DILI, 13 November 2025 (TATOLI) — Presiden Republik, Jose Ramos-Horta, memberikan saran kepada Sekretariat g7+ untuk mengadakan sebuah forum tentang Nobel Perdamaian di kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang akan diselenggarakan di Timor-Leste.
Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) g7+, Helder Costa, bersama delegasinya, yang datang untuk menyampaikan laporan pencapaian kerja g7+ selama tahun 2025.
“Kami hari ini juga sependapat dengan Presiden Republik, di mana beliau mengundang g7+ untuk menyelenggarakan pada bulan Agustus tahun depan (2026) sebuah forum tentang Nobel Perdamaian di ASEAN yang akan diadakan di Timor-Leste,” ujar Sekjen g7+, Helder Costa usai pertemuan di Istana Negara,Dili, Kamis ini.
Ia menambahkan, Presiden Republik meminta g7+ untuk ambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Timor-Leste dan Sekretariat g7+ di Roma.
Perlu, diketahui bahwa organisasi g7+ merupakan forum antarpemerintah yang dibentuk pada tahun 2010 di Dili, Timor-Leste, atas inisiatif Pemerintah Timor-Leste di bawah kepemimpinan Kay Rala Xanana Gusmão.
Organisasi ini beranggotakan 20 negara yang sedang atau pernah mengalami konflik, dengan tujuan memperkuat suara kolektif negara-negara rapuh di kancah internasional serta mendorong perdamaian, rekonsiliasi, dan pembangunan berkelanjutan.
Saat ini, Republik Sierra Leone memegang posisi ketua (chair), sementara Sekretaris Jenderal g7+ adalah Helder da Costa dari Timor-Leste. Sekretariat permanen g7+ berpusat di Dili, menjadikan Timor-Leste sebagai tuan rumah dan pelopor organisasi tersebut.
Reporter: Mirandolina Barros Soares
Editor: Armandina Moniz




