkat dapat menggunakan terminal keberangkatan secara normal mulai awal tahun depan,” katanya.
Selain itu, diberkati juga sebuah rumah jenazah yang dibangun untuk memberikan fasilitas yang lebih layak bagi warga negara Timor-Leste.
“Selama bertahun-tahun, jenazah ditempatkan di lokasi yang tidak memadai. Karena itu, ANATL mengambil inisiatif membangun rumah jenazah agar proses penerimaan dapat dilakukan dengan lebih layak,” jelas Romualdo.
Pastor Mariano juga melakukan pemberkatan pada ruangan khusus yang disiapkan sebagai rumah jenazah bagi warga negara Timor-Leste yang meninggal dunia di luar negeri. Fasilitas ini memungkinkan keluarga menunggu di tempat tersebut hingga jenazah tiba melalui penerbangan, sebelum diterima dan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir.
Terkait anggaran, Romualdo mengungkapkan bahwa masing-masing paket memiliki pembiayaan berbeda. Penambahan gerbang menelan anggaran sekitar USD$10.000 hingga USD$12.000, pembangunan rumah jenazah hampir USD$20.000, sementara rehabilitasi terminal keberangkatan termasuk kedatangan mencapai sekitar USD$1 juta.
Ia menegaskan, anggaran untuk gerbang dan rumah jenazah bersumber dari ANATL, sedangkan rehabilitasi terminal keberangkatan dibiayai melalui Dana Infrastruktur untuk fasilitas keberangkatan dan kedatangan.
“Secara fisik hampir sama, tetapi interior terminal kami sesuaikan untuk memberikan kesan yang baik kepada pengunjung, karena bandara merupakan gerbang masuk dan keluar negara,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Divita Group, Fernando da Silva, mengatakan perusahaannya bertanggung jawab atas rehabilitasi fasilitas kedatangan dan keberangkatan di AIPNL. Ia menjelaskan, seluruh pekerjaan dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas operasional bandara.
“Kami hanya bekerja pada malam hari dan berhenti pada siang hari karena kegiatan di AIPNL. Sekarang pemerintah dan ANATL menyatakan fasilitas dapat digunakan mulai 01 Januari, sehingga hari ini dilakukan pemberkatan dan seluruh fasilitas diserahkan 100 persen untuk digunakan,” katanya.
Fernando menambahkan, fasilitas operasional di area keberangkatan telah lengkap dan siap digunakan sesuai kebutuhan pelayanan bandara, setelah ini Divita akan berfokus pada rehabilitasi area kedatangan.
Pantauan TATOLI menunjukkan, ruang keberangkatan Bandara AIPNL kini tampil jauh lebih modern dan representatif dibandingkan sebelumnya. Perubahan terlihat dari penataan interior yang lebih rapi dan estetis, dengan sentuhan nuansa ukiran khas lokal pada dinding yang menambah kesan elegan dan identitas budaya Timor-Leste.
Pencahayaan juga diperbarui menjadi lebih terang dan menyebar merata, menciptakan suasana hangat sekaligus profesional. Selain itu, fasilitas pendukung diperluas dan ditingkatkan, termasuk gerai makanan ringan, kafe, restoran, serta area duduk yang nyaman bagi penumpang yang menunggu jadwal penerbangan.
Tersedia juga informasi digital dan petunjuk arah yang jelas untuk memudahkan mobilitas penumpang. Penataan ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pengguna, tetapi juga memperkuat citra bandara sebagai gerbang utama negara yang modern, efisien, dan ramah bagi wisatawan maupun warga lokal.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Manetelu, serta sejumlah institusi di bawah Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK), di antaranya AACTL, APORTIL, ANC, DNIK, dan instansi terkait lainnya.
Kegiatan tersebut ditutup dengan acara refleksi bersama seluruh staf ANATL sebagai bagian dari penutupan tahun kerja 2025.
Sebelumnya, ANATL menyatakan rehabilitasi Bandara AIPNL merupakan bagian dari persiapan menghadapi audit keamanan penerbangan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), guna memastikan standar keselamatan dan pelayanan bandara sesuai dengan ketentuan internasional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




